(021) 546343778

Bantu 5 Bocah Yatim Penjual Sayur ini Tersenyum

Uncategorized
3

Disaat anak-anak lain mengisi hidupnya dengan belajar dan bermain, lima bocah yatim piatu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini justru harus berjuang hidup mencari nafkah bersama neneknya yang sudah renta. 

Mereka adalah  Julia (13), Ardilla (11), Hapis (6), dan Beby (5) hidup yang dengan neneknya Salamiah (75) dan kakaknya Jelma (15), di Dusun Kanang, Desa Batetangga, Kecamatan Binuang.

Sehari-hari saat hari masih gelap, mereka sudah harus bangun subuh untuk memetik sayur mayur di kebun nenek dan tetangganya. Sebelum sayur mayur ini dijajakan, kelima bocah ini bergotong royong mengemasi sayur-mayur seperti daun singkong, bayam, kacang panjang, jagung, dan sayur mayur lainnya. Kelima bocah yatim piatu ini berbagi peran, Julia dan Ardilla, memetik sayur,  Hapis dan Beby bertugas mengurus urusan rumah tangga seperti mencuci piring. Sedangkan kakak tertuanya, Jelma  bekerja di luar kota sehingga harus  berpisah dengan nenek dan adik-adiknya.

“Saya bangun subuh dengan kakak berjualan sayur sebelum berangkat ke sekolah, adik saya biasanya cuci piring,” ujar Ardila.


(Kelima anak yatim saat berjualan sayur)

Mereka berjualan keliling kampung sejak subuh hingga sebelum berangkat sekolah. Aktivitas serupa juga dilakukan mereka saat pulang sekolah sore hari atau saat libur sekolah. Saat libur akhir pekan atau liburan panjang, dari subuh mereka sudah berangkat ke pasar kampung. Mereka bergantian mendorong gerobak dari rumah hingga pasar.

Kedua orang tua mereka meninggal dunia sekitar 4 tahun lalu. Sang ayah meninggal dalam kecelakaan kerja di Kuala Lumpur, sedangkan ibunya meninggal lebih dahulu karen jatuh sakit. Sejak saat itu kelima bocah malang ini terpaksa hidup bersama neneknya yang sudah renta.

Banyak warga mengaku iba dan menaruh hormat terhadap mereka. Bocah-bocah ini berjuang hidup mandiri dan tidak mengemis di jalanan atau mengharap belas kasihan orang lain. Marhuma, warga yang juga pelanggan sayuran bocah ini mengaku salut dengan Ardilla dan adik-adiknya untuk tetap bersemangat hidup meski dalam kondisi yang serba terbatas.

Menurut Marhuma, Ardilla dan Julia beberapa kali ditemukan warga jatuh pingsan di jalanan lantaran kelaparan.

“Kasihan, pernah digotong warga karena jatuh pingsan di jalanan karena kelaparan. Kondisi kesehatannya pulih setelah diberi makanan oleh warga,” ucapnya.

Meski pendapatan bocah-bocah ini setiap hari tak lebih dari Rp 20.000 setelah bagi dengan pemilik sayur yang dijual sang bocah, namun mereka ini tampak tetap bersemangat menjalani hidupnya.

Karena itu, kami berinisiatif menggalang dukungan dari publik melalui kitabisa.com untuk membantu ke lima anak yatim kembali tersenyum.

Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan Kompas.com untuk baya hidup, bantuan biaya sekolah dan bantuan kesehatan.