(021) 546343778

Berprestasi Sejak Dini Bersama Sahabat Yatim Indonesia

Asrama

Bagi Haya Muti’ah (16 tahun), perempuan masih sering dianggap kaum yang lemah. Terlebih karena ia terlahir dari keluarga dhuafa, banyak orang memandang sebelah mata. Hal ini dialaminya sendiri, harus menelan anggapan miring dari orang lain.

Nyatanya, siswi kelas X SMK Mekanik Cibinong, Bogor ini mampu membuktikan bahwa terlahir dari keluarga dhuafa tak menjadikannya patah semangat. Haya yang menjadi salah satu anak asuh di Asrama Sahabat Yatim Indonesia Cabang Cibinong Bogor ini punya seabrek prestasi.

Haya yang bergabung di asrama Sahabat Yatim Indonesia sejak usia 12 tahun ini sering mendapat juara pencak silat. Ia mendapat juara 2 Lomba Pencak Silat Antar Pelajar, Tingkat SD, SMP, SMA Perguruan Silat Paku Bumi Cup 2017, Lomba Pencak Silat Perisai Diri Se Kota/Kabupaten Bogor Cup 1 2017.

“Prestasi ini saya ingin membuktikan bahwa perempuan yang terlihat lemah, padahal kuat, pantang menyerah dan berkeinginan tinggi,”kata Haya.

Bukan hanya kejuaraan pencak silat, di bidang akademik pun tak kalah gemilang. Siswi kelahiran Tangerang, 8 Agustus ini mendapat juara 1 Teknik Solospel dan juara II Teknik Sindar. Di kelasnya, ia mendapat peringkat ketiga.

Buat Haya, keluarganya dan juga keluarga besarnya di Sahabat Yatim yang banyak membantunya untuk tetap berprestasi. “Saya hanya bisa mendoakan dan mengucapkan terimakasih, kepada seluruh keluarga dan keluarga besar Yayasan Sahabat Yatim dan juga para donatur, semoga segala kebaikan yang telah diberikan Allah SWT membalasnya dengan balasan yang lebih baik,”ungkap Haya.

Bukan hanya Haya, ada juga Wika Kamiliyah Fatin (14 tahun) yang juga mempunyai segudang prestasi di tengah keterbatasan. Wika sempat mendapatkan Juara 2 Lomba Tahfidz AlQuran Mts Sirojul athfal Cibinong kelas VII. Wika juga menjadi juara kelas peringkat 1 kelas VII pada semester 1.

Apa yang menyebabkan Wika ingin selalu berprestasi? Menurutnya, hanya bermimpilah ia dapat mengubah nasibnya. Bermimpi menjadi anak yang salehah dan mampu mengurangi beban orang tua. Apalagi selama menjadi anak asuh Sahabat Yatim, Wika merasa mendapat banyak ilmu agama dan ilmu kehidupan.

“Saya merasa senang dan bahagia, disini saya mendapatkan banyak keilmuan, bisa hafal doa-doa, bisa liburan diajarkan kemandirian dan kedisiplinan, juga saya merasa senang karena bisa mengurangi beban kedua orang tua saya,”kata dia.

Untuk diketahui, Sahabat Yatim sendiri mengasuh 140 anak asuh mukim dan 1.200 anak asuh non mukim. Anak asuh diberi pembekalan berupa ilmu agama, peningkatan karakter hingga life skill. Mari Menjadi Sahabat Yatim untuk anak-anak inspiratif ini.

Tags Berita: # # # #