(021) 546343778

Mari Persembahkan Wakaf Untuk Bunda

Program
Hadiah di hari Ibu

wakaf sahabat yatimFoto yang sempat viral tersebut memberikan gambaran perjalan kehidupan, ketika kita kecil dulu orang tua kita mengasuh dan melindungi kita. Kemudian ketika zaman berganti saat kita tumbuh besar dan orang tua kita sudah lanjut usia, sudah sewajibnya kita mengasuh dan melindunginya.

A gift can’t thank her enough, But it’s a start

Sebuah Hadiah tidak akan pernah cukup sebagai ucapan terimakasih untuk wanita yang telah menjadi bagian hidup kita, tapi setidaknya hadiah itu awal yang baik.

Mungkin anda sudah merasa cukup berbakti kepada orang tua selama ini sehingga sebagai anak tidak merasa perlu berbuat lebih jauh lagi. Namun ada baiknya kita renungkan beberapa  mutiara hikmah yang disampaikan ulama berikut ini

“Setetes air susu ibumu yang telah engkau minum tidak akan mampu kamu membalasnya”

Dimasa tabiin diceritakan :

Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya.

Orang Yaman itu bersenandung,

إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ – إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ

Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.

Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.

Orang itu lalu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?”

Ibnu Umar menjawab,

“Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.”

(Adabul Mufrad no. 11; Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Berkaca dengan kisah tersebut sudah pantaskah kita merasa cukup untuk membalas apa yang telalah mereka lakukan kepada kita. Jika amalan mulia seperti itu masih dianggap tidak cukup untuk membalasnya, maka apalagi amalan yang telah kita lakukan.

Islam mengajarkan untuk memuliakan orang tua yang telah uzur hingga ujung usia mereka. Suatu hari Rasulullah pernah bersabda, “Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka orang tua.” (HR al-Baihaqy). Anak akan jadi qurrota ayun. Itu akan jadi doa ketika orang tua tidak ada. Sesungguhnya anak itu akan menjadi hadiah bagi orang tuanya.

Tanpa bermaksud membanding bandingkan amalan, namun ada jalan bagi kita untuk memberikan balasan kepada kedua orang tua kita terlebih di saat mereka sudah terlebih dahulu dipanggil Allah SWT dan tidak ada lagi peluang untuk berbakti langsung.

Doa dari anak sholeh setidaknya  yang bisa kita panjatkan setiap waktu dan amalan jariah yang kita atas namakan mereka, yang akan terus mengalir nilainya.

WAKAF UNTUK BUNDA

Dengan kampanye “Saatnya Beri Kado Terindah Berupa Rangkaian Pahala Tanpa Putus untuk Bunda Tercinta”, kita sebagai anak dapat mewakafkan atas nama ibunda dengan nilai satu lembar sertifikat Wakaf Rp 1.000.000.

Wakaf adalah amalan yang aliran pahalanya mengalir sepanjang hayat karena sifatnya yang tidak boleh habis. Maka sudah seharusnya harta yang diwakafkan tak hanya bermanfaat untuk hari ini, tapi juga esok, dan hari-hari selanjutnya. Wakaf juga diharapkan manfaatnya tak hanya untuk satu dua orang, tetapi bermanfaat bagi banyak orang.

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui,” (QS Ali Imron 92)

Melihat keutamaan berinfak dan wakaf, Sahabat Yatim Indonesia mempersembahkan program untuk bunda melalui Wakaf Pembangunan Pesantren Tahfidz Yatim atas nama ibu kandung. Tak hanya ibu yang mendapatkan pahala wakaf, donatur pun akan mendapat amal jariyah darinya karena berbakti kepada orang tua.

Masyarakat dapat berpartisipasi dalam kampanye ini melalui Rekening Wakaf

Bank BRI 2136 0100 0174 305

CIMB Niaga Syariah 7042 858 999

atas nama Yayasan Sahabat Yatim Indonesia

konfirmasi call center Sayati di 021-53126107.

Allah SWT menegaskan amal berbakti kita kepada ibu dan bapak kita selaras dengan perintah yang paling inti dalam agama ini, tauhid. Betapa agung kedudukan berbakti kepada ibu bapak. Berbakti adalah sebuah pekerjaan. Ia adalah tindakan nyata. Tak cukup menggumam membenarkan saja. Harus ada aksi, meski nampak sepele.

Berbakti kepada ibu adalah kerja-kerja langit. Hanya dilakukan oleh mereka yang benar-benar ingin bertemu penguasa langit dengan keadaan yang paling baik. Jadi mari bersama menyongsong langit, dengan menuntaskan darma kita kepada ibu. Tiket utama kita kembali kepada-Nya.