(021) 546343778

Ketika Anak Yatim tak Bisa Berlebaran Bersama Keluarga

Asrama
asrama semolo surabaya

Bulan Syawal adalah momen yang sangat pas untuk merajut silaturahim. Ketika semua keluarga, karib kerabat, dan para handai taulan berkumpul bersama, saat itulah silaturahim bisa kembali bertaut.

Namun, tak semua orang bisa merasakan silaturahim di bulan Syawal. Tak semua orang bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terkasih.

Inilah yang dirasakan Nazmah Qurotul Ain dari Asrama Sayati di Samarinda. Nazmah yang berasal dari Desa Sebakung Taka Kecamatan Longkali Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tidak akan mudik di tahun ini. Nazmah akan menghabiskan lebaran dan bulan Syawal di asrama bersama anak mukim yang juga tidak mudik.

Meski tak dapat berkumpul bersama keluarga, Nazmmah tidak terlalu bersedih hati. Pasalnya, ia memiliki banyak saudara di asrama sehingga bisa lebih mengakrabkan diri dengan mereka.

Selama lebaran di asrama, ia dan anak-anak mukim yang juga tidak pulang akan silaturahim ke rumah tetangga asrama. Anak-anak mukim juga berlibur ke tempat rekreasi.

“Seru juga menghabiskan lebaran bersama saudara-saudara di asrama,”kata dia.

Lebaran tahun lalu adalah lebaran yang cukup terkenang dalam benaknya. Ia dan teman-teman asrama yang tidak mudik lebaran harus menjaga salah satu teman yang sakit saat lebaran.

“Ketika ada yang sakit, satu asrama heboh semua. Kita jagain, pokoknya satu susah semua susah,”ungkap dia.

Dengan berlebaran di asrama, kata Nazmah, kekeluargaan sesama anak asrama semakin kokoh. Di lebaran dan momen lainnya, ia dan saudara-saudara mukimnya berbagi tanpa diminta. Berbagi walau berbeda umur dan karakter. Ia tidak pernah membayangkan memiliki saudara sebanyak di Sahabat Yatim. Sahabat Yatim, kata dia, memberikan segalanya, ilmu dan juga keluarga.

“Hanya di Sahabat Yatim saya merasakan seperti ini,”kata Nazmah.

Pengakuan serupa dari Nailan Nafsul Mutmainnah yang memang tidak bisa mudik dan harus lebaran di asrama. Nailan yang seharusnya pulang kampung ke Tanggerang harus menghabiskan bulan Syawal di Asrama Sayati Samarinda. Sedih pasti dirasakan Nailan, namun ia bahagia masih bisa berkumpul bersama saudara-saudara mukim di asrama.

Lebaran di asrama tak ada beda dengan lebaran di kampung halaman. Pagi-pagi ia dan saudara mukim lainnya shalat ied bersama di Islamic Center. Setelah itu, bersilaturahim ke tetangga di sekitar asrama. Yang paling menyenangkan tentu pergi ke tempat wisata dan mendapat uang THR dari yayasan.

“Kadang-kadang banyak tamu anak-anak kecil ke sini,”kata dia.

Belajar dari Nazmah dan Nailan yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga, mereka tetap bersyukur. Bersyukur bahwa silaturahim dengan teman-teman asrama juga menjadi momen yang membahagiakan bagi mereka.