(021) 546343778

Makna Muharam Bagi Asma Nadia

Publik Figur
Asma Nadia

Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi, ketika 1 Muharam, tidak banyak acara khusus. Tak ada pesta,dan kembang api. Yang ada hanya hari libur seperti biasa. Menurut penulis Asma Nadia, terasa benar betapa tahun baru Hijriyah belum memiliki tempat yang berarti di kalangan umat muslim Indonesia. Padahal, banyak hal menarik dari tahun baru Islam ini.

Salah satu gubernur di masa Khalifah Umar RA, ABu Musa AL-Asyari menulis surat kepada sang khalifah. Ia mempertanyakan surat-surat sebelumnya khalifah yang tidak bertuliskan tahun, namun hanya tanggal dan bulan, sehingga membingungkan.

Sehingga, akhirnya dimufakati untuk menetapkan tahun pertama dalam kalender Islam berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Sementara nama bulan diambil dari nama bulan yang telah ada.

Menurut Asma Nadia, proses ini menarik karena perhitungan tahun pertama adalah satu keputusan besar untuk mengubah nasib, yakni hijrah. Menurutya, memilih momentum hijrah menjadi obor semangat untuk kaum Muslimin agar tidak diam dan selalu berusaha mencapai cita-cita. Umat Islam diingatkan untuk selalu melakukan lompatan untuk perubahan yang lebih baik. Meskipun ikhtiar terasa berat, berisiko dan harus meninggalkan kebiasaan lama yang mungkin sulit.

Pesan lain tahun hijriah menurut Asma Nadia adalah agar umat Islam menjadi kaum yang produktif, karena tahun hijriah lebih pendek dari tahun masehi. Artinya, ketika seseorang berbicara akan menyelesaikan tugas dalam satu tahun (masehi), maka ia merujuk pada 365 hari. Sedangkan seorang Muslim ketika bicara target satu tahun, maka ia mengacu pada 354 hari atau lebih cepat 11 hari.

Dengan kalender hijriah, setiap tahun muncul diskusi terkait penetapan 1 Ramadhan, karena perhitungan bulan dalam tahun qamariah berkaitan dengan perubahan posisi Bulan terhadap Bumi. Situasi yang menuntut ketelitian, pengawasan, dan komunikasi. Perdebatan yang seharusnya melatih umat Islam teliti dan terbiasa untuk menghargai perbedaan serta mawas terhadap perubahan alam semesta.

Selain itu, tahun baru Hijriah dapat memberi kegiatan lebih baik pada anak-anak dan remaja di malam tahun baru misalnya dengan pengkajian Islam dan zikir bersama atau MABIT (malam bina islam dan taqwa) di sejumlah masjid. Sebut saja muhasabah tahun baru.

Sedikitnya ada dua manfaat Pengkajian Islam di tahun baru, selain transfer ilmu dan upaya meningkatkan iman juga melindungi generasi muda dari budaya kesia-siaan. Semoga waktu yang pergi tidak boleh dibiarkan melenggang sebagai sebuah kesia-siaan. Saatnya bermuhasabah dan membuat rencana untuk menjadi bagian umat yang makin membanggakan di tahun baru Hijriyah.