(021) 546343778

Naufal, Pemuda Indonesia Penerang Dunia

INSPIRASI
sumber gambar: beritagar

Desa Tampur Paloh, Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur masih gelap gulita saat malam menjelang. Desa ini belum mendapatkan aliran listrik dari negara hingga Republik ini berusia 72 tahun. Namun, secercah harapan mulai menerangi Desa Tampur Paloh.

Tetiba, desa ini menjadi pusat perhatian para petinggi negara ini. Sebabnya tak lain adalah anak muda berusia 15 tahun, Naufal Raziq yang menyentakkan dunia lewat penemuannya yang fenomenal, listrik dari pohon kedondong.

Naufal yang baru saja menyelesaikan pendidikan di MTsN Langsa Lama ini menjadi harapan bukanya hanya desanya namun juga dunia. Penemuan Naufal menjadi amat penting bagi perkembangan energi dunia yang masih bertumpu pada energi tidak terbarukan dari fosil.

Bahkan menurut penuturan sang Ayah, Supriaman tiga negara yakni Jerman, Turki dan Brunei Darussalam tertarik dengan kemampuan Naufal. Utusan dari tiga negara tersebut bahkan menemui langsung keluarga Naufal untuk menawarkan beasiswa untuk berkuliah di luar negeri demi mengembangkan kemampuan Naufal.

Penemuan Naufal bukan lahir dari keisengan anak-anak atau kebetulan belaka. Naufal mengaku jika penemuannya ini berasal dari lomba teknologi tepat guna yang ia ikuti pada 2014. Saat itu ia menggunakan kentang sebagai penghasil listrik.

Ternyata rasa keingintahuan Naufal tidak bisa berhenti. Ia terus mengembangkan eksperimennya dengan mencoba berbagai macam pohon seperti mangga, belimbing dan asam jawa. Ia menemukan benang merahnya, tingkat keasaman pohonlah yang bisa menghasilkan energi listrik. Sayang percobaan terhadap mangga, belimbing dan asam jawa tidak membuahkan hasil.

Apakah Naufal menyerah? ternyata tidak. Bocah yang mengidolakan BJ Habibie ini terus mencoba hingga menemukan jika Pohon Kedondong memiliki tingkat keasaman yang lebih baik dibanding beberapa pohon lainnya.

Dalam percobannya, empat pohon kedondong itu bisa menghidupkan satu buah bola lampu. Kalau ingin menerangi satu rumah, minimal harus ada 10 pohon. Ketahanannya bisa sampai 12 jam.

Dari hasil penemuannya, Naufal kini berhasil menerangi beberapa rumah di desanya yang belum tersentuh energi listrik. Namun, lagi-lagi Naufal tidak berpuas diri. Ia kini tengah mencari cara agar listrik yang dihasilkan pohon kedondong pada siang hari bisa disimpan dalam energi sel seperti halnya solar sel.

Sebab, selama ini, listrik yang dihasilkan langsung disalurkan dari pohon kedondong. Tingkat kestabilannya menjadi kurang. Selain itu, recovery alamiah untuk menghasilkan listrik lagi cukup lama. Naufal ingin, agar listrik yang dihasilkan pohon kedondong disimpan dalam sebuah baterai. Kemudian, dari baterai itu dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Dari hasil kerja kerasnya, tak kurang beberapa kementerian, BUMN hingga Panglima TNI memberikan apresiasi. Panglima TNI bahkan terbang langsung ke Aceh untuk menemui Naufal dan menawarkan beasiswa SMA Taruna di Magelang, salah satu SMA terbaik di Indonesia.

Kementerian Agama juga memberikan beasiswa jika Naufal ingin melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah. Selain itu, Pertamina EP sudah memberikan beasiswa bagi Naufal hingga perkuliahan. Tidak hanya itu, berkat Naufal, Pertamina EP melangsungkan program CSR untuk membangun desa Tampur Paloh yang sebelumnya gelap gulita.

Sosok Naufal adalah sosok inspirasi. Wartawan senior Aiman Wicaksono bahkan menyebut temuan Naufal bisa menjadi ancaman bagi dunia. Sebab saat ini, perebutan dan konflik di dunia masih seputar perebutan energi fosil seperti minyak bumi, batubara maupun gas alam. Penemuan Naufal bisa mengancam eksistensi energi fosil yang selama ini digadang sebagai kekayaan yang harus dikuasai oleh sebuah negara.

Anak muda dari pedalaman Aceh ini membuktikan jika usia tak menghalangi seseorang untuk berpretasi. Naufal mengajarkan kepada anak-anak Indonesia lainnya, jika keterbatasan justru bisa diolah menjadi kegemilangan dengan modal semangat dan kerja keras.

Selain Naufal, ada Rio Haryanto menjadi orang Indonesia pertama yang berada di balik kemudi jet darat F1. Rio selain berprestasi adalah sosok yang amat religius. Ia rajin shalat tahajud dan ayat kursi menjadi ayat Alquran favoritnya. Bahkan, Rio memiliki kebiasan unik yakni selalu menempelkan ayat kursi di kemudi mobil balapnya.

Lalu ada nama Gamal Albinsaid yang baru berusia 25 tahun saat mendirikan Klinik Asuransi Sampah. Gerakannya menginspirasi. Orang-orang cukup berobat di kliniknya dengan menukarkan sampah. Karyanya sudah diakui dengan ganjaran penghargaan Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards yang diserahkan langsung Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles di Istana Buckhingham pada tahun 2014.

sumber: jawa pos, kompas, detik.com