(021) 546343778

Nikmatnya Kuliner Unik Idul Adha

INSPIRASI
Kambing bakar balanga sumber Dreamcoid

Indonesia yang terdiri atas berbagai macam jenis suku, bahasa, dan budaya memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam merayakan Idul Adha. Tradisi ini berjalan beriringan dengan budaya dan adat setempat. Begitu pula kuliner yang dihidangkan selama hari Idul Adha. Masing-masing daerah mempunyai keunikan tersendiri.

Masyarakat biasanya mengolah berbagai jenis hidangan berbahan dasar kambing yang pada hari pemotongan sangat melimpah. Hidangan seperti sate, tongseng, gulai dan sop sudah menjadi kuliner yang pada umumnya dimasak. Lalu, adakah kuliner khas unik lainnya yang biasa disajikan di momen perayaan Idul Adha?

1. Kari kambing
Aceh, si Negeri Serambi Mekah ini biasanya menghidangkan kari kambing saat perayaan Idul Adha. Kari kambing bahan utamanya daging kambing dengan cita rasa bumbu serta rempah yang mencerminkan masakan ini berasal dari Aceh. Selain itu, biasanya masyarakat Aceh juga menghidangkan daging asam keueung dan sie reuboh (daging yang dimasak dengan cuka). Walaupun nantinya juga ditambah dengan sup daging atau rendang (masakan daging rendang).

Selain daging, juga terdapat beberapa makanan yang sering disediakan, seperti tapai (makanan dari ketan yang telah dipermentasikan), leumang (makanan dari ketan yang dimasukkan dalam bambu, kemudian dimasak dengan cara dipanggang menggunakan api yang besar), serta timpan (makanan khas Aceh, dibuat dari tepung dan dibalut dengan daun pisang muda).

2. Cincang Kambing
Sementara masakan cincang kambing biasanya ada di daerah Sumatera Barat. Biasanya, masyarakat Sumbar membuat cincang kambing dengan menggunakan bumbu masak dari gilingan berbagai rempah yang berwarna merah, dan ada sedikit pengaruh rasa India.Penggunaan jumlah cabai yang banyak dan bumbu rempah yang melimpah menjadikan makanan ini memiliki cita rasa yang pedas.

3. Rabeg
Bergeser ke pulau Jawa, rabeg jadi masakan olahan kambing khas Banten yang cukup unik. Tidak terbuat dari daging kambing namun bagian jeroan atau isi perut dari kambing, membuat rabeg membutuhkan keahlian untuk mengolahnya. Jika salah dalam mengolahnya maka bukan rabeg lezat yang dihasilkan melainkan rabeg yang masih berbau perengus.

Ada teknik mereka dalam mengolahnya agar tidak bau prengus dan alot, yaitu mencucinya hingga bersih dan merebusnya di atas api yang besar dengan campuran salam dan lengkuas yang sudah dirajang,” tuturnya.

4. Kambing Bakar Balanga
Sementara du Sulawesi khusunya Gorontalo, masakan khas Idul Adha adalah kambing bakar balanga. Masakan ini merupakan yang diadaptasi dari hidangan luar negeri seperti arab. Nah, masyarakat Gorontalo biasanya menyantap daging bakar balanga bersama nasi kebuli.

Yang menarik, hidangan ini disebut kambing bakar balanga karena proses membuatnya menggunakan balanga, yaitu wadah yang terbuat dari tanah liat ataupun besi. Kambing Bakar Balanga diproses di atas wajan atau balanga dengan api yang begitu pans. Bumbunya khas, dan disajikan dengan nasi kebuli, hasil akulturasi Timur Tengah.

5. Dodol Betawi
Adapun di Jakarta, kuliner khas Idul Adha adalah dodol betawi. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan hitam, ketan putih, dan durian. Proses pembuatan dodol betawi memakan waktu lama sekitar 8 jam.
Itu karena cara pembuatannya sangat tradisional mengunakan tungku dan kayu bakar. Bahan baku untuk membuat dodol sama yaitu beras ketan, gula merah, gula putih, dan santan kelapa. Kalau rasanya tidak diragukan lagi.

Dari semua masakan di atas, apakah sahabat tertarik membuat salah satu masakan Idul Adha untuk dihidangkan di rumah nantinya?

Tags Berita: # #