(021) 546343778

Tahun Baru, Semangat Baru

INSPIRASI
Inilah-Dalil-Puasa-Satu-Muharam

Luqman al-Hakim adalah sosok yang bijaksana. Kisahnya diabadikan dalam Alquran sebagai ayah yang menanamkan ketauhidan kepada sang putra. Bukti kebijakannya dalam menasihati menjadikan namanya diabadikan menjadi salah satu surah dalam Alquran.

Salah satu kunci kebijaksanaan Luqman adalah kegemarannya menyendiri. Ia adalah pribadi yang tahan berlama-lama duduk sendirian. Syahdan, suatu kala Luqman duduk menyendiri dalam bilangan waktu yang cukup lama.

Seorang temannya datang kemudian menegurnya, “Wahai Luqman, sesungguhnya kamu terus menerus duduk sendirian. Maka jika saja kamu duduk-duduk bersama manusia, niscaya itu lebih menjinakkan kalbu bagimu.”

Sebuah senyuman tersungging dari bibir Luqman. Dijawabnya perkataan temannya dengan lembut. “Justru tidak,” ucapnya ,”sesungguhnya lamanya kita sendirian adalah lebih memahamkan bagi pikiran dan lamanya berpikir adalah penunjuk ke jalan surga.”

Bagi Luqman, duduk lama menyendiri bukanlah berkhayal dan panjang angan-angan. Luqman memahami jika duduk lama menyendiri yang paling bermanfaat adalah tafakur, merenung. Bahkan boleh jadi duduk lama menyendiri dan larut dalam tafakur lebih baik daripada duduk ramai dalam majelis namun tak menambah kepahaman.

Tafakur mungkin menjadi barang langka dalam deru kesibukan rutinitas pekerjaan. Terlebih bagi mereka yang hidup di perkotaan metropolitan. Waktu seakan habis untuk mengurusi pekerjaan. Kebutuhan diri untuk bermuahasabah amat jarang mendapat kesempatan. Bahkan, perhatian kepada keluarga rasanya sebentar saja diberikan.

Sesungguhnya yang diperlukan hanyalah momentum. Salah satu momentum paling tepat dalam menelisik diri adalah awal tahun baru Hijriyah. Datangnya bulan Muharam menjadi pengingat diri. Semacam rem terhadap kesadaran insan, sudahkah ia mengerjakan tugasnya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di bumi dengan baik?

Betapa besar balasan bagi orang-orang yang menyisihkan waktu untuk merenungi ciptaan Allah SWT. Untuk mengingat Allah SWT sesibuk apapun dia. Rapat-rapat maraton di perkantoran tak membuat lisannya berhenti berzikir. Tugas-tugas atasan yang menumpuk yang membuat hatinya terus mendesirkan asma Allah. Karena berzikir, bermuhasabah, berkontempelasi sesungguhnya bisa dilakukan kapan saja.

Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berabring dan mereka memikirkan tantang penciptaan langut dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,'”. (QS Ali Imran [3]: 191).

Mari jadikan momentum datangnya bulan Muharam sebagai momentum tafakur. Selalu kita ingat perkataan masyhur dari Khalifah Umar bin Khattab RA, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab kelak pada hari kiamat”.

Menghisab, menghitung, bermuhasabah, adalah upaya untuk menjaga kesadaran. Agar, jangan sampai tujuan utama perjalanan kita di dunia sebagai hamba dan khalifah melenceng. Karena apapun saja yang kita perbuat di dunia ini, Allah SWT akan secara adil membalasnya di pengadilan akhirat kelak.

Allah SWT berfirman, “(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya.” (QS Ali Imran [3]: 30).

Awal tahun baru Hijriyah adalah saatnya mengevaluasi diri. Menghitung capaian, mengkritik diri sendiri karena kemalasan, kemudian kembali melecut diri dengan target-target agar menjadi pribadi sukses dunia dan akhirat. Momentum muhasabah ini tentu harus kita rawat hingga bertemu lagi Muharam tahun depan. Agar, muhasabah tidak hanya menjadi ritual tahunan yang tak menyisakan bekas dalam hati. Hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin menyambut tahun baru Islam. Tentu bukan itu yang kita inginkan.

Momentum Muharam adalah pengingat bahwa Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk menjadi umat terbaik. Tentu dengan menunjukkan prestasi terbaik sepanjang tahun, sepanjang masa hingga maut akhirnya datang mengetuk pintu. Selamat datang tahun baru Hijriyah, selamat datang pribadi baru dengan lecutan semangat baru.