(021) 546343778

Wakaf untuk Bunda, Ruang Berbakti Kepada Bunda yang Nilainya tak Putus-putus

INSPIRASI
Hadiah di hari Ibu

Mari kita berkunjung pada kisah tentang Uwais al-Qarny, seorang tabiin di zaman Rosulullah. Sepintas, penampilannya tak mencirikan ia orang yang istimewa. Justru ia hidup miskin dan pakaiannya kusut. Meski begitu, nama tersebut sangat spesial di hati Rosulullah.

Rosulullah begitu menggambarkan jelas ciri-ciri sosok Uwais yang pada masanya akan hadir sebagai sosok istimewa. Rosulullah pernah bersabda, “Suatu saat akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan kafilah dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.” (HR Muslim).

Sahabat nabi pun heran dan bertanya-tanya, siapakah sosok yang memiliki keistimewaan ini? Sahabat Rosulullah, Umar bin Khattab RA menjadi saksi sabda Nabi SAW. Ketika musim haji, Umar menemui rombongan kafilah dari Yaman. Umar bertanya kepada setiap orang apakah ada seseorang bernama Uwais dalam rombongan tersebut.

Umar bertanya, “Apakah engkau bernama Uwais bin ‘Amir dari Muran dari Qarn?”. Uwais menjawab, “benar.”

Umar melanjutkan, “Apakah engkau pernah memiliki penyakit kulit kemudian sembuh dan tersisa hanya sebesar satu dirham?” Uwais kembali menjawab, “Iya benar.”

“Apakah engkau memiliki seorang ibu?” tanya Umar lagi. “Iya aku memiliki seorang ibu,” kata Uwais. “Doakanlah aku,” ujar Umar. “Karena Rasulullah SAW pernah bersabda jika aku bertemu engkau, aku diminta meminta doa darimu.” Maka Uwais pun mendoakannya.

Belajar dari sosok Uwais. Mungkin bagi rombongan kafilah haji Yaman, dia bukan siapa-siapa. Tak berpengaruh seperti ulama, penguasa atau saudagar kaya. Bahkan, rombongan tersebut sempat menjawab,”Kami tinggalkan ia dalam keadaan miskin.”

Uwais memang terlihat biasa di mata manusia, namun tidak di mata Allah. Rosulullah bahkan meminta para sahabatnya untuk meminta doa pada Uwais jika bertemu. Mengapa Uwais begitu istimewa? Menurut para ulama, kedudukan istimewa Uwais karena baktinya pada sang ibu.

Ibunya sudah tua dan renta namun Uwais begitu sayang dan melayani ibunya. Ternyata bakti kepada sang ibu bukanlah amalah setitik yang ringan pahalanya. Bakti ini menjadi musabab seseorang diangkat derajatnya begitu tinggi hingga mengalahkan kemuliaan para sahabat.

Namun hari ini kerap kita temui anak muda yang menganggap ibu sebagai wanita renta yang mengatur kehidupan mereka. Bahkan sesekali dengan mudah mengeluarkan umpatan kepada ibu. Padahal, sekadar mengeluh ah, uh, huh dan sejenisnya adalah larangan keras.

Meski sebagai manusia, ibu tentu memiliki kekurangan. Namun, sebesar apapun kekurangan tersebut, kita tak bisa menghilangkan garis nasab jika ia adalah ibu kita. Selama ibu masih memiliki iman, tak ada satu alasan untuk tak taat kepadanya.

Marilah sesekali bertanya kepada ibunda. Apakah kita, sebagai anak sudah memberikan cukup ketenangan batin kepadanya. Ataukah, jangan-jangan kita menjadi bebannya yang ia bawa dalam setiap tahajudnya.

Maka, sungguh tak pantas seseorang menyia-nyiakan ibunya. Karena di dalam lisan ibu, ada ridha Allah. Di dalam lisan ibu pulalah ada murka Allah bersamanya. Di dalam doanya pun ada sifat makbulnya doa ibunda.

Maka, tak ada kata terlambat bagi kita untuk berbakti. Allah menyiapkan ruang-ruang kita untuk berbakti. Caranya, tentu dengan menjadi sosok yang saleh di mata Allah, kemudian kita doakan kebaikan bagi orang tua.

Sahabat Yatim juga membuka ruang-ruang berbakti kepada ibu dengan pahala yang terus mengalir dan tak akan putus, yakni Program Wakaf Pesantren Tahfidz. Wakaf adalah amal jariah yang nantinya akan menolong ibu di akhirat karena amal tidak akan terhenti.

Dengan kampanye “Saatnya Beri Kado Terindah Berupa Rangkaian Pahala Tanpa Putus untuk Bunda Tercinta”, kita sebagai anak dapat mewakafkan atas nama ibunda dengan nilai satu lembar sertifikat Wakaf Rp 1.000.000. Donatur dapat berpartisipasi dalam kampanye ini melalui Rekening Wakaf Bank BRI 2136 0100 0174 305 atau CIMB Niaga Syariah 7042 858 999 atas nama Yayasan Sahabat Yatim Indonesia dan konfirmasi call center Sayati di 021-53126107.

Masihkah kita menyia-nyiakan kesempatan besar untuk berbakti ini? Pulanglah dan dekaplah ibu kita dan beri kado untuk mereka yang nilainya tak putus-putus. Aamiin..