Site icon Sahabat Yatim

Aksi Nyata Sahabat Yatim: Bersih-Bersih MCK hingga Program Gizi di Pengungsian Lubuk Sidup

Bersih, Sehat, dan Bangkit Bersama di Pengungsian Lubuk Sidup
Aceh Tamiang. 

Di tengah sunyi yang tertinggal setelah bencana, Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, masih berjuang memulihkan diri. Posko pengungsian menjadi rumah sementara bagi puluhan keluarga yang terdampak. Di tempat inilah, Selasa, 07 Januari 2026, Sahabat Yatim hadir membawa lebih dari sekadar bantuan hadir membawa kepedulian, harapan, dan semangat untuk bangkit bersama.

Melalui rangkaian kegiatan Bersih Bersih MCK, Berbagi Makanan Bergizi, dan Bangkit Bersama (Menanam Sayur), Sahabat Yatim berupaya menjawab kebutuhan mendasar para pengungsi, baik dari sisi kesehatan, gizi anak, hingga pemulihan mental dan kemandirian warga.

Kegiatan Bersih Bersih MCK menjadi langkah awal yang krusial. Sebanyak 70 Kepala Keluarga di pengungsian Lubuk Sidup merasakan dampaknya. Di tengah keterbatasan fasilitas, relawan Sahabat Yatim bersama warga bergotong royong membersihkan MCK yang menjadi kebutuhan vital sehari-hari. Dengan alat seadanya, lantai disikat, saluran air dibersihkan, dan lingkungan sekitar dirapikan. MCK yang bersih bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal menjaga kesehatan dan kebersihan para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia. Dari aktivitas sederhana ini, tumbuh kembali rasa aman dan nyaman di tengah situasi sulit.

Kegiatan berlanjut kepada anak-anak. Melalui Berbagi Makanan Bergizi, sebanyak 40 anak pengungsi menerima bubur kacang hijau hangat dan susu bernutrisi. Di balik semangkuk bubur dan segelas susu, tersimpan harapan agar anak-anak tetap sehat, kuat, dan ceria meski harus menjalani hari-hari di pengungsian. Senyum polos dan mata berbinar mereka menjadi pengingat bahwa perhatian kecil dapat memberi dampak besar bagi tumbuh kembang dan semangat anak-anak korban bencana.

Tak berhenti di situ, Sahabat Yatim juga mendorong pemulihan jangka panjang melalui program Bangkit Bersama (Menanam Sayur). Sebanyak 9 remaja Lubuk Sidup terlibat aktif menanam sayuran menggunakan polybag. Di atas lahan yang belum sepenuhnya pulih, kangkung, bayam, sawi, dan cabai mulai tumbuh sebagai simbol harapan baru. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para remaja untuk kembali produktif, belajar mandiri, dan membantu ketahanan pangan keluarga di tengah masa pemulihan pasca banjir bandang.

Dari MCK yang kembali layak, makanan bergizi yang menguatkan anak-anak, hingga benih sayur yang ditanam dengan doa, semua menjadi bukti bahwa kebangkitan bisa dimulai dari langkah kecil. Sahabat Yatim percaya, dengan kebersamaan dan kepedulian, luka akibat bencana dapat perlahan disembuhkan. 

Semoga ikhtiar untuk bangkit kembali pasca musibah Sumatera yang melanda salah satunya masyarakat Lubuk Sidup Aceh, dan semoga terus bisa menumbuhkan harapan bagi masyarakat Lubuk Sidup, Aceh Tamiang.

Exit mobile version