Site icon Sahabat Yatim

Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak usia dini

Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak usia dini – Kreativitas si kecii memang bisa dikembangkan lewat aktivitas bersama. Sebagai contoh, Anda dapat memperkenalkan beberapa jenis simbol huruf dan angka seperti yang tertera pada buku resep.

Dari sini, setelah dia mengenal beberapa huruf tertentu, sedikit demi sedikit si kecil dapat Anda ajarkan
untuk membaca. Kreativitas si kecil Iainnya yang ikut terasah adalah kemampuannya untuk bertukar pikiran. Ya, pada saat proses memasak itu berlangsung, si kecil mungkin akan melontarkan berbagai pertanyaan sekaligus pendapat. Mengapa bawang merah yang Anda goreng menjadi berubah warnanya? Atau, dia tidak setuju bila Anda mengangkat pisang gorengnya terlalu cepat karena dia menyukai yang berwama cokelat gelap. Alasan yang Anda kemukakan bisa memicunya untuk melontarkan sanggahan ataupun pendapat pribadi. Semua ini akan menjadi sebuah ajang diskusi tersendiri bagi keluarga Anda.

Melalui kegiatan memasak bersama, keingintahuan si kecil juga akan terpicu. Misalnya, ketika dia melihat bahwa ada bahan makanan yang dapat diperoleh dari hewan, yakni telur dan susu. Sementara itu, ada pula bahan makanan lain yang didapat dengan cara memetik dari tumbuhan, seperti tomat, cabai, atau kembang kol. Dari sini, wawasan si kecil juga akan bertambah kaya dengan pengetahuan tentang bagaimana bahan-bahan makanan itu diangkut hingga sampai ke dapur.

Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak usia dini

Dengan memberinya kesempatan menguleni adonan roti, misalnya, berarti Anda membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar si kecil. Dan sebaliknya, ketika dia mencoba untuk memecahkan sebutir telur sebelum diolah menjadi dadar, tanpa disadari, ini akan membantunya dalam meningkatkan kemampuan motorik halusnya.

Khususnya, dalam mengkoordinasikan kesepuluh jari-jari tangannya dengan lebih sempurna. Dan, tahukah Anda bahrva dalam seluruh Proses kegiatan masak-mcmasak ini. si kecil pun belajar matematika sederhana? Tidak hanya Pada saat membantu Anda memotong-motong bahan baku masakan seperti kentang, tapi juga dalam keseluruhan proses itu sendiri. Dia akan melihat bahwa Anda
menggunakan berbagai macam alat, dengan beragam bentuk dan ukuran.

Ada gelas, baskom Plastik. Panci. penggorengan, mangkuk, piring ceper, dan lain-lain. Bukankah itu semua merupakan sarana bagi si kecil untuk belajar geometri? Nah, melihat begitu banyak manfaat yang “tersembunyi” di balik kegiatan masak-memasak ini, boleh juga Anda segera memulai mengajaknya “turun ke dapur”.

Majalah Ayahbunda

 

Exit mobile version