Perjuangan melawan kanker bukanlah perjalanan singkat. Ia menuntut kekuatan fisik, keteguhan hati, dan dukungan yang berkelanjutan. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dialami para ibu dhuafa, perjuangan tersebut menjadi jauh lebih berat. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Sahabat Yatim kembali menunaikan amanah kebaikan dengan membahagiakan ibu-Ibu Dhuafa Penyintas Kanker yang dilaksanakan pada Kamis–Sabtu, 29–31 Januari 2026.
Program ini dilaksanakan secara langsung ke rumah tinggal masing-masing penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Ngemplak, Playen, dan Ponjong (Kabupaten Sleman dan Gunungkidul) Yogyakarta. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan dapat dirasakan secara personal, tepat sasaran, dan penuh empati.
Menyapa Tiga Ibu Tangguh Penyintas Kanker
Dalam implementasi kali ini, sebanyak tiga orang penerima manfaat mendapatkan bantuan yang diperuntukkan untuk menunjang kebutuhan pengobatan dan kontrol rutin ke rumah sakit. Ketiganya merupakan penyintas kanker payudara yang saat ini masih menjalani pengobatan medis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Mereka adalah Ibu Lestari Budiarti, Ibu Sri Aryani, dan Ibu Alimah Wahyuni, tiga sosok ibu tangguh dengan kisah perjuangan yang berbeda, namun memiliki kesamaan: bertahan di tengah keterbatasan demi melanjutkan ikhtiar kesembuhan.
Ibu Lestari Budiarti, seorang ibu tunggal, baru saja menjalani opname selama satu minggu karena kemoterapi. Untuk setiap kontrol ke rumah sakit, beliau harus menggunakan transportasi umum, naik bus dan dilanjutkan dengan ojek daring. Kondisi ini terjadi karena satu-satunya anak beliau bekerja sebagai satpam dan tidak selalu dapat mendampingi. Saat ini, kebutuhan nutrisi tambahan seperti susu Peptisol menjadi sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan.
Sementara itu, Ibu Alimah Wahyuni tengah menghadapi kondisi kesehatan yang kian menantang. Penyakit kanker yang dideritanya telah menjalar ke ketiak dan paru-paru sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan. Di tengah kondisi tersebut, beliau harus berpisah tempat tinggal dengan suami dan berjuang memenuhi kebutuhan tiga orang anak. Pekerjaan antar-jemput anak yang sempat beliau jalani terpaksa dihentikan karena intensitas kontrol rumah sakit yang tinggi.
Berbeda lagi dengan kisah Ibu Sri Aryani. Selain menjadi ibu tunggal yang masih menanggung anak kuliah, beliau juga mendedikasikan dirinya membantu pasien lain dalam mengurus administrasi rumah sakit. Di tengah sakit yang ia rasakan, masih ada kepedulian yang ia berikan.
“Saya sudah niatkan sisa usia saya untuk membantu para pasien kanker, supaya mereka bisa menjalani perawatan dengan baik,” tutur Ibu Sri Aryani.
Menguatkan Ikhtiar, Menjaga Harapan
Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban biaya pengobatan sekaligus menguatkan mental dan semangat juang para penerima manfaat.
Kedepannya, Sahabat Yatim akan terus memberikan bantuan guna untuk berikhtiar menjaga semangat hidup para ibu-ibu penyintas kanker, serta memberikan dukungan lanjutan agar ikhtiar pengobatan dapat terus optimal.
Terima kasih kepada seluruh Sahabat dermawan atas kepercayaan dan kepedulian yang telah dititipkan. Semoga setiap kebaikan menjadi amal jariyah yang menguatkan mereka yang sedang berjuang.

