Site icon Sahabat Yatim

Cerita pengalaman ibu saat melahirkan dari Ami gumelar

Cerita pengalaman ibu saat melahirkan dari Ami gumelar

Kehamilanku diketahui saat aku dan suamiku berencana liburan ke Amerika Serikat.. Rencananya kami akan berangkat setelah Taufik –atlet bulutangkis Taufik Hidayat selesai bertanding di Asian Games. Tiket pesawat sudah di tangan dan hotel sudah dipesan. Kami bersemangat menyambut perjalanan itu. Tiba-tiba aku sadar, sudah lebih dari seminggu belum haid juga. Aku membeli empat testpack sekaligus agar lebih mantap. Keempatnya menunjukkan hasil sama, positif! Suamiku senang bukan main. la menyarankan aku memeriksakan diri ke dokter. Demi menjaga kandungan,
akhirnya kami membatalkan liburan.

Wejangan dan saran dari orangtua kunikmati dan kuturuti.. pada dasarnya aku penurut, Namun selain itu aku takut kualat, hahaha! Maka,secara rutin aku minum air rebusan kacang hijau yang dipercaya bisa menebalkan rambut bayi. Aku rajin meneguk air kelapa hijau supaya kulit bayi bersih. Selain itu, ibu membekaliku peniti dan gunting. Ke mana pun pergi aku harus menyematkan peniti di pakaian dalam dan membawa gunting di tas tangan. Katanya agar janin aman.

Cerita pengalaman ibu saat melahirkan

Aku memilih dokter yang komunikatif dan informatif, serta perawat yang berpengalaman.. Semua kriteria tersebut ada pada Rumah Sakit Bersalin Asih di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di RS itulah Natarina Alika Hidayat, kini 4 tahun, yang kami panggil Ata, lahir normal, 3 Agustus 2o07 dengan berat 3,5 kg dan panjang 50 cm. Rambutnya hitam dan tebal. Apakah itu berkat rebusan kacang hijau atau mewarisi rambutku yang hitam tebal, aku tidak tahu. Sesuai saran ibu, aku memakaikannya popok kain, bukan pospak. Bayi baru lahir, kata ibu, sebaiknya memakai popok kain selama belum puput pusar, kurang lebih 4o hari. pertimbangannya agar kuljt di sekitar pusar tidak iritasi. Aku tidak memakaikannya gurita karena dilarang oleh dokter.

Seluruh tenaga dan pikiran kucurahkan untuk mengurus Ata, tanpa bantuan baby sitter.. Aku ingin ia memperoleh yang terbaik. Kuberi Ata ASI selama 2 tahun. Ternyata kami mengalami kesulitan ketika harus menyapihnya menggunakan susu UHT. Makanan pertama Ata adalah perasan sari buah. Jika ia sakit, aku selalu ingat pengobatan tradisional yang diturunkan oleh ibu. Kalau Ata batuk, kuberi perasan jeruk nipis dicampur kecap. Saat masuk angin, aku baluri tubuhnya dengan bawang merah dicampur minyak kelapa. Tentu saja Ata mendapat seluruh imunisasi seperti yang dianjurkan dokter. Aku bahagia bisa menyusui, memandikan, memakaikan baju, mengganti popok, menidurkan, dan bangun tengah malam . Baru pagi pukul o5.oo, aku minta bantuan asisten rumah tangga menggendong dan mengawasi Ata hingga pukul o7.oo, agar aku bisa tidur lelap.

Majalah Ayahbunda

 

Exit mobile version