Site icon Sahabat Yatim

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak

faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak:

1.Karena teman
Seorang peneliti asal Amerika Judith Rich Harris malah berpendapat bahwa kepribadian anak kebanyakan dibentuk oleh teman-teman usia sebaya -yang tentu saja tidak dapat dikontrol oleh Anda ketika anak Anda masih bayi. Beberapa pakar psikologi juga berpendapat pada pendekatan peer group -bahwa kepribadian seseorang juga dibentuk oleh orang lain -dan Iingkungan sekeliling- bereaksi terhadap orang tersebut. Dan reaksi orang di sekitarnya itu akan dipantulkan kembali dan dimasukkan ke dalam kepribadian si anak. Jadi reaksi ping-pong dari orang di sekitarnya juga akan membantu pembentukan kepribadian anak.

Peran ibu dan ayah adalah dengan menyamankan perjalanan, tumbuh kembang si kecil di dunia ini dan memperkaya anak dengan sejak bayi memberinya ruang untuk mengeksplor lingkungan luar yang terbaik, dengan dorongan semangat penuh dan memberinya keyakinan. Dr. Frank menyarankan pula agar ibu dan ayah menyadari betul bahwa kita tidak sepenuhnya bertanggungjawab pada kepribadian sang anak kelak.

Tentu saja kita tidak pasrah begitu saja dalam pembentukan kepribadian anak, namun penting pula disadari bahwa orangtua harus dapat melepaskan diri dari rasa bersalah dan kecemasan berlebihan dalam pengasuhan anak. Ibu dan ayah diharapkan bisa lebih santai dan lebih matang dalam berpikir, diharapkan menjadi lebih rileks karena tidak semua hal kecil yang kita lakukan atau tidak kita lakukan
secara langsung memberikan konsekuensi penting dalam pembentukan kepribadian anak.

faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak

2.Bukan lagi debat
Dengan fakta bahwa semua sifat perilaku manusia adalah diwariskan, maka menurut pakar psikologi AS, Eric Turkheimer, perdebatan antara apakah karakter anak itu ‘bawaan lahir’ atau kerena bentukan lingkungan, sudah tidak berlaku. Ilmu genetika modern menunjukkan bahwa kepribadian anak dipengaruhi sejak bayi oleh faktor alamiah dan faktor lingkungan.

Pertemuan antara faktor alamiah dan faktor lingkungan dalam kepribadian memang masih terus diteliti oleh para ahli. Sejak masa prakonsepsi, ketika janin kemudian hadir di rahim ibu dan kemudian lahir, gen setiap bayi bayi bergerak merespons sekelilingnya dan bagaimana ia hidup. Dan itulah yang kita semua lakukan, bereaksi dan hidup

Majalah Ayahbunda

 

Exit mobile version