Sahabat Yatim

Muda, Cantik dan Sukses berbisnis, Kata itu layak di sandangkan untuk gadis ini

andinaAndina Nabila Irvani, Sepatu lukis ciptaannya tak hanya memberi pilihan berbeda bagi wanita dalam berpenam- pilan cantik.

Karya apiknya itu juga menyuntikkan kepercayaan diri bagi pemakainya. menciptakan alas kaki indah yang tak banyak beredar di pasaran. Berbagai model dengan lukisan indah di sepatu membuat pemakainya makin percaya diri.

Andina pun memberikan tampilan berbeda pada penampilan wanita dengan harga yang terjangkau.

Bermula dari Keperluan Pribadi :

Bisnis sepatu lukis wanita berawal dari hobi lukisnya sejak kecil. Karya awalnya itu lalu diberikan pada sang kakak yang kemudian menggunakannya ke kampus. Responsnya luar biasa. Banyak teman sang kakak yang tertarik dengan sepatu tersebut dan ingin memesan pada Andina. Tawaran yang semula ditanggapi sebagai

keisengan semata pada 2008, kemudian berubah menjadi keseriusan bisnis mengingat pesanan yang terus berdatangan.

Selain memenuhi pesanan, Andina juga memasarkan sepatu lukisnya melalui berbagai pameran dan penjualan melalui mulut ke mulut yang dibantu oleh kakak serta adiknya. Di luar itu, penjualan melalui online pun terus digencarkan. Pada awal pemasaran,

Andina menggunakan label Spotlight yang kemudian membesarkan usahanya. Sayang, ketika ingin dipatenkan di HAKI, nama tersebut sudah ada yang memakainya. Alhasil, Andina menggantinya dengan label Slight yang memiliki tagline Art to Wear yakni art yang bisa dipakai sehari-hari.

Guna mendongkrak pemasaran sepatu lukisnya lebih luas, Andina kemudian bekerja sama dengan temannya yang jago mengurus website. Melalui jasa sang teman, ia dibuatkan blog. Tak disangka, respons dari masyarakat sangat positif. Pelanggan Slight tak hanya dari Jakarta, tapi iuga hingga Papua.

Hasil menggembirakan selama berjualan online membuat Andina sedikit memiliki tabungan. la pun meminta sang teman untuk membuat website yang menjangkau peniualan sepatu lukisnya lebih luas. Untuk memperluas branding, website yang dikelola pun memaksimalkan fungsi SEO (Search Engine Optimization). Dengan fungsi tersebut, ketika pengguna mesin pencarian mengetik keyword sepatu wanita, nama Slight akan terdeteksi.

Diakuinya, fungsi tersebut sangat membantu promosi Slight lebih luas lagi. Di luar itu, memaksimalkan penggunaan social media mulai dari Twitter, Facebook, lnstagram, dan lainnya juga meniadi prioritas Andina. Makin Berkembang Perkembangan bisnis yang digeluti Andina memang cukup pesat. Usaha yang digeluti sejak ia berkuliah di Universitas Binus, Jakarta tersebut terus menunjukkan gairah positif hingga kini. Apalagi, pengaruh dunia online yang mempermudah jaringan pemasaran produknya membuat pelanggan Slight terus meluas hingga ke luar negeri.

Tentu hal tersebut menjadi pelecut bagi Andina untuk terus memajukan bisnisnya. Andina berujar bahwa di awal bisnisnya, sepatu yang digunakannya masih menggunakan sepatu iadi yang dibelinya di pasaran. Sejak 2013, Andina mendesain sendiri sepatunya yang kemudian dipesan kepada perajin yang ia pekerjakan sehingga bentuk sepatu dan detail yang ada sangat mencirikan brand. Selain mendesain sepatu, para perajin itu juga melukis di atas sepatu.

Kondisi itu merirang berbeda dengan sebelumnya. Di awal bisnisnya, Andina terlibat langsung dalam produksi. la mencari pemasok sepatu polos dan kemudian mencari ide untuk lukisan yang akan digoreskan di sepatu. Setelahnya, ia juga yang melukis di atas sepatu tersebut sekaligus memasarkan produknya.

Sesekali, ia dibantu sang kakak menyelesaikan produksi sepatu usai pulang kuliah. Pesanan yang terus bertambah membuat Andina kewalahan. la kemudian merekrut teman-teman sebagai karyawan. Namun karena kesibukan mereka, hal itu pun kurang efektif menyelesaikan produksi. Andina kemudian berinisiatif mempekerjakan orang-orang di sekitar rumahnya untuk membantu proses produksi.

Saat ini, Andina lebih banyak bekerja di belakang layar sebagai kreator. la mencipta ide untuk desain yang akan dilukis di sepatu. Setelah itu, ia akan menggambar dalam bentuk sketsa dan dicetak sebagai panduan para perajin di lapangan.

Indah Cahya – MusMagz

 

Exit mobile version