Kuasuh 6 Anak Yatim, Ini yang Terjadi Saat Usiaku 97 Tahun

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Hubungan keluarga bisa tercipta dan dijalin indah meski tak ada ikatan darah. Saat cinta dan ketulusan hati sudah berbicara, batasan apapun tak lagi jadi halangan. Dan yang tersisa hanyalah kehangatan dan kebahagiaan bersama.

Peng Yunsong, kisah kakek yang satu ini menyentuh hati banyak netizen. Dilansir dari shanghaiist.com, baru-baru ini ia merayakan ulang tahunnya yang ke-97. Perayaan ulang tahun ini tak dilaluinya seorang diri. Ada enam anak angkat yang secara khusus datang untuknya.

Saat usianya baru 35 tahun, Peng mengadopsi Yan Jingcheng yang kala itu baru berusia delapan tahun. Lalu 15 tahun kemudian, ia mengadopsi lima anak lagi: Guo Tingzhong, Zhang Xiuqing, Gao Yubin, Luan Jingtong, dan Liu Yuzheng. Keenam anak angkatnya itu berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

Foto: copyright shanghaiist.com

“Saat yang paling membahagiakan di masa kecilku adalah ketika kamu semua berdiri di depan pintu, melihat ke arah jalan menunggu ayah pulang,” kenang Gao Yubing, putra keempat Peng. “Ayahku selalu memakai seragam warna biru untuk bekerja. Setiap kali kami melihat seseorang berbaju biru jalan kaki di jalan, kami langsung senang sekali.” Setiap kali ada acara festival, Peng akan membawa makanan pulang makanan untuk dinikmati bersama. Meski tak banyak, setiap anak pasti kebagian. Dan hal itu jadi kenangan tersendiri bagi Gao.

Foto: copyright shanghaiist.comFoto: copyright shanghaiist.com

Saat anak-anaknya makin besar, Peng bekerja lebih keras untuk membiayai sekolah mereka. Peng sangat percaya kalau pendidikan itu sangat penting untuk anak-anak. Peng membeli lima ekor kambing. Setiap pagi, ia akan memerah susu kambing dan menjualnya ke pasar. Anak-anak angkatnya pun gantian membantu memerah susu kambing setiap paginya.

Namun, Peng melarang anak-anaknya untuk bekerja serabutan mencari uang. “Sekalinya mereka bisa dapat uang, mereka akan terus putar otak mencari ide baru untuk dapat uang lebih banyak lagi dan tidak fokus belajar,” ujar Peng. Rupanya Peng lebih mementingkan anak-anaknya bisa sekolah yang rajin dan benar supaya kelak masa depan mereka lebih baik.

 Guo Yingzhong, salah satu putra Peng bergabung ke militer saat berusia 16 tahun. Sebelum Guo berangkat, Peng diam-diam memasukkan yang 10 yuan ke kantung bajunya. Ketika Guo menemukan uang itu, ia menangis haru. Hidup pas-pasan membuat mereka sangat menghargai setiap uang yang didapat.

Sementara itu Peng selalu menolak jika mau dikenalkan dengan wanita untuk dijadikan istri. Ia hanya tak mau nanti istrinya malah menderita hidup bersamanya. Peng hanya ingin fokus membesarkan anak-anak angkatnya.

Foto: copyright shanghaiist.com

Di usianya yang ke-97 tahun, Peng tak lantas hidup berleha-leha. Ia masih bekerja empat jam sehari. Di waktu luangnya, dia juga menggunakan media sosial WeChat untuk mengobrol dengan anak-anak dan cucunya yang lain.

“Ayahku sudah melakukan banyak sekali kebaikan di hidupnya, itulah sebabnya umurnya bisa sepanjang ini,” ujar salah satu anak Peng. Di hari ulang tahun Peng yang ke-97 tahun, anak-anak juga cucunya berkumpul bersama. Mereka tak mau melewatkan hari istimewa itu begitu saja. Peng pasti bahagia sekali, ya Ladies.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!