Sahabat Yatim

Menguatkan Harapan Aceh Tamiang Pasca Banjir Sumatera

Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang meninggalkan duka mendalam dan tantangan besar bagi masyarakat terdampak. Rumah terendam, mata pencaharian hilang, dan rutinitas kehidupan termasuk pendidikan serta pembinaan keagamaan terpaksa terhenti.

Di tengah situasi tersebut, anak-anak yatim dan keluarga dhuafa rentan menjadi kelompok yang paling membutuhkan pendampingan. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Sahabat Yatim menyalurkan bantuan dalam rangkaian program kemanusiaan yang dilaksanakan pada Selasa, 17 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik terdampak, yakni Desa Lubuk Sidup, Desa Seuneubok Dalam, dan wilayah Sapta Marga, Aceh Tamiang. Program yang dijalankan mencakup Dapur Umum, Pendidikan Sekolah Darurat, Pertanian, dan Pembinaan Keagamaan sebagai upaya pemulihan jangka pendek hingga jangka panjang.

Bantuan Kemanusiaan Aceh

Dapur Umum untuk Menguatkan Ribuan Jiwa

Dalam fase darurat, kebutuhan pangan menjadi hal paling mendesak. Dapur Umum Sahabat Yatim menyalurkan bantuan makanan kepada 1.100 orang penerima manfaat. Hidangan hangat yang disajikan bukan sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga penguat fisik dan harapan bagi warga yang masih berjuang di tengah keterbatasan pascabencana.

Setiap porsi makanan adalah bentuk kepedulian dan amanah kebaikan dari para donatur, agar masyarakat terdampak dapat bertahan dan perlahan bangkit.

Menanam Harapan Lewat Pertanian dan Pendidikan

Tidak berhenti pada bantuan darurat, Sahabat Yatim juga menghadirkan Program pemulihan Pertanian yang menyasar 33 orang penerima manfaat, khususnya anak yatim dan remaja. Program ini dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan pertanian sederhana dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan berkebun sayuran, penanaman di lahan terbatas, serta penggunaan polybag, peserta diajarkan tentang kemandirian pangan, kerja keras, dan tanggung jawab terhadap alam sebagai amanah dari Allah SWT.

Di sisi lain, aktivitas belajar anak-anak kembali dihidupkan melalui Pendidikan Sekolah Darurat yang menjangkau 110 anak penerima manfaat. Di ruang belajar sederhana, anak-anak kembali membaca, menulis, dan belajar bersama. Sekolah darurat ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk memulihkan semangat belajar yang sempat terhenti akibat bencana.

Menguatkan Iman Melalui Pembinaan Keagamaan

Pemulihan pasca bencana tidak hanya menyentuh aspek fisik dan pendidikan, tetapi juga spiritual. Melalui Program Keagamaan, Sahabat Yatim membina 70 warga dengan kegiatan belajar Al-Qur’an, doa-doa harian, pembinaan akhlak, serta kajian dasar keislaman. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di posko pengungsian dengan suasana penuh kasih sayang dan kebersamaan.

Nilai-nilai keislaman ditanamkan sebagai sumber kekuatan batin agar masyarakat tetap tegar dan optimis menghadapi ujian.

Ikhtiar Bersama untuk Masa Depan Aceh Tamiang

Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Integrasi antara bantuan pangan, pendidikan, pertanian, dan keagamaan diharapkan mampu menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Program ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama guna memulihkan kehidupan pascabencana, menanam kebaikan hari ini untuk masa depan Aceh Tamiang yang lebih kuat, mandiri, dan bermartabat. Terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung ikhtiar kemanusiaan ini. Semoga setiap kebaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Exit mobile version