Sahabat Yatim

Panduan Sholat Idul Adha : Hukum, Ketentuan, Bacaan, dan Tata Cara

Salah satu sholat sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan adalah Sholat Idul Adha. Sholat Idul Adha merupakan sholat yang dilakukan oleh umat muslim di pagi hari pada Hari Raya Idul Adha secara berjamaah. Dalam pelaksanaannya sholat ini dilakukan di tempat terbuka atau di tanah yang lapang karena banyaknya jumlah jamaah yang hadir. 

Namun jika dalam kondisi darurat seperti kasus penyebaran Covid 19 saat ini, dalam pelaksanaanya bisa dilakukan di rumah dengan sedikit jamaah. Pada saat kondisi seperti inilah kita menemui uzur yang nantinya menciptakan keringanan, seperti adanya kewajiban menjaga jarak dan pembatasan sosial satu sama lain.

Adapun tata cara sholat Idul Adha sama seperti sholat Idul Fitri, perbedaannya hanya terletak pada niat bacaannya saja. Sedangkan waktu pelaksanaan Sholat Idul Adha dilaksanakan setelah matahari terbit. 

Disamping itu, di dalam sholat Idul Adha juga terdapat khutbah, seperti halnya pada sholat Jumat. Adapun hal yang membedakannya terletak pada waktu pelaksanaanya. Sholat jumat waktu khutbahnya terletak sebelum sholat dilaksanakan, sedangkan pada sholat Idul Adha waktu pelaksanaan khutbah terletak pada setelah dilakukannya sholat. 

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai sholat Idul Adha mulai dari hukum hingga tata cara pelaksanaanya simak ulasanya dibawah ini.

Hukum Sholat Idul Adha

أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

Hukum sholat Idul Adha adalah sunah muakkad bagi orang yang ada di dalam rumah, perjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan, hal ini dijelaskan dalam Kitab Bughyatul mutathowwi’ fii Sholatit tathowawwu, karya Muhammad bin Umar bin Salim Abzmoul. Pengertian sunah muakkad menurut Ulama hanafiyah ialah semakna dengan yang wajib. Namun, tingkatannya sedikit dibawah fardhu, yaitu sesuatu yang ditetapkan dalil namun masih memiliki kesamaran, atau artinya pengerjaannya sangat dianjurkan atau sunah yang ditekankan pelaksanaannya. Mengingat ibadah sholat Idul Adha hanya dilakukan sekali dalam setahun, sehingga sangat sayang jika dilewatkan.

Ketentuan Sholat Idul Adha

bacaan sholat ied

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Waktu pelaksanaan Idul Adha ialah pada tanggal 10 Dzulhijah dimulai dari matahari terbit atau sekitar pukul 6 pagi hingga sebelum dhuhur atau matahari condong kearah barat (Zawal). Namun, waktu pelaksanaan sholat Idul Adha yang paling utama dilakukan yaitu setelah matahari setinggi tombak. 

Jumlah Rakaat Sholat Idul Adha

Jumlah raka’at dalam sholat Idul Adha ialah dua raka’at. Tata caranya hampir sama dengan sholat wajib, namun ada sedikit perbedaan. Selain itu, anjuran dalam melaksanakan shola ied, baik Idul Adha maupun Idul Fitri adalah melewati jalan pulang yang berbeda dengan jalan berangkat sholat, hal ini dimaksudkan akan menambah pahala.

Disamping itu, di dalam sholat Idul fitri dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat melakukan sholat, hal ini berbeda dengan sholat idul Adha, anjuran lainnya yaitu mandi dan mengenakan pakaian terbaik. Dalam sholat Idul Adha kita juga dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu, hal ini sesuai dengan riwayat hadits dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata

“Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat sholat ‘ied pada hari Idul fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya” 

HR. Ahmad 5/352. Syaikh Syu’aib Al Arnauth

Bacaan Sholat Idul Adha

Sholat Idul adha dapat dilakukan secara berjamaah, Bersama keluarga, atau sendiri. Mengingat saat ini masih terjadi pandemi Covid 19 maka tiap muslim bebas memilih hendak melakukan sholat secara munfarid atau berjamaah, hal ini bergantung pada jumlah dan tingkat penularan kasus corona di daerah setempat.

Adapun bacaan niat sholat Idul Adha sebagai berikut

Niat Sholat Idul Adha Berjamaah

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) للهِ تَعَالَى

Arab latin: Usholli sunnatan ‘iidil adha rok’ataini mustaqbilal qiblati (mamuman/ imaaman) lillahi ta’aalaa

Yang artinya : “ Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/ imam) karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Idul Adha Sendiri/Munfarid

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى

Arab latin: Usholli sunnatan ‘iidil adha rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’aalaa.

Yang artinya : “ Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Sholat Idul Adha

Pada pelaksanaan sholat Idul Adha secara berjamaah, sebelum sholat akan dipandu oleh seorang muraqi/ bilal. Bilal bertugas memandu perjalanan mulai dari awal sampai selesai khutbah. Di samping itu, dalam sholat Idul Adha tidak di sunahkan adzan dan iqamah, oleh karena itu sebagai gantinya bilal akan menyerukan bacaan nida’

ًاَلصَّلَاةُ جَامِعَة

Arab : Asholatul jaami’ah

Hal ini sesuai dengan kesepakatan dari 3 imam yakni Abu Hanifah, Syafi’I, dan Imam Ahmad)

Selanjutnya jamaah berdiri dan melaksanakan sholat Idul Adha dengan tata cara sebagai berikut: 

  1. Niat 

Dalam pengucapan niat dilaksanakan bersamaan dengan Gerakan Takbiratul Ihram, namun disunnahkan melafalkannya sebelum takbiratul ihram.

  1. Takbirartul ihram
  2. Membaca doa iftitah
  3. Takbir tujuh kali di rakaat pertama 

Bacaan doa diantara dua takbir 

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Arab latin: Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Yang artinya: “ Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar”

  1. Membaca Al-fatihah
  2. Membaca salah satu ayat/ surat dalam Al-Quran

Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-A’la, sedangkan pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah

  1. Ruku’
  2. I’tidal
  3. Sujud pertama
  4. Duduk di antara dua sujud
  5. Sujud Kedua
  6. Berdiri dan takbir lima kali untuk rakaat kedua

Ketentuan adanya tujuh takbir dalam rakaat pertama, dan lima takbir dalam rakaat kedua dalam sholat Idul Adha terdapat di dalam Mahdzab Syafi’I, yang dikutip dari buku Fiqih Islam Wa Adilatuhu karya Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili.

  1. Membaca surah Al-Fatihah
  2. Membaca salah satu surat /ayat didalam Al-Qur’an
  3. Ruku
  4. I’tidal
  5. Sujud pertama
  6. Duduk diantara dua sujud/ duduk iftirasy
  7. Sujud kedua 
  8. Duduk tasyahud akhir
  9. Salam

Hal Perlu Diperhatikan Dalam Sholat Idul Adha

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam sholat Idul Adha yaitu :

  1. Pada setiap takbir kedua tangan diangkat lurus dengan bahu, sebagaimana mengangkat tangan saat takbiratul ihram.
  2. Imam dan makmum disunahkan mengeraskan bacaan takbir, baik takbir pada rakaat pertama maupun kedua.
  3. Imam disunahkan mengeraskan bacaannya.

 

Exit mobile version