Pahami 7 Program Dasar Metode UMMI untuk Belajar Baca Al Quran

Dengan-Al-Quran-dan-As-Sunnah

Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita bisa membaca Al Quran karena bacaan saat shalat juga berasal dari Al Quran. Oleh karena itu, belajar membaca Al Quran sudah harus dilakukan sejak dini. 

Untuk dapat membaca Al Quran dengan benar dan lancar, tentunya kita harus tahu dasar-dasarnya terlebih dahulu. Mulai dari mengenal huruf Hijaiyah, mengenal tanda baca, hingga membaca dengan tajwid yang benar, semua harus dikuasai.

Membaca Al Quran jelas memiliki keistimewaan, yakni setiap hurufnya diganjar dengan sepuluh kebajikan. Aktivitas membaca Al Quran yang dilakukan oleh seorang muslim akan dihitung sebagai ibadah. 

Saat belajar membaca Al Quran, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Pun saat sudah lancar, kita bisa menggunakan metode membaca Al Quran agar terdengar lebih syahdu dan menggetarkan jiwa.

Apakah Boleh Melagukan Bacaan Al Quran?

Dari Al Bara’ bin ‘Aazib, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat Isya surat At-Tin (wath thiini waz zaituun), maka aku belum pernah mendengar suara yang paling indah daripada beliau atau yang paling bagus bacaannya dibanding beliau.” (HR Bukhari no. 7546 dan Muslim no. 464).

Karena itu, berdasarkan hadits di atas dan beberapa hadits lainnya, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Memperindah suara ketika membaca Al Quran diperbolehkan dan perbuatan ini tidaklah makruh. Bahkan, disunnahkan untuk memperindah suara saat membaca Al Quran.
  2. Memperindah bacaan ayat-ayat suci akan berpengaruh pada hati yang menjadi lembut, anggota tubuh akan khusyu’, hati menyatu untuk menyimak dan air mata akan mudah menetes.
  3. Diharamkan melagukan Al Quran apabila keluar dari kaidah dan aturan tajwid atau membaca huruf tidak sesuai dengan yang diperintahkan. Tidak boleh juga membaca Al Quran dengan menggunakan nada musik.
  4. Ketika mendengar Al Quran dibacakan, kita disunahkan untuk diam.
  5. Disunahkan membaca surat qishorul mufashol seperti surat At-Tiin pada saat sholat Isya.

7 Program Dasar Metode UMMI untuk Belajar Baca Al Quran

Program dasar metode ini diterapkan dalam membangun generasi qur’ani serta membantu lembaga dan guru dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pembelajaran Al Quran yang mudah, efektif, menyentuh, dan menyenangkan. 

Melalui program dasar ini, diharapkan murid dapat membaca Al Quran dengan tartil yang baik. Adapun program dasar tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Tashih Bacaan Al Quran

Program ini bertujuan untuk memetakan standar kualitas bacaan Al Quran guru atau calon guru Al Quran, dan untuk memastikan bahwa bacaan guru yang akan mengajarkan metode ini sudah baik dan tartil.

  1. Tahsin

Program ini bertujuan membina bacaan dan sikap para guru atau calon guru Al Quran sampai bacaan Al Qurannya bagus atau tartil. Setelah lulus tahsin dan tashih, guru atau calon guru tersebut berhak mengikuti sertifikasi guru Al Quran Metode Ummi.

  1. Sertifikasi Guru Al Quran

Sertifikasi dilakukan selama tiga hari dalam rangka penyampaian metodologi mengajar, mengatur, dan mengelola pembelajaran Al Quran dengan sistem Ummi.

  1. Coaching

Coaching Merupakan program pembinaan dan pendampingan kualitas penyelenggaraan pengajaran Al Quran di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi sehingga bisa merealisasikan target pencapaian penjaminan mutu bagi siswa.

  1. Supervisi (Pemastian dan Penjagaan Mutu)

Supervisi merupakan program penilaian dan monitoring kualitas penyelenggaraan pengajaran Al Quran yang bertujuan memberikan akreditasi bagi lembaga tersebut.

  1. Munaqasyah (Kontrol Eksternal Kualitas/Evaluasi Hasil Akhir oleh Ummi Foundation)

Program ini merupakan program penilaian kemampuan siswa atau santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan. 

Terdapat 4 bahan yang diujikan, yakni fashohah dan tartil Al Quran (juz 1-30), membaca ghoroib dan komentarnya, teori ilmu tajwid dan menguraikan hukum bacaannya, serta hafalan surat Al-A’la sampai An-Naas. Munaqasyah juga meliputi tartil dan menghafal Al Quran, baik juz 27-30 maupun juz 1-5.

  1. Khotaman dan Imtihan

Acara ini bertujuan untuk memberikan laporan secara langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Quran kepada wali santri ataupun masyarakat. 

Kegiatan ini meliputi demo kemampuan membaca dan hafalan Al Quran, uji publik kemampuan membaca, hafalan, bacaan ghoroib dan tajwid dasar, serta ujian dari tenaga ahli al-Qurdar Tim Ummi dengan lingkup materi tertentu.

Buku Metode Ummi

Pembelajaran Al Quran dengan metode Ummi digagas oleh Ummi Foundation yang meliputi tartil, tahfidz, tarjim, dan tafsir. Untuk memahami Al Quran dan bacaannya, selain belajar pada guru, kita juga bisa belajar lewat buku. 

Ummi Foundation mengeluarkan beberapa buku sebagai pendamping dalam belajar Al Quran. Buku Ummi terdiri dari jilid pra-TK (1-6) serta jilid remaja dan dewasa yang ditambah dengan buku tajwid dasar dan ghoribul Quran. 

Setiap jilid memiliki pokok bahasan yang berbeda, disesuaikan dengan tingkatannya dan murid harus melalui tahapan-tahapan setiap jilidnya. Beberapa produk tidak dijual secara bebas dan harus menunjukkan sertifikat telah mengikuti sertifikasi metode Ummi untuk membelinya.

Berikut beberapa buku metode Ummi yang digunakan untuk kelangsungan pembelajaran Al Quran.

  1. Buku Waqaf dan Ibtida’

Tilawah Al Quran seseorang akan sempurna apabila saat membaca dipadukan dengan cara membaca yang benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan disertai dengan memahami ilmu waqaf ibtida’.

  1. Buku Tahfidz (Belajar Mudah Menghafal Al Quran)

Buku tahfidz ini dilengkapi dengan perangkat lainnya yang berhubungan dengan pembelajaran menghafal Al Quran sehingga dapat memberikan hasil optimal pada siswa atau santri yang sedang mengikuti program tahfidz.

  1. Buku Pendalaman Tilawah I

Makhraj, sifat huruf dan harakat, merupakan pilar-pilar dalam membaca Al Quran. Kehadiran buku ini sangat mempermudah dalam membaca Al Quran yang benar. Selain itu, belajarlah pada guru yang ahli sehingga hasil belajarnya dapat dipertanggungjawabkan.

4 Metode Baca Al Quran

Dalam melafalkan bacaan bacaan Al Quran, terdapat beberapa metode yang digunakan. Apa saja itu? Simak ulasan berikut ini.

  1. Tahqiq

Metode ini mengusahakan makharijul huruf dan pelafalan huruf Hijaiyah dengan tepat, memperjelas hamzah dan harakatnya, serta memenuhi panjang pendeknya bacaan. Selain itu, metode ini juga mencermati kaidah waqaf, saktah, dan letak-letak pemberhentian ayat.

  1. Hadr

Metode ini mempercepat bacaan dengan memperpendek bacaan-bacaan mad, tetapi tetap memperhatikan tanda baca dan memantapkan pelafalan.

  1. Tadwir

Cara ini merupakan pertengahan antar cara tahqiq dan hadr. Pada metode bacaan ini, pelafalan mad tidak dipenuhkan, terutama pada mad ja’iz munfasil, melainkan pelan dan mantap serta ringkas dan cepat.

  1. Dengan Metode Ummi

Ummi adalah metode dalam membaca Al Quran yang langsung memasukkan dan mempraktikkan bacaan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid. Metode ini menggunakan pendekatan ibu yang menekankan kasih dan sayang dengan metode klasikal baca simak. 

Metode ini memiliki standar, yakni dalam 3 tahun siswa mampu membaca Al Quran dengan benar, hafal Juz ‘Amma, tuntas tajwid dasar dan gharib.

Itu tadi hal-hal penting mengenai program dasar metode Ummi untuk belajar membaca Al Quran, buku-buku metode ummi, serta metode yang digunakan saat membaca Al Quran. 

Sudah sepatutnya setiap muslim mampu membaca Al Quran dengan benar dan disunnahkan memperindah bacaan, tetapi dengan tetap mengikuti kaidah ilmu tajwid. 

Warehousing & Storage
Services

Careful storage of your goods

View details

Custom Transport
Solutions

Complex logistic solutions for your business

View details