Site icon Sahabat Yatim

Program Ekologi Sahabat Yatim di Aceh Tamiang Diperkuat Kolaborasi Akademisi

Pascabencana selalu meninggalkan jejak luka, tak hanya pada alam, tetapi juga pada kehidupan masyarakat yang terdampak. Di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, proses pemulihan terus berjalan perlahan. Sahabat Yatim berikhtiar dengan melakukan Ekologi Sayuran, menanam kembali sayur mayur untuk kebutuhan warga setempat.  

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 17 Januari 2026 ini menjadi bagian dari upaya Sahabat Yatim dalam mendampingi masyarakat bangkit secara berkelanjutan. Bertempat di lahan sederhana yang sebelumnya terdampak bencana, kebun ekologi mulai ditata kembali. Kangkung, bayam, cabai, dan sawi ditanam dengan pendekatan ramah lingkungan, menghadirkan kembali warna hijau yang sempat hilang dari desa.

Program ekologi sayuran ini melibatkan 10 penerima manfaat, yang terdiri dari anak-anak yatim dan remaja setempat. Mereka tidak hanya diajak menanam, tetapi juga belajar memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam. Penggunaan pupuk organik, pengelolaan air yang bijak, serta media tanam ramah lingkungan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menyatu dengan praktik langsung di lapangan. 

Bagi Sahabat Yatim, ekologi bukan sekadar soal bercocok tanam. Ini adalah tentang membangun kesadaran bahwa alam yang dirawat dengan penuh tanggung jawab akan kembali memberi kehidupan. Tanah tidak dieksploitasi, melainkan diajak tumbuh bersama. Dari proses sederhana ini, anak-anak dan remaja belajar mencintai bumi, memahami siklus kehidupan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar kebun sayuran, program ini menjadi ruang edukasi dan pemulihan mental pascabencana. Aktivitas menanam dan merawat tanaman membantu menghadirkan ketenangan, rasa memiliki, serta semangat untuk kembali produktif. Sayuran yang tumbuh nantinya tidak hanya menjadi sumber pangan sehat, tetapi juga simbol kemandirian dan harapan baru bagi masyarakat Lubuk Sidup.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari dunia akademik. Sahabat Yatim menerima kunjungan dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan, yang dihadiri langsung oleh Rektor UMN. Kunjungan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Sahabat Yatim dan UMN Medan dalam berbagai bidang, meliputi pertanian, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.

Program Ekologi Sahabat Yatim di Lubuk Sidup menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap bumi. Dari tanah yang pernah terluka, kini tumbuh hijau yang menyehatkan, menguatkan, dan menghidupkan masa depan. Sahabat Yatim percaya, langkah kecil yang dilakukan bersama dengan niat tulus akan membawa perubahan besar, bagi manusia, alam, dan generasi yang akan datang.

Exit mobile version