Banjir yang melanda Aceh Tamiang tidak hanya meninggalkan genangan air dan lumpur, tetapi juga jejak kelelahan dan trauma, terutama bagi anak-anak. Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian, mereka tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, tertawa, dan merasa aman.
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Sahabat Yatim hadir melalui kegiatan Peduli Anak Pengungsi Banjir Tamiang yang dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026 di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang.
Menghadirkan Keceriaan di Tengah Pengungsian
Pagi itu, langit Lubuk Sidup masih diselimuti mendung. Tanah basah dan sisa-sisa banjir menjadi saksi bahwa bencana belum lama berlalu. Namun suasana berubah ketika anak-anak pengungsian mulai berkumpul, berbaris rapi dengan wajah penuh antusias. Musik ceria diputar, menandai dimulainya senam bersama yang dipandu oleh relawan Sahabat Yatim.
Sebanyak 15 anak penerima manfaat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Tawa kecil terdengar di sela-sela gerakan senam. Bagi mereka, aktivitas ini bukan sekadar olahraga, melainkan momen berharga untuk melupakan sejenak hari-hari berat di tenda pengungsian.
Di bawah arahan relawan Sahabat Yatim, anak-anak diajak bergerak aktif, saling menyemangati, dan menikmati kebersamaan. Tidak ada jarak antara relawan dan anak-anak. Yang ada hanyalah kehangatan dan kepedulian yang tulus.
Senam sebagai Trauma Healing Anak Pengungsi
Bagi anak-anak korban banjir, senam bersama menjadi sarana trauma healing yang sederhana namun bermakna. Setiap ayunan tangan, lompatan kecil, dan tawa yang pecah menjadi bentuk terapi psikologis untuk mengembalikan rasa aman dan keceriaan yang sempat hilang.
“Ayo adik-adik, angkat tangannya tinggi-tinggi!” seru relawan Sahabat Yatim, disambut dengan gelak tawa renyah. Di momen seperti ini, Sahabat Yatim ingin memastikan bahwa meskipun rumah mereka sedang tidak baik-baik saja, raga anak-anak harus tetap sehat dan hati mereka tetap bahagia.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya tentang kebutuhan logistik, tetapi juga tentang merawat jiwa, terutama jiwa anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang.
Terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah mendukung langkah kebaikan ini. Semoga setiap perhatian dan kepedulian yang diberikan menjadi amal jariyah, serta menguatkan langkah anak-anak Lubuk Sidup untuk kembali belajar, bermain, dan bermimpi dengan penuh harapan.

