4 Kiat Sukses Berdagang Ala Nabi Muhammad SAW

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Dijamin Laku, Ini 4 Cara Berdagang Ala Nabi Muhammad - Umroh.com

Salah satu tauladan rasulullah yang patut ditiru adalah bagaimana suksesnya dia berdagang, hingga menjadi salah satu pemimpin usaha yang disegani. Mau tahu apa saja kiat sukses Nabi terakhir tersebut?

Menurut sejarah, Rasulullah sudah mulai ikut sang Paman Abu Thalib berdagang sejak usianya delapan tahun. Kesuksesannya semakin menjulang tinggi ketika berusia 17 tahun, dimana dia sudah mulai berkeliling ke 17 negara untuk berdagang.

Cara Berdagang Rasulullah yang Bisa Ditiru

Berdasarkan salah satu hadits shahih HR. Bukhari, Nabi Muhammad pernah bersabda dan menyebutkan bahwa kategori pedagang yang baik yaitu mereka yang mudah membeli dan mudah pula menjual.

Bersama prinsip tersebut, nabi yang juga pernah sama-sama berdagang dengan sang istri Khadijah ini punya empat kiat yang membuatnya sukses jadi pedagang dan diakui kehebatannya. 

  1. Targeting dan Positioning

Hal paling penting yang dilakukan sebelum mulai berdagang adalah, menentukan target pasar yang akan dikunjungi. Kemudian, diikuti dengan memahami seluk beluk dari target tersebut, bukan saja apa yang mereka butuhkan.

Tapi, termasuk bagaimana cara mereka mengkonsumsi makanan dan minuman dan kebiasaan mereka dalam hidup. Hal ini sangat membantunya melakukan segmentasi pasar yang tepat.

Jadi, setiap datang ke suatu daerah Nabi Muhammad akan membawa produk dagang yang sesuai dengan kebutuhan orang di daerah tersebut. 

Selain itu, dengan mengatur posisinya sebagai pedagang dengan benar membuat segmen pembelinya datang dari berbagai kalangan. Mulai dari budak sampai kalangan kerajaan.

Dalam merealisasikan kiat yang satu ini, ayah dari Hasan dan Husin ini juga menerapkan rasa hormat kepada semua konsumennya. Tak memandang apakah dia anak kecil, remaja, hingga orang tua, semua dihormati dan diperlakukan sebaik-baiknya.

  1. Berbeda, Silaturahmi, Prinsip Tak Menyaingi

Jika kebanyakan pedagang melakukan cara berdagang konvensional, Rasulullah sangat berbeda. Pemikiran out of the box, membuatnya lebih cepat dikenal di berbagai kalangan karena merasa puas dan nyaman berbelanja apapun.

Sejalan dengan itu, Nabi ke-25 tersebut, juga selalu memastikan hubungan baiknya dengan konsumen terjaga maksimal. Ini akan memudahkan, untuk memperluas bisnis ke berbagai daerah atau disebut juga dengan istilah ekspansi bisnis.

Satu hal yang perlu di garis bawahi adalah, dalam merealisasikan pola berbeda dan menjalin silaturahmi ini Nabi Muhammad tidak pernah menempatkan diri untuk bersaing dengan pedagang lainnya.

Ditegaskan melalui salah satu hadits diriwayatkan HR. Bukhari, dimana ilmu berdagang Nabi ini berprinsip untuk tidak menjual yang akan menyaingi penjualan dari saudara. Bisa diartikan, sebagai saudara dalam arti sebenarnya maupun sesama pedagang.

  1. Branding Terbaik

Branding merupakan salah satu hal yang penting dalam berdagang, apapun jenis produknya. Bisnis Rasulullah menerapkan cara branding yang luar biasa, salah satunya adalah,memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Ditambah pula, bagaimana memprioritaskan kepentingan dari konsumen di atas kepentingan diri sendiri. Bisa diartikan bahwa, keuntungan bukal hal mutlak yang dicari,tapi kepuasan pelangganlah yang menjadi nilai wajib dalam berdagang.

Branding lain yang juga menjadi ciri khas Nabi Muhammad adalah, personal branding. Dimana sebagai seorang pedagang, dia dikenal sebagai pribadi yang bisa dipercaya dan jujur. Makanya, semakin banyak konsumen yang melakukan transaksi jual beli dengan sang nabi.

  1. Sikap Pribadi yang Profesional, Jujur dan Ikhlas

Kejujuran Nabi Muhammad dalam berdagang, patut diacungi jempol. Sifat inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa usahanya berdagang berbagai jenis produk bisa berjalan lancar.

Seperti dalam memberikan informasi tentang kondisi produk yang dijual, jika kondisinya bagus maka akan dijelaskan dengan detail sisi positifnya tersebut. Begitu juga ketika produk tersebut tidak bagus, Rasulullah akan menjelaskan dimana letak tak bagusnya.

Profesionalitasnya juga sangat terlihat dari cara berdagang yang tidak monoton, ilmu berdagang ini penting untuk diterapkan untuk cepat dikenal dan disukai banyak konsumen.

Tak hanya itu, Nabi Muhammad juga sosok yang ikhlas dalam berdagang dia tidak akan mengambil banyak untung yang akan merugikan konsumen. Alhasil, harga yang diberikan adalah harga terbaik yang bisa dipenuhi oleh konsumen.

Implementasi Kiat Sukses Bisnis Rasulullah

Setelah mengetahui kiat-kiat di atas, selanjutnya Anda perlu tahu bagaimana meneladani Rasulullah lewat implementasi kiat sukses dalam berdagang sehari-hari. Beberapa diantaranya yang bisa Anda terapkan adalah:

  • Niat

Awali dengan niat berdagang karena Allah SWT, agar selama menjalankan bisnis tersebut Anda mendapatkan Ridho dariNya. Bukan niat untuk dapat untung besar dan menumpuk kekayaan untuk masa depan.

Sesungguhnya, niat yang benar akan dimudahkan oleh Allah SWT. Sesuai dengan hadits sahih dari HR. Bukhari yang artinya, segala perbuatan yang dilakukan itu tergantung pada niat. 

Jangan lupa, untuk berdoa sesuai dengan doa berdagang Nabi Muhammad yang bisa diucapkan usai membaca niat.

  • Stop Janji Palsu

Jangan pernah memberikan janji palsu kepada konsumen, yang ujung-ujungnya hanya akan membuat mereka kecewa. Sesuai cara berdagang dalam Islam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, berjanjilah selama itu bisa ditepati.

Misalnya, Anda berjanji akan mengirimkan barang pesanan besok maka lakukanlah. Jangan menunda-nunda hanya karena Anda melakukan urusan yang lain.

  • Jual Barang Terbaik

Anda harus menjual barang, dengan kualitas terbaik supaya konsumen puas dengan apa yang mereka dapatkan. Ini adalah salah satu implementasi, dari kiat sukses yang sesuai kisah Nabi Muhammad SAW yang bisa Anda terapkan dalam bisnis.

Misalnya, Anda menjual produk pakaian maka buatlah dari bahan terbaik sehingga konsumen nyaman saat menggunakannya. Begitu juga dengan makanan, pilihlah bahan baku terbaik untuk menghasilkan makanan yang enak supaya pelanggan tidak pindah ke lain hati.

  • Jangan Putus Asa

Dalam berdagang pasti ada pasang surut yang terjadi, sangat wajar ketika Anda mengalami kerugian saat melakukan profesi tersebut. Tapi, jangan langsung putus asa dan berhenti melakukan bisnis.

Jadikanlah kegagalan yang Anda rasakan itu, sebagai penyemangat dan cambuk agar bisa lebih baik dalam menjalankan bisnis di masa depan. Seperti pepatah, orang yang sering gagal punya amunisi lebih banyak untuk bisa sukses.

  • Ibadah Jangan Ditinggal

Walaupun Anda berdagang seharian untuk mencari penghasilan, jangan pernah melupakan ibadah wajib yaitu shalat lima waktu. Jika memungkinkan, lakukan juga ibadah sunnah supaya bisnis Anda benar-benar mendapatkan ridho terbaik dari Allah SWT.

Ketika Anda berniat bisnis karena Allah SWT dan selalu ingat Allah lewat ibadah, maka semua hal yang terjadi dalam perjalanan bisnis akan lebih bisa dihadapi dengan baik tanpa panik.

  • Keuntungan yang Wajar

Mengambil keuntungan dari berdagang, merupakan hal yang dicari oleh setiap pedagang. Namun untuk melakukan usaha berdagang dengan Allah di jalan yang benar, Anda tak boleh mengambil untung besar yang akan merugikan konsumen.

Ambil untung dalam jumlah wajar dan masuk akal adalah cara terbaik, sehingga pendapatan yang Anda hasilkan setiap hari lebih berkah.

Menjadikan kiat sukses berdagang dari rasulullah sebagai bagian dari cara Anda berdagang, tentunya tidak akan sia-sia. Apalagi dalam melakukannya selalu untuk mengharapkan Ridho dari Allah, Insya Allah hasilnya akan membuat Anda puas dan konsumen juga tidak kecewa.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!