Sahabat Yatim

Alasan Bayi Takut pada Orang Tak Dikenal

Alasan Bayi Takut pada Orang Tak Dikenal

Alasan Bayi Takut pada Orang Tak Dikenal Sejalan dengan kemampuannya menciptakan bunyi dari mulutnya, bayi juga belajar mengekspresiran emosinya yang berbeda-beda. Meskipun emosinya terbatas pada senang dan protes, ia mulai menunukkan perasaannya juga. Ia dapat memahami pembicaraan dari nada suara yang didengarnya dan menanggapi dengan ekspresi wajah yang cerbeda, mana yang terdengar marah, senang atau gembira. Rasa takutnya pada orang yang belum dikenalnya semangkin tinggi di banding bulan-bulan sebelumnya. kadang-kadang pada usia kira-kira 6 bulan ini, takut pada orang asirgmenjadi lebih sering, ketika ia merasa sedang tidak enak atau sedang marah-marah karena baru bangun tidur. Tetap itu pun berarti, sekarang ia lebih mengenal banyak orang. Di tempat-tempat asing, ia harus Anda temani tetapi di rumah ada perbedaan besar. Ketakutan pada orang lain kurang begitu kentara ketia bayi berada di rumahnya sendiri namun ketakutan berpisah dengan orang tuanya masih terjadi, sampai ia berusia sekitar 10 bulan.

Alasan Bayi Takut pada Orang Tak Dikenal

bila anda mulai bicara dengan orang yang dekat, tetapi bagi anak dianggap asing, misalnya neneknya atau kakeknya, teman, tetangga dan lainnya, bayi akan belajar merasa percaya. Bila orang asing itu tidak mendekati secara bertub -tubi, bayi Anda akan mau digendongnya asalkan Anda berada di dekatnya. Ia akan melanlutkan dengan menyukai kontak mata dengan orang asing itu, walau ia belum bisa percaya sepenuhnya.

MENUNJUKAN PERUBAHAN EMOSI

DI usIa 6 – 9 bulan, banyak keJadian sehari-hari yang tidak lagi membuatnya menangis. Semakin bayi tumbuh,i a semakin kuat menghadapi ehuru-harai yang sehari-hari terjadi di sekitarnya. Banyak hal yang dulunya dapat membuat mereka sedih dan menangis, misalnya suara keras yang sangat tiba-tiba atau gerakan cepat yang tiba-tiba, sekarang justru bisa membuatnya tertawa. Namun, kalau ada sesuatu yang membuatnya khawatir, ia akan menunjukkan ekspresi wajah cemas dan merengek. Bayi pada masa 6 bulan kedua kehidupannya ini berkurang intensitas menangisnya. Hal ini merupakan aspek penting dalam perkembangannya. Kondis ni akan mengantarnya pada penyebab tangisnya yang baru, yaitu menangis bila tidak paham akan situasi tertentu.

Di usia ini, ia ingin selaluberdekatan dengan orang tuanya. Ia puas dengan kemandiriannya yang baru, tetapi hal-hal yang baru itu juga kadang-kadang melukai perasaannya. Sumber kecemasan yang terutama adalah berpisah dengan orang yang paling dekat dengannya: Anda, atau pengasuhnya. Ketika ia menangis dan tak seorang pun datang padanya, ini bisa menjadi penyebab gangguan tidurnya. ia juga sangat ingin bermain bersama Anda selama mungkin, dan butuh jaminan rasa aman sewaktuwaktu. ia sangat senang bermain dengan anggota keluarga atau orang lain dengan siapa Ia merasa aman. Misalnya, pengasuhnya. Meskipun tampaknya ia sedang asyik bermain, ia mulai cemas ketika ia tidak melihat seorang pun di dekatnya. Karena sumber kecemasannya yang utama adalah ditinggalkan sendirian, jangan pernah coba-coba menyelinap, meninggalkannya diamdiam meskipun ia tampak sangat sibuk, dan sekalipun Anda merasa sangat perlu melakukan sesuatu di ruang lain. sebab, kalau tiba-tiba ia tahu bahwa Anda tidak ada di dekatnya, lain kali ia tidak dapat berkonsentrasi pada permainannya. Lebih lanjut, ia akan takut pada ruang tertutup, bila setiap kali ia ditinggalkan di ruang tertutup.

TAKUT PADA OBYEK- OBYEK TERTENTU

Dibanding masa 6 bulan pertama kehidupannya, rasa takut bay -bayi usia 6 – 12 bulan ini berkurang. Bila sebelumnya ia takut apa saja, di usanya sekarang ia lebih percaya diri dalam menghadap hidupnya. Namun, tampaknya, a sedang mengembangkan rasa takutnya terhadap hal-hal tertentu sala Misalnya, ia tidak takut pada suara berisik orang berteriak-teriak, tetapi takut pada bunyi mesin mobil, misalnya. Ketakutannya memang tidak rasional. Ketakutan bayi terhadap bunyi-bunyi tertentu dapat dimaklumi karera ketakutannya wajar, bukan karena ia sensitif atau penakut. Bukankah kita juga punya ketakutan semacam itu? Kita tidak takut pada kumbang yang tidak menyengat, tetapi kita takut pada belalang rumput yang juga tidak menggigit.

Cara terbaik untuk membantu mengatasi ketakutannya terhadap obyek tertentu ini adalah menerima dan mengakui ketakutannya, dan membantunya menghindari benda-benda yang membuatnya takut. Tapi jangan menganggap bahwa benda-benda lain juga bisa membuatnya ketakutan Apa pun yang bisa membuat bayi ketakutan, berhatl-hatilah untuk secara terang-terangan membantunya menghindari sumber ketakutan, karena sikap Anda itu akan menular pada anak dan ia malah merasa tertekan. Kalau Anda mau menolong anak untuk menghindari sumber ketakutannya, jangan sampai anak menerima pesan yang keliru. Yang harus Anda perhatikan adalah, bukan bendanya yang menakutkan, atau Anda yang ketakutan, tetap bayi takut pada benda itu.

Bila Anda merasa t dak sabar dengan kondisi itu atau memeluknya di hadapan orang lain yang berpikir bahwa itu perbuatan konyol, ingatlah bahwa semakin bayi menghadap ketakutannya, semakin meningkat ketakutannya. Anda tidak bisa mengurang rasa takut anak dengan cara menakut-nakutinya. Hal lain yang bisa membuat anak ketakutan adalah pelanggaran terhadap keteraturannya. Selama masa 6 bulan kedua kehidupannya, bayi mulai membangun banyak harapan pada orang lain dan belajar bagaimana orang lain berperilaku. Ia juga membuat Pola keteraturan hidup dalam pikirannya, belajar rutinitas, ritme dan ritual Jam berapa ia bangun, mandi, makan, bermain, tidur siang dan seterusnya. Keteraturan itu sudah terbentuk dalam p kirannya. Ketrka ada sesuatu yang terjadi, yang berbeda dengan yang biasa, ia kehilangan rasa percaya diri dalam memahami hidupnya, dan ia menjadi takut Misalnya, setiap pagi, ketika bayi bangun tidur, ayah atau ibunya tersenyum padanya dan memberinya salam, selamat pagi. Suatu hari, ketika ia bangun, orang tuanya tidak ada, yang dilihatnya justru nenek yang baru datang dari luar kota. ini bisa membuat bayi sangat ketakutan. Yang membuat bayi takut bukan karena ia penart.lt, tapi apa yang ia harapkan tidak terjadi Anak Perlu dibantu untuk mengalami kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, agar ia terampil menghadap suatu keladian.

MARAH DAN FRUSTASI

Emosi marah bermula pada usiausia sebelumnya sebagai perasaan waswas, dan seringkali muncul dari rasa tertekan. BayI menunjukkan kemarahan dengan menangis, menjejakkan kakinya, memukul benda-benda atau tangan yang berusaha menyentuhnya, menampar, membanting dan menendang Ekspresi ini menunjukkan kualitas ledakan emosinya. Ketida kberdayaan bayi, bisa juga menjadi sumber frustrasi dan kemarahan. Bayi memiliki emosi yang sangat kuat, tetap sedikit saja kekuatan. Seperti yang kita ketahui, apa yang disukai dan tidak disukai, keinginan dan kebutuhannya sangat kuat dan minta segera dipenuhi. Tetapi karena tubuhnya tidak mampu dan belum bisa menggunakan bahasa, tak ada yang bisa dilakukannya. Satus-atunya yang bisa dilakukannya adalahmenangis.

Menangis akan selalu dilakukan karena ia tak dapat menolong drri sendiri. Tangisannya sebagai tanda bagi Anda untuk melakukan sesuatu. Misalnya saja, ketika Anda keluar dari kamarnya untuk mengeluarkan keranjang yang berisi pakaian kotor bekas ompolnya; ia akan menangis karena ingin ikut, tetapi tidak dapat berbuat apa pun. Turun dari boksnya ia tak mampu, berbicara untuk mencegah Anda keluar dari kamar pun ia belum bisa Tangisnya akan berhenti bila Anda mendekatinya, kemudian mengangkatnya dan berkata dengan lembut, “Kamu mau ikut, ya. Ayo kita keluar, kita ma!n di luar saja”. Bayi akan merasa tangan Anda mengangkatnYa. Orang tua yang sangat Peka, akan menangkap isyarat bayi yang tak kentara ini. Misalnya saja, ketika Anda hendak pergi meninggalkannya, bayi tidak menangis tetapi mengangkat tangannya minta ikut serta.

Di samping itu, b la bayi sudah dapat merangkak ke mana saja dan melakukan apa saja yang ia mau ia akan sangat frustrasi bila dilarang. Di usia 9 -12 bulan, muncul kemungkinan bayi untuk nakal dan menjadi perusak Tetapi di Lain pihak, ia begitu sulit menerima kata “jangan”. ia tidak mau dilarang, bahkan kadang-kadang ia merasa sakit hati dan tidak dapat mengendalikan diri dan marah besar. Untuk kemarahannya itu, ia merasa butuh ditenangkan. Pengasuh anak Anda atau Anda sendiri mungkin sering membuat anak frustrasi karena banyaknya larangan. Kita tentu tidak ingin anak kita merangkak ke belakang lemari es untuk bermain-main dengan kabel, misalnya. Kalau ia marah dan menangis karena dilarang melakukan hat itu, bawalah anak ke ruang lain, beri ia mainan. Sebentar saja ia akan lupa dan kemarahannya pun mereda. Namun, bila tibatiba saja anak frustrasi dan marah-marah sendiri tanpa Anda tahu sebabnYa, Anda harus bisa menimbang atau menilai situasi mana yang harus bisa diatasinya sendiri, dan yang mana yang hanya bisa dihadapinya dengan menangis. Misalnya saja, ia ingin mengambil mainannya tetapi malas dan hanya menangis saja. Kalau ini yang teryadi, biarkan saja ia mengambilnya sendiri.

 

TAKUT PADA ORANG LAIN

Meski tampaknya bayi pernah berusaha mengatasi ketakutannya pada orang lain selama dua atau tiga bulan lalu, tetapi kecenderungan takut pada orang lain tampak lagi di usia kira-kira 12 bulan Ada dua hal yang ditakuti anak usia ini terhadap orang asing. Pertama, orang asing Itu melakukan respons tertentu. Kedua, ia berpakaian tertentu.misalnya, rias wajah, baju atau tatanan rambut yang asing bagi bayi Ada cara yang baik untuk melatihnya merasa aman di antara orang lain. Sekali-sekali ajaklah anak laian-jalan, berbelanja, misalnya. Tempat-tempat dan benda-benda yang tidak dikenal memberi efek yang besar Di tempat seperti itu bayi mempunyai kesempatan untuk melihat banyak orang dengan berbagai dandanan. Di samping ltu, jika menghadapi orang yang asrng bagi anak, pegang anak hingga ia merasa aman. Berilah contoh dengan menjabat tangan si tamu sambil meminta anak mengikuti menjabat tangan si tamu. Namun, jangan memaksa bila anak enggan melakukan nya.

MEMBINA HUBUNGAN PRIBADI

Di usra kira-kira 12 bulan, ia bisa bekerla sama selama satu menit waiau di lain waktu kurang dari rtu. Bahkan, bisa tiba-tiba ia bersikap negatif dalam waktu lima menit. ia juga mencoba bersikap ramah ketika ada orang lain yang bermain bersamanya. Meskipun mulanya ia hanya mau dekat-dekat anak lain yang lebih kecil daripada dekat-dekat lawan jenisnya, ia sebetulnya bisa menikmati. la mau bermarn lebih aktif dengan anak lain yang lebih besar, entah itu kakak, atau teman. Memang bila sebelumnya hanya membina keterikatan dengan orang-orang yang merawatnya, pada usia ini keterikatannya hanya dipusatkan pada satu orang, yang senngkali adalah rbunya. Bayi belajar.menuntut perhatian dari seseorang yang khusus ini lebih dari orang lain. Bila sebelumnya didasarkan pada perhatian orang yang merawatnya, sekarang penuh dengan afeksi. Setiap saat ia mengharapkan kehadiran Anda ia ingin selalu duduk di pangkuan Anda dan bermain bersama Anda ia akan gembira menepuk tubuh Anda dengan tangannya. Tingkah laku menempel ini bukan ungkapan sikap egois.

Keinginan untuk selalu mendapat perhatian ni kemudian berkurang, jika keinginan anak membina hubungan yang dekat dan penuh afeksi terpenuhi. yang teryadi sebaliknya jika ibu mengabaikan bayi yang ingin menempel. Karenanya, ibu perlu menyadari emosi si kecil yang mendalam ini. Usahakan si kecil aman, karena cintanya Anda terrma dan karena Anda mencintainya. Di akhir usia ’12 bulan ini, bayi Juga mulai menunlukkan rasa humornya. Bila Anda tertawa saat ia melakukan sesuatu, ia akan mengulanginya lagi dan lagi. Ia menghargai apa yang Anda lakukan; dengan tawa Anda, ia pun senang. Biia Anda mentertawakan kelucuannya, rasa humornya akan terus berkembang. Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengembangkan rasa humor bayi Anda? Bermain “Ci Luk Ba” bisa menjadi langkah paling awal untuk mengembangkan rasa humornya. Orang tua pun dituntut kepekaannya untuk siap tertawa bila ada kelucuan yang dilakukan si kecil. Dengan demikian, rasa humornya pun berkembang.

 

Exit mobile version