Cara Ternak Lele Itu Mudah! – Apa Anda salah satu penggemar kuliner ikan lele? Jika iya, Anda juga dapat mempelajari budidaya cara ternak lele yang akan dipaparkan berikut ini. Jika tertarik, Anda dapat menjadikan cara ternak lele sebagai pelajaran dan peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Ikan lele di Indonesia memiliki penggemarnya tersendiri. Selain rasanya yang enak ketika diolah, lele juga memiliki harga relatif murah. Untuk berbisnis ikan lele pun, bukanlah hal sulit. Selain mudah dalam pengembangbiakannya, lele tergolong ke dalam ikan yang dapat hidup di air kotor sekalipun.
Untuk pakan, Anda bahkan tidak perlu terlalu repot untuk menyediakannya. Lele bisa memakan pakan alami yang bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Anda pun tidak perlu terlalu khawatir dalam menyediakan kolam untuk lele, karena tidak seperti ikan kebanyakan, lele hampir bisa hidup dalam kolam apa pun. Jadi, Anda tidak perlu modal yang terlalu besar untuk berbisnis ikan lele
Untuk membudidayakan ikan lele, Anda dapat melakukaannya dengan dua tujuan, yaitu sebagai ternak pembibitan atau ternak konsumsi. Keduanya dapat dijadikan alternatif bagus dalam berbisnis, karena kebutuhan akan lele selalu bertambah tiap harinya. Besar ukurannya tentu saja sesuai dengan keinginan konsumen. Umumnya, ikan lele untuk dikonsumsi, penjualan pasaran adalah ikan lele dengan ukuran tidak terlalu besar. Ikan lele ukuran besar cenderung lebih laku di pemancingan.
Ternak Pembibitan
Ikan lele sebagai ternak pembibitan cukup mudah dilakukan. Anda tidak memerlukan waktu lama dalam pembudidayannya. Perhatian hanya diperlukan ketika melakukan pemijahan dan penetasan telur lele Setelah itu, Anda bisa segera menjualnya. Banyak peternak lele yang akan mencari bibit lele untuk kemudian dibesarkan kembali.
Dalam penjualan bibit lele ini, Anda dapat menjualnya dengan harga berbeda-beda bergantung dari besarnya bibit. Selain dapat segera dijual begitu menetas, Anda juga bisa menjualnya dalam ukuran dengan besaran tertentu selama masih berupa bibit. Dalam jangka waktu sebulan, para peternak bisa mendapatkan bibit ikan lele dengan ukuran 2 hingga 3cm. Sementara dalam waktu dua bulan, profit akan lebih besar, karena bibit lele dengan ukuran 5 hingga 7cm ini akan lebih sering dicari oleh peternak lele.
Untuk pakan bibit, kita dapat menggunakan pelet yang banyak dijual di pasaran. Pemberian makan dalam jumlah cukup diberikan setiap hari agar bibit lele cepat besar. Sementara untuk kolam pembibitan, umumnya menggunakan wilayah luas seperti sawah atau kolam lumpur. Namun, kolam terpal buatan pun bisa dijadikan pilihan dengan jumlah bibit yang relatif lebih sedikit, karena volume air kolam sebaiknya tidak terlalu dalam, sedangkan kolam buatan biasanya tidak terlalu luas.
Ternak Konsumsi
Ternak konsumsi ini merupakan lanjutan dari ternak bibit. Banyak juga peternak lele yang langsung beternak produksi dengan memebeli bibitnya dari orang lain. Lanjutan budidaya berternaknya dapat diberikan dengan mengganti pakan dengan lebih optimal, bukan lagi dengan memberi pellet. Jumlah pemberian makan pun dapat ditambah sebanyak sehari dua kali, bergantung kebutuhan ikan, asal tidak terlalu banyak.
Tip Pembuatan Kolam Terpal bagi Pemula
Untuk membuat kolam ternak lele, Anda bisa menggunakan berbagai cara. Dengan modal yang lebih besar, peternak dapat menggunakan kolam beton. Peternak pun dapat menggali tanah agar kolam bisa lebih permanen. Untuk memperkecil modal, cukup mempergunakan kolam buatan dari terpal.
Penggunaan terpal ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain bisa dipindahkan dan hanya membutuhkan biaya murah, juga praktis membuatnya. Kelemahannya adalah tidak tahan lama. Kualitas terbaik pun hanya bertahan kurang lebih tiga tahun. Jika sobek atau bocor, tentu akan lebih merepotkan karena bisa merugikan. Bagi pemula, rekomendasi penggunaan kolam terpal ini cukup bagus.
Langkah awal dalam pembuatannya adalah menggunakan terpal dengan lebar 4×6 meter. Terpal dibuat menyerupai kolam beton berbentuk kotak hingga mencapai ukuran kurang lebih 2×3 meter. Idealnya, menampung 1000 ekor lele denga volume air 80cm. Terpal sebaiknya dicuci dulu hingga bersih agar kotoran dan bahan kimia yang terkandung dalam terpal tidak ikut terbawa.
Pinggiran kolam bisa disangga dengan bambu atau kayu (untuk melipat terpal). Namun, untuk menghindari penyangga menjadi lapuk, Anda bisa menggunakan batang pohon randu. Selain kuat, pohonnya bisa tumbuh sehingga tidak lapuk.
Air yang Baik
Meskipun lele termasuk ikan yang mampu hidup pada jenis air kotor, memeliharanya juga perlu memerhatikan pasokan air bagi ikan. Keunggulan ternak ikan lele adalah kemudahannya karena tidak memerlukan air yang mengalir sebagaimana perawatan ikan-ikan lainnya. Hal ini sangat berguna bagi daerah dengan persediaan air sedikit.
Sebelum bibit lele dimasukkan ke dalam kolam terpal, isi dulu airnya kurang lebih 20cm. Lalu taburkan pupuk kandang setengah isi air. Anda bisa menebarkan batang pisang yang sudah dipotong-potong di atasnya, ditambah daun-daun yang mudah busuk, dan serabut kelapa dalam jumlah sedikit. Getah batang pisang dapat berfungsi untuk membunuh bakteri merugikan.
Kemudian diamkan kurang lebih 2 minggu hingga air berwarna kecoklatan atau kehijauan. Perubahan warna ini menandakan mikroorganisme dalam air yang dibutuhkan oleh lele sudah hidup subur. Anda juga dapat menggunakan larutan pengembang biak mikroorganisme yang tersedia di pasaran untuk hasil yang lebih cepat. Untuk menanggulangi nyamuk yang berkembang biak pada air menggenang, kita bisa menggunakan lele atau ikan kecil untuk memakan jentik nyamuk.
Setelah itu, baru Anda tambahkan air sumur sekitar 40cm. Seiring perkembangan lele, air bisa ditambahi sedikit demi sedikit. Hal ini berfungsi agar lele yang masih berukuran relatif kecil tidak kesulitan untuk berenang ke atas ketika akan menghirup udara di permukaan. Sebaiknya, Anda tidak menggunakan air yang mengandung kaporit karena mengganggu stabilitas dalam kolam. Jangan lupa untukmengganti air seminggu sekali.
Ada kiat khusus untuk menaburkan bibit lele ke dalam kolam. Jangan terburu-buru, apalagi sampai membantingkannya dari atas. Anda bisa menempelkan bibit lele yang berada dalam kantong plastik di atas air kolam. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan lele dari stres karena perbedaan suhu. Penaburan bibit biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari ketika suhu permukaan dan dasar kolam tidak berbeda jauh.
Pemberian Pakan
Ideal pemberian pakan pada lele adalah 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Kapasitas pemberiannya dapat terlihat dari prilaku ikan ketika mengejar makanan. Jika terlihat rakus, Anda bisa menambahkannya sedikit-sedikit. Pemberian yang terlalu banyak dapat menyebabkan lele kekenyangan dan mati.
Pakan lele bisa dibeli di toko-toko. Tapi, untuk menghemat pengeluaran (dan bahkan tidak perlu mengeluarkan duit sama sekali), Anda bisa menggunakan pakan alami yang tidak perlu dibeli seperti cacing dan katul, rayap, bekicot/keong, dan kerang. Kandungan protein tinggi yang dimiliki pakan alami tersebut dapat membantu lele tumbuh lebih cepat.
Pemisahan Lele
Seleksi ikan lele perlu dilakukan ketika usianya memasuki satu bulan. Pisahkan lele yang berukuran lebih besar dengan yang lebih kecil, karena pertumbuhan lele seringkali tidak sama satu sama lain. Selain itu, lele cenderung menjadi hewan kanibal yang bisa memakan sesamanya dengan ukuran lebih kecil. Anda juga perlu memisahkan lele yang terkontaminasi penyakit agar tidak menular pada lele lain.
Nah, setelah membaca pemaparan tentang cara ternak lele di atas, tidak terlalu sulit bukan untuk membudayakan ikan lele? Selamat mencoba!

