Persalinan dengan bantuan vakum? Bahaya atau tidak?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

persalinan dengan bantuan vakum – Persalinan normal tidak selalu berjalan lancar.Terkadang, dibutuhkan bantuan persalinan seperti vakum. Tapi, banyak orang tua yang percaya, vakum dapat mempengaruhi kecerdasan anak.

Benarkah bayi yang lahir dengan bantuan ekstrasi vakum akan menjadi anak yang memiliki IQ kurang? Terlepas dari benar atau tidak, mitos yang terlanjur berkembang di tengah masyarakat ini membuat sejumlah ibu mempertimbangkan seribu kali saat dokter mengajukan pilihan vakum untuk mempercepat kelahiran bayi mereka.

Mungkin, alasan ini pula yang menyebabkan tingginya angka persalinan dengan cara cesar. Para orang tua merasa sangat khawatir tindakan vakum dapat mencederai kepala bayi yang menjadi tempat bersemayamnya otak. Sebuah organ yang sangat penting dan sangat menentukan masa depan seorang anak.

Akibatnya, meski dokter sudah menyarankan dan meyakinkan bahwa vakum tidak akan membahayakan bayi, orang tua tetap menggelengkan kepala. “Vakum, No way!”Lebih baik mengeluarkan lebih banyak uang untuk cesar daripada harus kehilangan masa depan anak, ungkap Bintoro, seorang bapak yang ditemui di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Ia tengah menanti detik-detik kelahiran putra pertamanya.

Jawaban Ahli tentang fakta persalinan vakum

Persalinan normal ada yang berjalan lancar tapi ada pula yang membutuhkan bantuan. Yaitu ketika waktu untuk mendorong bayi keluar terlalu lama, bila perubahan denyut jantung bayi menandakan bayi mengalami stres yang berlebihan, tekanan darah ibu naik, atau bila ibu sudah tidak sanggup mengejan lagi.

Jika persalinan melalui vagina masih dapat dilakukan dokter kandungan akan menawarkan bantuan vakum untuk mempercepat kelahiran bayi. Tindakan ini pun dilakukan jika episiotomi atau guntingan untuk memperlebar jalan lahir tetap tidak membantu. Persalinan dengan vakum itu sendiri sebenarnya dapat dilakukan tanpa episiotomi.

Ada syarat yang harus diperhatikan sebelum memutuskan menggunakan bantuan vakum. Yaitu, pembukaan jalan lahir harus sudah mencapai 8 cm atau lebih, kepala bayi berada di dasar panggul, dan terdapat his atau kontraksi rahim yang bagus. Jika syarat ini tidak terpenuhi sebaiknya tidak dilakukan persalinan dengan vakum karena akan menimbulkan komplikasi berat pada bayi. Seperti: infeksi, perdarahan, dan kerusakan pada saraf-saraf kepala. Sehingga, dokter biasanya menyarankan operasi cesar.

Bila ketiga syarat di atas sudah terpenuhi maka tidak akan ada komplikasi yang berarti akibat bantuan vakum. Sebab, bantuan vakum dilakukan dengan tarikan yang ringan. Cara kerja ekstraktor vakum sama seperti pembersih vakum yang berbentuk kecil.

Mangkuk penghisapnya diletakkan di atas kepala bayi dan bayinya terhisap ke luar bersamaan setiap kali kontraksi saat ibu mengejan. Hal ini menyebabkan benjolan besar di kepala seperti bisul memar yang besar yang akan menghilang beberapa hari setelah lahir tanpa pengobatan.

Jadi tak perlu khawatir bila harus mendapatkan bantuan vakum jika semua syarat sudah.terpenuhi. Bila anda menemukan bahwa anak yang lahir dengan bantuan vakum ternyata tidak normal, biasanya bukan akibat vakum, Seringkali bayi memang sudah mempunyai gangguan sejak dalam kandungan.

Catatan sebelum anda memilih bantuan vakum:

  1. Tanyakan pada dokter apakah ini pilihan yang terbaik
  2. Jangan lupa mengisi formulir persetujuan

Anakku vol.1 6/15

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!