Cara mengenalkan makanan pada bayi 6-9 bulan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Cara mengenalkan makanan pada bayi 6-9 bulanΒ  – Salah satu perkembangan pesat yang dialami bayi di atas usia enam bulan adalah indera perasanya. Mereka bisa merekam aneka rasa bahan makanan dalam otak masing-masing. Itu sebabnya, adalah ide yang baik bila Anda memperkenalkan cita rasa makanan baru sebanyak-banyaknya. sebagai tambahan beberapa jenis makanan yang telah ia kenal.

Apalagi, saat ini adalah tahap di mana makanan padat akan menjadi bagian tetap dari makanan bayi Anda sehari-hari. Pemberian makanan padat juga bertuiuan untuk melatih dan membiasakan bayi terhadap makanan yang akan ia makan di kemudian hari. Oleh karena itu, susunan makanan hendaknya disesuaikan dengan jenis jenis makanan yang biasa dimakan orang tuanya. Tentu saja Anda perlu memilih makanan yang memenuhi kebutuhan tubuh bayi akan gizi seimbang.

Sejak usia enam bulan, Anda dapat memberi bubur atau nasi tim saring yang dicampur sayuran pada si kecil. Saluran hendaknya dipilih yang tidak banyak serat. seperti wortel atau bayam yang direbus, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bubur atau nasi tim yang telah disaring. Selain sayuran, Anda bisa memberikan tahu, tempe, daging, hati, ikan, atau kuning telur matang yang juga telah dihaluskan.

Cara mengenalkan makanan pada bayi 6-9 bulan

Dalam membuat nasi tim saring atau bubur, sebaiknya Anda tidak terlalu banyak mencampurkan bahan
makanan menjadi satu. Kombinasikanlah aneka bahan makanan itu secara bergantian, agar bayi dapat mengenal rasa masing-masing bahan makanan tersebut.

Jika bayi merasa bosan dengan bubur, Anda boleh menggantinya dengan pure kentang (kentang yang direbus dan dihaluskan). Saat usia bayi mencapai 9 bulan, makanan tidak diberikan dalam bentuk bubur atau nasi tim saring lagi. Tetapi, sebagian disaring dan sebagian lagi berupa bubur atau nasi tim biasa. Dengan demikian, anak pun mulai terlatih untuk mengunyah dan menelan makanan yang lebih kasar.

Saat ini Anda bisa membuat variasi dari berbagai menu. Bila bayi bosan dengan nasi tim, Anda bisa memperkenalkannya dengan makaroni yang direbus. Bahan makanan seperti hati, daging dan sayur-sayuran, sebaiknya tetap diberikan secara berganti-ganti. Bedanya, pada usia 9 bulan, sayuran bisa Anda potong halus, tidak perlu disaring Iagi. Jika ASI masih keluar, tetap susuilah bayi Anda. Yang penting, perkenalkanlah bayi dengan aneka kombinasi makanan, dengan menggunakan variasi bahan makanan yang luas.

Lakukan hal tersebut dari waktu makan yang satu ke waktu makan yang lain, dan dari hari ke hari. Jangan takut untuk mencampur bahan makanan yang rasanya manis dengan yang gurih. Misalnya, buah dikombinasikan dengan sayuran, ikan atau daging.

Makanan bayi sebaiknya tidak diberi garam atau rempah-rempah, seperti medca dan Pala. Karena, tambahan garam hanya akan memperberat kerja ginjal bayi Anda yang memang belum berfungsi optimal. Sedangkan, gula boleh diberikan pada batas tertentu. Namun. tambahan gula hanya akan menambah kadar kalori, tanpa menambah kadar zat-zat gizi lainnya. Kebanyakan gula bisa membuat bayi Anda kegemukan, di samping bayi pun telanjur menyukai makanan yang manis-manis yang bisa mempercepat kerusakan gigi.

Anda juga sebaiknya tidak memberinya makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, santan, mentega atau margarin. Karena, lemak yang dikandung oleh makanan-makanan ini akan memperberat kerja sistem pencernaan bayi. Namun, sesuai petunjuk Departemen Kesehatan, mengingat di lndonesia masih banyak bayi yang menderita kekurangan vitamin A, nasi tim saring yang diberikan sejak bayi berusia enam bulan sebaiknya dibubuhi minyak, santan atau mentega.

Hal ini bermanfaat untuk mengkonversi (mengubah) provitamin A dari sayuran menjadi vitamin A. Untuk satu kali makan, boleh ditambahkan satu sendok teh minyak, margarin atau 1 sendok makan santan. Sedangkan. pada usia sembilan bulan, selain tekstur nasi timnya boleh dibuat agak kasar, makanannyra pun boleh ditambah lemak sediklt demi sedlkit.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!