Hadits Tentang keluarga sakinah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Bismillahirrohmanirrohim. Hadits Tentang keluarga sakinah. Keluarga sakinah menjadi harapan semua keluarga muslim dengan asumsi bahwa semua orang mempunyai kemampuan untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. Menciptakan suasana sakinah dalam keluarga bukanlah semata-mata tugas seorang istri, tetapi harus didukung oleh kedua belah pihak (suami-isteri). Istri dalam peran domestiknya itu hanya bersifat alamiyah, sementara pengasuhan anak untuk menciptakan keluarga sakinah bukan hanya berkisar pada masalah alamiyah saja, tetapi suri tauladan yang baik berdasarkan ajaran Islam, yang diperankan kedua orang tua dalam satu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan. Pemahaman tersebut terungkap pada ulasan beberapa hadits dalam tulisan ini.

Hadis Tentang Pemilhan Calon Suami

Yang Artinya

β€œ Musaddad menceritakan kepada kami,yahya yakni ibnu sa’id menceritakan kepada kami,ubaidillah menceritakan kepada kami,said ibny sa’ad menceritakan kepadaku dari bapak-nya,dari abu hurayrah dari nabi shalallallahu alaihi wa sallam bersabda: wanita dinikahi karena empat perkara yaitu karena kekayaannya, pangkatnya (status sosialnya), kecantikannya dan kekuatan agamanya, pilihlah wanita yang kuat agamanya,kamu pasti beruntung. ( HR.Abu dawud).

Hadis tentang Kewajiban Suami terhadap Istri

Yang Artinya :  β€œ Ahmad Ibnu Hanbal menceritakan kepada kami, Yahya Ibnu Sa’ad menceritakan kepada kami,dari Muhammad Ibn  Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurayrah berkata,Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam. Orang mukmin yang paling sempurnah adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang baik di antara kamu sekalian yaitu orang yang paling baik budi perkertinya  terhadap isterinya.

Hadis Tentang Kewajiban Istri Terhadap Suami

Yang Artinya : β€œ Qutaybah menceritakan kepada kami, al-Qays menceritakan kepada kami dari Nafi’dari Ibnu Umar dari Nabi shalallallahu alaihi wa sallam bersabda; ketahuilah ,kamu semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban dari kepemimpinanmu. Pemerintah yang mengatur manusia, ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya. Suami pemimpin keluarganya dan akan ditanya tentang keluaga yang dipimpinnya. Isteri memelihara /mengatur rumah tangganya dan akan di Tanya tentang hal yang dipimpinnya.  Seorang hamba (buruh) memelihara harta milik majikannya dan akan ditanya tentang hal yang dipimpinnya. ( HR. al- Turmuziy)

Semoga bermanfaat.

Wallahualam Bishawab

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!