Kandungan gizi pada makanan fast food baik tidak untuk anak?? Yuk simak..

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Kandungan gizi pada makanan fast food – Fast food biasanya mengandung protein, kalori, lemak, dan juga natrium yang cukup tinggi. Sementara itu, kandungan vitamin A, C, E, kalsium, zat besi, asam folat, dan seratnya rendah. Itu sebabnya, akan kurang baik pengaruhnya bila si kecil terlalu banyak mengkonsumsi fast food.

Tapi, itu bukan berarti fast food merupakan jenis makanan berkategori “buruk” dalam hal kandungan gizinya. Hanya saja, anak sebaiknya tidak terlalu sering mengkonsumsinya. Cukup sesekali saja. Dan itu pun harus diupayakan untuk melengkapi kekurangan zat gizi yang terkandung di dalamnya Misalnya, setelah makan dua potong ayam goreng dengan kentang goreng atau seporsi nasi. Pada jam makan berikutnya berilah si kecil sayuran dan juga buah sebagai pelengkap gizinya dalam sehari.

Kandungan gizi pada makanan fast food

Berbagai penelltian telah dilakukan untuk mengetahui kandungan zat gizi di dalam aneka jenis fast food.
Hasilnya? Kebanyakan jenis fast food ternyata mengandung natrium dalam kadar yang cukup tinggi. Hamburger, misalnya, mengandung natrium sekitar 520 mg, kentang goreng ukuran kecil sekitar 109 mg ,pizza sekitar 1347 mg, ayam goreng sekitar 401 mg. Sebagian besar natrium di dalam makanan tersebut didapat dari MSG (mono sodium glutamat) atau vetsin dan juga garam.

Seorang anak, dalam batas normal, sebenarnya hanya membutuhkan sekitar 200 mg sodium per hari. Sekalipun demikian, bila dia mengkonsumsi hingga 2000 mg Per hari, kadar tersebut masih dianggap aman bagi tubuhnya. Akan tetapi. kalau anak terus-menerus mengkonsumsi sodium secara berlebihan, tentu saja akumulasi kelebihannya akan mengundang darangnya sejumlah Penyakit di kemudian hari. Seperti tekanan darah tinggi hipertensi), penyakit jantung dan juga penyakit berupa penambatan pada pembuluh darah.

Selain itu, kelebihan natrium juga bisa menekan unsur kalium di dalam tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan terjadi hipogkalemia, yani rendahnya kadar kalium dalam darah. Padahal, kalium ini bersama-sama dengan natrium dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh. Kekurangan kaiium juga akan mengganggu kerja otot jantung dan proses Penghantaran rangsang dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain.

Zar gizi yang juga tinggi kandungannya di dalam fast food adalah protein. Memang, Protein merupakan
zat gizi yang penting bagi tubuh si kecil. Namun. kalau dikonsumsi terlalu banyak, akan menyebabkan ginjal anak dipaksa bekerja lebih berat. Kebutuhan protein seorang anak usia ini dalam sehari, sekitar 3 gram Per kilogram berat badannya. Dengan memakan sebuah hamburger, si kecil dapat memperoleh protein sekitar 12,3 gram. Dan bila dia mengkonsumsi makanan lainnya. berarti jumlah protein yang masuk ke dalam tubuhnya juga bertambah banyak.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!