Kapan Batas Waktu Makan Sahur?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Santap sahur merupakan suatu momen yang hangat ketika ramadhan. Namun ada kalanya dimana kita bangun kesiangan untuk santap sahur dan imsak berkumandang di tengah makan sahur kita. Ketika berada di waktu tersebut, tentunya kita akan merasa sedikit panik mengingat waktu imsak telah tiba yang sementara makanan di piring masih belum habis. Mengingat dalam menganjurkan kita untuk tidak membuang buang makanan atau rezeki yang diberikan Allah pastinya kita akan merasa serba salah jadinya.

Sehingga kerap kali timbul pertanyaan khayal soal kapan kita harus berhenti makan sahur.? Apakah masih diperbolehkan jika makan sahur setelah imsak hingga adzan subuh.? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak terus artikel ini hingga selesai.

 

Kapan Batas Waktu Makan Sahur?

Untuk menghindari waktu imsak, umat Muslim biasanya akan makan sahur lebih awal 2- 3 jam sebelum tibanya adzan subuh. Bahkan ada pula yang terkadang bangun kesiangan tidak makan maupun minum setelah waktu imsak. Lantas bagaimana pandangan Islam terkait hal ini.?

 

Batasan Waktu Larangan Sahur Sebelum Azan SubuhΒ 

Perlu diketahui jika penentuan batasan waktu larangan sahur sebelum azan Subuh (imsak) adalah bertentangan dengan berbagai dalil yang shahih di dalam Al-Quran dan sunnah. Di dalam Al-Quran dan Sunnah menerangkan bahwa batasan akhir waktu sahur adalah ketika terbitnya fajar shadiq atau ketika masuk waktu shalat Subuh. Berikut adalah beberapa dalil yang menerangkannya :

β€œMakan dan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” [QS Al Baqarah: 187]

Nah, dari ayat tersebut jelas disimpulkan bahwa batasan makan sahur adalah setelah masuknya waktu Shalat Subuh.

Selain itu, dalam Hadis Abdullah bin Umar Radhiallahu β€˜anhuma, bahwasanya Rasulullah bersabda :

Β β€œSesungguhnya Bilal mengumandangkan azan (pertama) di waktu malam. Maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan (kedua).” [HR Al Bukhari (617) dan Muslim (1092)]

Dalam hadis tersebut diterangkan dengan jelas bahwa makan sahur boleh dilakukan sepanjang azan kedua atau azan Subuh belum dikumandangkan. Apabila azan Subuh sudah dikumandangkan maka waktu sahur telah selesai.

Dari beberapa kumpulan dalil di atas dapat disimpulkan jika sebenarnya dalam Islam tidak ada pengaturan waktu imsak secara khusus. Imsak secara bahasa memiliki arti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak Subuh hingga Maghrib. Namun di Indonesia berkembang anggapan bahwa waktu imsak adalah saat ketika harus mulai berpuasa dengan menghentikan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Sedangkan untuk waktu imsak yang selama ini kita kenal adalah sekedar pertanda menjelang waktu Subuh. Biasanya berkisar 10-15 menit sebelum azan Subuh berkumandang. Kita masih dibolehkan untuk makan dan minum walaupun sudah memasuki waktu imsak. Namun alangkah baiknya jika kita telah bersiap-siap untuk menyudahi makan dan minum kita demi sahnya puasa, sekaligus bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Subuh.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!