Kenapa Mimpi Buruk Tidak Boleh Di Ceritakan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masyarakat Indonesia kebanyakan  jika mendapatkan mimpi disaat tidur , itu  memiliki suatu arti tentang kehidupannya  yang akan datang, tetapi ada juga  yang  berpendapat kalau mimpi itu hanyalah suatu hunga tidur.  Di islam  mimpi  memiliki suatu arti  tersendiri . karena telah dibuktikan  dari kisah para nabi yang dimana  beliau  mendapatkan wahyu melalui mimpi disaat tidur.

Seperti halnya  yang di kisah kan nabi Ibrahim yang beliau mendapatkan wahyu dari Allah subhanahuwataala  yang memerintah kan   beliau untuk menyembelih anaknya yaitu nabi Ismail.

“ oleh karena itu di saat nabi Ismail sudah bersama  nabi Ibrahim  berkata , “ wahai anakku!  Sesungguhnya  aku bermimpi  bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”  Nabi Ismail menjawab, “ Wahai ayahku! Lakukan lah apa yang di perintahkan  ( Allah) kepadamu , Insya Allah engkau akan mendapatkan termasuk orang yang sabar, “” ( As – Saffat: 102)

Ajaran Islam mimpi terbagi menjadi tiga  yaitu

Dari Abu Hurairah, Rasulullah berkata  bahwa , “  Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan,dan kabar gembira dari Allah .” ( HR Bukhari)

Dari ketiga  mimpi yang disebutkan, pastinya kalian pernah mendengar kalau mimpi yang jika kalian dapatkan adalah mimpi buruk maka janganlah kalian  menceritakannya kepada orang lain.  Itu adalah  larangan dari  Rasulullah  .

 Apabila setan mempermain kan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya,maka janganlah ia menceritakannya kepada orang lain.” ( HR Muslim).

Dari riwayat hadist diatasi Rasulullah  juga menyampai kan kalau saja seseorang  yang bermimpi buruk dan ia melupakannya  terus meminta pelindungan  kepada Allah subhanahu wataala dari setan , maka mimpi buruk tersebut tidak akan  berefek buruk di kehidupannya.

Perlu kalian ketahui kalau mimpi buruk  merupakan gangguan dari setan . maka kalau kalian bermimpi buruk  disarankan untuk melakukan meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali , setelah itu membaca ta’awudz  sebagai permintaan perlindungan kepada allah dari setiap gangguan setan dan kalian langsung merubah posisi tidur .  dan di keesokan harinya kalian jangan menceritakan mimpi buruk tersebut kepada orang lain ataupun kerabat dekat agar mimpi buruk tersebut  tidak berdampak buruk  kepada kalian.

Jika kalian menceritakan mimpi buruk tersebut kepada orang lain , maka bisa membuat perasaan kalian menjadi lebih khawatir  dan bisa menjadikan kalian akan bermimpi lebih buruk lagi disaat tidur

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!