hari besar - thr

Larangan Menghardik Anak Yatim, Ini Hukumnya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Yatim sendiri berasal dari bahasa arab yang memiliki arti anak yang sudah ditinggal mati oleh ayahnya serta belum baligh atau dewasa. Entah itu kaya atau miskin, pria atau wanita siapapun yang ditinggal mati oleh ayahnya dan belum dewasa maka termasuk anak yatim. Bukan hanya itu, di indonesia sendiri terkenal dengan suatu istilah yatim piatu dimana seseorang yang sudah tidak lagi mempunyai ayah dan ibu. Akan tetapi dalam ajaran agama islam, anak anak yatim memperoleh keistimewaan tersendiri.

Hal ini terbukti dengan banyaknya surat dan dalil yang ada di Al-quran dan hadist-hadist yang menjelaskan perihal yatim piatu. Umat muslim disini mempunyai tanggung jawab dan peran untuk memelihara serta memperhatikan anak yatim. Memelihara dan memperhatikan disini maksudnya yaitu dari segi kejiwaan dan sosial kemasyarakatan dari anak yatim. Umat islam dilarang dengan keras untuk menghina serta merendahkan kondisi anak yatim tersebut. Karena anak yatim adalah salah satu makhluk Allah yang wajib dikasihi.

Bahkan salah seorang tokoh agama mengatakan jika yatim untuk konteks agama adalah bagian dari salah satu perintah Allah SWT yang memiliki nilai humanisme. Anak anak yatim harus diberi kasih sayang serta diberikan kesempatan sama dengan anak-anak yang lainnya. Seorang anak yatim memiliki hak masa depan yang jauh lebih baik. Entah itu baik dari segi agama maupun persiapan hidup dalam masyarakat nantinya. Anak yatim jangan dibiarkan menjadi orang-orang yang tak mampu.

Mereka harus dipelihara dan harus diberi kasih sayang dengan setulus-tulusnya. Dan hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan keadilan di indonesia jika setiap orang memiliki hak perlakuan yang sama dengan yang lainnya. Kepada mereka kita wajib untuk bersikap baik apapun itu. Jangan pernah memandang mereka sebelah mata hingga sampai membentaknya. Ditambah dengan memakan harta anak yatim yang mana Allah dengan jelas melarang kita umat muslim untuk memakan harta mereka.

Allah akan memberikan hukuman atau azab menzalimi anak yatim yang pedih bagi kita yang memakan hartanya. Dan sudah dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat an-nisa ayat 10 yang artinya sesungguhnya mereka yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka sudah menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.

Terdapat beberapat surat yang ada dalam Al-quran yang mengajarkan untuk tidak menghardik anak yatim. Karena mereka juga memiliki hak waris dan hak dari orang tuanya yang sudah meninggal. Al-quran juga menegaskan jika janganlah kamu sekali-kali memakan harta anak yatim secara bathil secara tidak benar.

Hal ini semakin mempertegas jika yatim dihadapan Allah itu sungguh mulia. Kita harus selalu memuliakan mereka dengan diberi makan, dan menjamin masa depannya jika mereka tergolong dalam orang tak mampu. Jika anak itu tidak mampu, maka kita harus arahkan mereka.

Kita harus mendidik anak yatim dan harta yang dimiliki oleh mereka tidak boleh di otak-atik oleh manusia lain. Orang-orang yang menghardik, menyia-nyiakan dan memakan harta anak yatim secara tidak benar termasuk dalam golongan orang-orang mendustakan agama.

Jika kita tidak ingin termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama, maka jangan pernah menyakiti anak yatim, menyia-nyiakan mereka, dan jangan sampai memakan hartanya. Yang mana hal ini sudah diperjelas dalam surah Al Maun yang menjelaskan tentang ciri-ciri orang mendustkan hari pembalasan.

Di antara sifat orang yang mendustakan akan hari pembalasan yaitu kita yang tak memiliki kasih sayang untuk anak yatim dan orang miskin. Teruntuk yang memperlakukan anak yatim dengan sewenang-wenang maka jangan harap kelak akan memperoleh surge-Nya Allah SWT. Terdapat beberapa dalil dalam Al-quran yang dengan tegas dan menuntun kita untuk memperlakukan anak yatim sesuai dengan ajaran agama islam.

Dalil-Dalil Yang Menganjurkan Untuk Berbuat Baik Kepada Anak Yatim

12 Foto Anak Menangis dengan Alasan yang Super Lucu

Dalil untuk selalu berbuat baik kepada mereka

Sudah seharusnya kita wajib berbuat baik kepada mereka yang tergolong dalam anak yatim. Hal ini sudah ditegaskan dalam firman Allah SWT di surat al baqarah ayat 83 dan an nisa ayat 36. Pokok penjelasan dari surat al baqarah ayat 83 menyatakan jika untuk selalu berbuat baik kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak yatim serta orang-orang miskin.

Dan selalu mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama manusia, dirikanlah selalu shalat dan jangan lupa untuk menunaikan zakat. Sementara pada surat an nisa ayat 36 hampir sama pokok pembahasannya dengan al baqarah ayat 83.

Dalil untuk membagikan sebagian harta kita kepada mereka

Ingatlah jika sebagian harta yang kita miliki yang merupakan titipan dari Allah SWT didalamnya ada sebagian hak untuk anak yatim yang wajib dikeluarkan agar kita memperoleh ridhanya. Allah menjelaskan hal tersebut dalam surat Al baqarah ayat 177 serta ayat 215. Yang mana intinya pada surat al baqarah ayat 177  untuk memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada para kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir yang membutuhkan pertolongan serta orang yang meminta-minta.

Di surat Al baqarah ayat 215 Allah kembali menegaskan untuk memberikan harta kepada ibu bapak, kerabat, anak yatim, orang tidak mampu dan orang yang sedang dalam perjalanan. Jadi sebisa mungkin kita harus memuliakan mereka dengan sebagian harta kita jangan pernah membuat mereka menangis karena akan memperoleh dosa membuat anak yatim menangis.

Dalil untuk selalu mengurus mereka

Untuk kita yang hidup dalam kecukupan harta, sangat dianjurkan untuk mengurus anak yatim. Sampai kapan kita mengurus mereka yang tergolong anak yatim? Sampai mereka sudah pintar dan bisa hidup mandiri sehingga mereka dapat menghidupi diri mereka sendiri dan menjaga harta yang mereka kumpulkan.

Dalam surat Al baqarah ayat 220 Allah menegaskan jika manusia sepatutnya untuk mengurus anak yatim yang merupakan sifat baik dan bagi kita yang bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudara kita. Dari dalili ini sudah Nampak jika banyak sekali kemuliaan yang kita dapatkan dengan menyantuni anak yatim.

Dari penjelasan diatas sudah jelas bagaiamana gambaran hukum menyakiti hati anak yatim dalam islam. Sudah tahu kan bagaimana pedihnya azab yang akan kita terima jika menyakiti mereka? Jika sudah apakah kita masih mau menyakiti dan meluka hati anak yatim? Jika kita memiliki iman dan kita takut akan pedihnya azab Allah, maka pasti kita akan menghindari segala hal yang dilarang Allah. Justru kita akan memuliakan mereka sesuai dengan apa yang Allah anjurkan.

Arti menghardik anak yatim sendiri artinya memarahi, membentak mereka dengan perkataan yang keras sehingga menyakiti hati mereka. Tak hanya sekedar berkata, perbuatan dzalim kepada mereka termasuk perbuatan tercela.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!