Menu makanan untuk anak yang alergi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Menu makanan untuk anak yang alergi – Tak jarang, anak-anak usia balita tidak tahan terhadap suatu jenis bahan makanan (alergi). Alergi ini terutama terhadap protein yang terkandung dalam bahan makanan tersebut atau zat aditif (pengawet, pewarna, penambah rasa), yang dicampurkan dalam makanan.

Kalau si kecil menunjukkan gejala alergi, cobalah Anda perhatikan dan amati, apakah gejala ini berkaitan dengan sejenis makanan tertentu seperti telur atau makanan laut (sea food). Bila ternyata benar, untuk sementara waktu jangan memberi si kecil makanan yang Anda “curigai” sebagai penyebab alergi tersebut. Atau, sedapat mungkin hindarkan si kecil dari makanan makanan sejenis yang mungkin mengandung senyawa atau bahan kimia penyebab alergi.

Bukan tidak mungkin, sistem pencernaan si kecil membutuhkan lebih banyak waktu untuk dapat “menerima” jenis makanan baru yang Anda perkenalkan kepadanya. Karena belum siap. mungkin saja sistem pencernaannya melakukan “protes” yang muncul dalam bentuk gejala alergi. Itu sebabnya, Anda sebaiknya berhati-hati dalam memperkenalkan jenis-jenis makanan baru yang memiliki kemungkinan untuk menimbulkan alergi seperti telur, ikan, atau udang.

Menu makanan untuk anak yang alergi

Untuk mengatasi keadaan ini, Anda jangan lantas menghentikan pemberian susu sama sekali. Sebab, bagaimanapun, susu merupakanΒ  bahan makanan padat gizi yang dibutuhkan oleh si kecil, terutama dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang tengah berlangsung saat ini. Apabila gangguan pencernaan ini masih dalam taraf ringan, anak masih dapat mengkonsumsi susu paling tidak sebanyak satu gelas sehari, asalkan diberikan sedikit demi sedikit beberapa kali. bukan sekaligus.

Biasanya, alergi pada balita hanya berlangsung sampai usia tertentu. Jika gejala alergi hilang, si kecil boleh diberi lagi makanan yang diduga menyebabkan alergi Dan penelitian dlketahui bahwa gangguan pencernaan ini banyak dialami oleh orang-orang Asia, orang-orang berkulit hitam, serta orang-orang yang bertempat tinggal di wilayah Mediterania. Mengingat bahwa kita termasuk bangsa Asia yang memiliki kemungkinan cukup besar untuk menderita gangguan pencernaan ini, tak ada salahnya bila Anda berkonsultasi kepada dokter anak atau seorang ahli gizi untuk mengatasi hal lni.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!