niat sholat jamak

Panduan Sholat Jamak : Niat, Bacaan, dan Tata Cara [Lengkap]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Sebagai rukun Islam yang kedua, sholat adalah ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim. Sehingga, meninggalkan ibadah sholat adalah hal yang tidak dibenarkan.

Kendati demikian, Allah SWT mempermudah hamba-Nya dalam mengerjakan sholat bagi golongan musafir. Umat muslim dapat menggabungkan dua sholat wajib ke dalam satu waktu yang disebut dengan sholat jamak. Simak rangkuman mengenai tata cara sholat jamak berikut ini.

Pengertian sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat fardhu dan dikerjakan dalam satu waktu sholat oleh golongan orang yang sedang dalam perjalanan atau bepergian. Tidak semua sholat fardhu tersebut dapat digabungkan dan dikerjakan dalam satu waktu.

Tetapi tidak setiap perjalanan yang ditempuh bisa melakukan jamak karena ada ketentuan-ketentuan yang membolehkan seseorang melakukan sholat jamak. Pasalnya, ada syarat-syarat sebelum diperbolehkan melakukan sholat jamak. Syarat-syaratnya di antaranya seperti perjalanannya tersebut bukan bertujuan untuk hal yang maksiat, jarak minimal perjalanan harus mencapai farsakh atau menurut beberapa pendapat para ulama 88 Km, 80 Km, 64 Km, 94,5 Km, dilakukannya harus saat masih berada dalam perjalanan, dilakukan setelah keluar dari batas desa.

Beberapa sholat yang dapat digabung adalah sholat Zuhur, sholat Ashar, sholat Magrib, dan sholat Isya. Sedangkan sholat Subuh tidak dapat digabungkan dengan sholat yang lain.

Pada tata cara sholat jamak, umumnya terdapat dua macam sholat jamak yang dapat dilakukan yaitu jamak taqdim dan jamak takhir. Jamak Taqdim adalah tata cara sholat jamak yang menggabungkan dua sholat wajib ke dalam satu waktu dengan cara memajukan sholat yang belum masuk waktu ke dalam sholat yang telah masuk waktunya. Contohnya yakni sholat Zuhur yang dijamak dengan sholat Ashar yang dilakukan pada waktu sholat Zuhur. 

Jamak Takhir adalah tata cara sholat jamak yang menggabungkan dua sholat wajib ke dalam satu waktu dengan cara mengakhirkan sholat yang sudah masuk waktu ke dalam sholat yang berikutnya. Contohnya yakni sholat Zuhur yang dijamak dengan sholat Ashar yang dilakukan pada waktu sholat Ashar.

Selain niat dan tata cara menjamak sholat, kamu juga perlu mengenali jenis-jenis sholat jamak. Ketentuan diperbolehkannya menjamak sholat tentunya tidak boleh main-main. Semisal kamu sedang malas lalu menjamak sholat. Tentu hal tersebut tidak diperbolehkan. Menjamak sholat hanya boleh dilakukan oleh seseorang yang benar-benar dalam kondisi darurat

Pada umumnya, terdapat beberapa syarat yang menjadi dasar bagi umat muslim untuk melakukan sholat jamak. Baik sholat jamak taqdim ataupun jamak takhir memiliki syarat yang berbeda. Syarat jamak taqdim yakni sebagai berikut:

  1. Niat yang dilakukan dengan mengucapkan doa dengan sungguh-sungguh
  2. Muwalah atau bersegera
  3. Masih berstatus sebagai golongan yang diperbolehkan, yakni dalam kondisi bepergian atau sibuk
  4. Tertib

Sementara itu, syarat jamak takhir yakni sebagai berikut:

  1. Telah berniat untuk melakukan jamak takhir
  2. Masih dalam perjalanan saat menunaikan sholat jamak takhir
  3. Tertib

Niat Sholat Jamak Taqdim

bacaan sholat

Dalam menggabungkan dua sholat wajib ke dalam satu waktu, hal pertama yang terdapat pada tata cara sholat jamak yaitu adalah niat. Berbeda waktu saat menjamak sholat, berbeda pula doa niat yang harus diucapkan oleh umat muslim.

Niat dan tata cara menjamak sholat zuhur dan sholat ashar (Jamak Takdim)

1. Niat sholat jamak takdim zuhur dan ashar (dilakukan saat waktu zuhur)

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

2. Takbiratul ihram

3. Sholat zuhur empat rakaat seperti biasa.

4. Salam.

5. Setelah selesai sholat zuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat (Setelah salam pada sholat yang pertama harus langsung berdiri,tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain):

“Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.

6. Takbiratul Ihram

7. Sholat ashar empat rakaat seperti biasa.

8. Salam.

Niat dan tata cara menjamak sholat maghrib dan sholat isya (Jamak Takdim)

1. Niat sholat jamak takdim maghrib dan isya (dilakukan saat waktu maghrib)

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isya, dengan jama’ takdim, fardu karena Allah Ta’aala.

2. Takbiratul ihram

3. Sholat maghrib tiga rakaat seperti biasa.

4. Salam.

5. Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya dengan bacaan niat (Setelah salam pada sholat yang pertama harus langsung berdiri, tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain):

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isyak empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ takdim, fardhu karena Allah Ta’aala.

6. Takbiratul Ihram

7. Sholat isya empat rakaat seperti biasa.

8. Salam.

Niat Sholat Jamak Takhir

tata cara sholat

Niat dan tata cara menjamak sholat yang selanjutnya adalah jamak takhir. Jamak takhir adalah menggabungkan pengerjaan dua sholat dalam satu waktu, yaitu pada waktu sholat yang terakhir.

Contohnya, sholat zuhur dan ashar, dikerjakan saat waktu ashar, dan sholat maghrib dan isya, dikerjakan saat waktu isya.

Niat dan tata cara menjamak sholat zuhur dan sholat ashar (Jamak Takhir)

1. Niat sholat jamak takhir zuhur dan ashar (dilakukan saat waktu ashar)

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

2. Takbiratul ihram

3. Sholat zuhur empat rakaat seperti biasa.

4. Salam.

5. Setelah selesai sholat zuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat (Setelah salam pada sholat yang pertama harus langsung berdiri,tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain):

“Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.

6. Takbiratul Ihram

7. Sholat asar empat rakaat seperti biasa.

8. Salam.

Niat dan Tata Cara Menjamak Sholat (Jamak Ta’khir)

Begini niat dan tata cara menjamak sholat maghrib dan sholat isya (Jamak Takdim):

1. Niat sholat jamak takdim maghrib dan isya (dilakukan saat waktu maghrib)

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takdim, fardu karena Allah Ta’aala.

2. Takbiratul ihram

3. Sholat maghrib tiga rakaat seperti biasa.

4. Salam.

5. Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya dengan bacaan niat (Setelah salam pada sholat yang pertama harus langsung berdiri, tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain):

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isyak empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ takdim, fardhu karena Allah Ta’aala.

6. Takbiratul Ihram

7. Sholat isya empat rakaat seperti biasa.

8. Salam.

Niat sholat qashar dan jamak takdim

Ushallii fardhazh zhuhri rak’ataini qashran majmuu’an ilaihil ‘ashru adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu zhuhur 2 rakaat, qashar, dengan menjamak ashar kepadanya, karena Allah ta’ala.”

Niat sholat qashar dan jamak ta’khir

Ushallii fardhal ‘ashri rak’ataini qashran majmuu’an ilazh zhuhri adaa’an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “aku berniat sholat fardhu ashar 2 rakaat, qashar, dengan menjamaknya kepada zhuhur, karena Allah ta’ala.”

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!