(021) 5312 6107

Mengenalkan Perbedaan Mozaik dan Kolase Beserta Fungsinya Pada Buah Hati

IBU & BUAH HATI
Perbedaan Mozaik dan Kolase

Perbedaan Mozaik dan Kolase – Kolase dan Mozaik dan Montase termasuk bagian maupun suatu cabang dari seni rupa yang mungkin keberadaannya ini masih kurang diperhatikan. Dan bisa jadi, bagian dari seni rupa ini justru kurang dimengerti oleh masyarakat pada umumnya.

Sebab, dari beberapa cabang seni rupa ini masih banyak yang menganggapnya sebagai seni lukis. Ada juga yang menganggapnya sebagai seni patung dan juga seni gambar.  Jika dilihat secara sekilas, memang untuk kolase dan mozaik ini masih sering dianggap berada dalam satu teknik dasar yang sama.

Dan terkadang antara mozaik dan kolase ini sulit sekali untuk dibedakan.  Perlu anda ketahui, kolase dan mozaik ini sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Sebelum kita semua mengerti mengenai seperti apa perbedaan dari mozaik dan kolase ini, maka sebelumnya akan diulas mengenai pengertian dari kolase dan mozaik itu.

Pengertian Kolase

perbedaan kolase dan mozaik

Jika menurut kamus besar bahasa Indonesia, pengertian kolase ini merupakan suatu komposisi artistik yang pada umumnya dibuat dengan menggunakan berbagai macam jenis bahan. Diantaranya adalah seperti bahan berupa kain, kertas, kayu.

Selanjutnya, untuk bahan-bahan tersebut akan ditempelkan pada permukaan gambar. Dari pengertian yang telah dijelaskan tersebut bisa diartikan untuk pengertian kolase, yang mana kolase merupakan suatu karya seni rupa dua dimensi yang memakai atau memanfaatkan bahan yang bermacam-macam selama bahan itu bisa dipadukan dengan menggunakan bahan dasar yang lainnya.

Yang mana selanjutnya pada akhirnya bisa menjadi satu kesatuan karya yang utuh serta bisa untuk mewakili ungkapan dari perasaan estetis orang yang membuat karyanya.

Kolase juga bisa diartikan sebagai salah satu jenis karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam-macam. Namun,  selama bahan dasar yang digunakan tersebut bisa untuk dipadukan dengan bahan dasar yang lainnya.

Yang mana, pada akhirnya bisa menyatu menjadi karya seni yang bisa tampak utuh serta bisa mewakili ungkapan dari perasaan estetis orang yang membuat karya seni tersebut.

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa jenis bahan apa pun yang bisa dirangkum atau dikolaborasikan. Dengan demikian, bisa menjadi karya seni rupa dua dimensi, yang bisa digolongkan atau dijadikan bahan kolase.

Sejarah Kolase

perbedaan kolase dan mozaik

Perlu anda ketahui, jika pada sejarahnya, seni kolase ini di Venice, Italia, telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, yaitu sekitar pada abad yang ke 17. Kemudian, untuk seni ini malah semakin mengalami perkembangan terutama di Perancis, Inggris, Jerman, serta di kota-kota lain yang ada di Eropa.

Kolase ini juga dijadikan sebagai media yang sangatlah digemari oleh para kalangan seniman. Sebab kolase ini  telah dinilai unik dan bisa untuk menuntut kreativitas  yang cukup tinggi.

Bahkan ada pelukis  yang terkenal karena menggunakan seni lukis dengan tekhnik kolase dengan kertas, kain, dan juga menggunakan bahan dasar yang lainnya. Pelukis tersebut bernama, Pablo Picasso, Georges Braque,  dan Max Ernst.

Henri Mattise juga merupakan salah satu seniman yang berpindah menggunakan seni kolase ketika saat itu keadaan jari-jari tangannya terserang arthritis, karena keadaannya tersebut dia tidak mampu untuk melukis lagi.

Untuk pemanfaatan bahan baku dari seni  kolase yang bermacam-macam ini akan menghasilkan karakter berupa bentuk kolase yang dinilai cukup unik dan juga terlihat sangat menarik yang bisa dibedakan menjadi kolase dua dimensi dan juga kolase tiga dimensi yang mana memiliki fungsi yang berbeda juga.

Pengertian Mozaik

perbedaan kolase dan mozaik

Sedangkan dalam dunia seni rupa, mozaik merupakan pembuatan suatu karya seni rupa dua maupun karya seni tiga dimensi yang dibuat dengan menggunakan material dipotong-potong. Bisa juga dibuat dengan menggunakan bahan yang sudah berbentuk potongan.

Selanjutnya disusun dengan ditempelkan pada bidang yang datar, yaitu dengan cara di lem. Untuk kepingan benda-benda tersebut, diantaranya yaitu kepingan pecahan keramik, atau menggunakan potongan kaca.

Bisa juga menggunakan bahan dasar berupa potongan kertas, potongan daun, dan juga menggunakan potongan kayu. Namun, untuk sebuah tema gambar menggunakan satu jenis bahan dasar atau material.

Contohnya saja jika menggunakan kaca maka dalam satu tema gambar tersebut keseluruhannya menggunakan pecahan kaca semua. Akan tetapi bahan dasar kaca tersebut sebaiknya berbeda-beda warnanya. Baik itu untuk warna alam maupun warna yang buatan.

Mozaik juga dapat diartikan sebagai pembuatan karya seni rupa dua maupun tiga dimensi yang memanfaatkan berbagai macam material atau bahan dari kepingan – kepingan yang telah sengaja dibuat dengan cara dipotong- potong maupun sudah dibentuk potongan.

Selanjutnya disusun dengan cara ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. Berbagai macam kepingan benda tersebut bisa menggunakan kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas , potongan daun, atau menggunakan potongan kayu.

Nah, di dalam pembuatan garis kontur yang membatasi ruangan maupun bidang tidak menggunakan pewarna yang dioleskan, namun bisa menggunakan tempelan- tempelan yang memiliki warna yang berbeda

Perbedaan Mozaik dan Kolase

Jika dilihat dari definisi yang banyak diatas, maka bisa diambil kesimpulan jika mozaik dan kolase itu memang berbeda. Untuk mozaik memiliki susunan yang lebih kecil, kemudian untuk kolase susunannya lebih besar.

Perbedaan lain yang bisa anda ketahui yaitu, particle pada mozaik cenderung tersebut lebih mementingkan warna supaya detail gambar bisa tampak jelas. Kemudian, untuk yang kolase particle yang diperlukan memerlukan seleksi bentuk, supaya gambar yang terpasang tersebut bisa terlihat dinamis dan juga bisa tampak sesuai.

Sedangkan untuk mozaik merupakan suatu gambar maupun lukisan yang dibuat dengan cara menempelkan bahan dua dimensi, dengan demikian bisa berwujud. Bahan dua dimensi tersebut, diantaranya berupa kertas, batu-batuan.

Bahkan bisa juga menggunakan biji-bijian, bulu, pelepah pisang, rafia, kain, benang, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk kolse yaitu menempel dengan bahan jadi yang mana akan diubah dari segi bentuknya.

Jenis material atau bahan yang diperlukan diantaranya yaitu bahan yang berupa tiga dimensi. Contohnya saja seperti kaleng bekas, onderdil maupun parts mesin, potongan alat rumah tangga,  dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan berbagai macam bahan tersebut, maka bisa mewujudkan karya seni yang memiliki bentuk sesuai dengan subjeknya.

Perbedaan Teknik Pembuatan Mozaik dan Kolase

Teknik Membuat Kolase

Dalam pengertian yang pada umumnya kolase  ini bisa dibuat dalam bentuk dua dimensi. Dan untuk proses pembuatan dari karya kolase ini sering terjadi bahan dasar atau materialnya ini sebaiknya disiapkan dahulu.

Dan selanjutnya, menyiapkan untuk ide bentuk karya yang akan dipersiapkan tersebut.  Selanjutnya untuk proses pembuatan kolase, yaitu caranya dengan  memadukan barang-barang yang terdiri atas benda yang berbeda-beda.

Sampai  benda-benda tersebut bisa menjadi sebuah karya dengan melalui teknik asembling (yaitu dengan cara di lem, las, dipaku dan lain sebagainya) di masukkan supaya bisa menyatu.

Contoh Karya Kolase

Contoh karya seni kolase ini diantaranya, untuk anak yang masi dalam usia dini yaitu, telur yang keadaannya telah di kosongkan isinya. Selanjutnya bisa ditempeli dengan sehelai bulu yang dibentuk seperti sayap yang ada di bagian kanan dan juga pada bagian kirinya.

Selanjutnya di bagian belakangnya juga ditempeli kertas yang warnanya dibentuk seperti halnya ekor. Untuk bagian depan sebagai kepala bisa tempelkan plastik yang bentuknya bulat untuk dijadikan sebagai kepalanya yang selanjutnya ditambah dengan tempelan berupa manik-manik untuk dijadikan sebagai mata.

Anda bisa menempelkan pada bagian bawah telur potongan styrofoom, hal ini bertujuan supaya bentuk ayam itu bisa berdiri.

Teknik Membuat Mozaik

Mozaik ini biasanya juga masih dianggap seni lukis. Sebab selain sifatnya yang dua dimensi ini, masih dibantu dengan gambar yang ada pada proses pembuatan polanya. Meskipun untuk bahannya memakai kertas, daun, biji- bijian , kepingan kaca, pecahan keramik dan masih banyak lagi.

Mozaik ini juga dibuat dari bahan- bahan yang memiliki sifat leparan atau kepingan . Sebab, selanjutnya akan ditempel dalam bidang datar. Dengan demikian, bisa menjadi sebuah gambar.

Sedangkan untuk mozaik dapat diwakili dengan ide terlebih dahulu. Dan kemudian bisa ditentukan idenya yang selanjutnya bisa cari bahannya baru menentukan idenya.

Sebab, diharuskan untuk berfikir bagaimana caranya untuk memadukan berbagai macam bahan- bahan yang bermacam- macam untuk dijadikan sebagai karya.

Untuk pewarnaan pada mozaik ini pada umumnya dipilih dari bahan/material mozaik yang akan di tempel yang punya warna asli. Bisa diartikan juga jika warna tersebut asli dari warna kaca, mika,atau warna asli keramik, daun, kayu.

Dengan demikian, nantinya tidak perlu menambahkan pewarnaan pada saat bahan-bahan tersebut sudah ditempelkan. Agar bisa menghasilkan corak gambar yang elastis maupun dekoratif. Dengan demikian, terlebih dahulu harus mengatur warnanya dari susunan bahan dasarnya.

Contoh Pembuatan Mozaik

Untuk pembuatan mozaik anda bisa menyiapkan bahan berupa kertas karton/kertas tebal yang diberi pola maupun motif gambar.

Sebab, bahan dasarnya yang dari karton maupun kertas lain, maka materialnya yang ditempelkan yaitu berupa potongan kertas, daun, rumput kering, maupun bahan berupa plastik. Selanjutnya, tempelkan dengan menggunakan lem yang bisa anda susun sesuai dengan tujuan gambar yang anda kehendaki.

Cara Pembuatan Kolase

Siapkan bahan seperti koran, majalah, dan kertas, kalender bekas/kertas gambar, pewarna, gunting pensil, dan lem. Anda bisa membuat gambar yang diinginkan di kalender bekas/kertas gambar. Rencanakan penempelan bahan dalam gambar yang  telah anda buat.

Bahan bekas diberi pewarna terlebih dahulu. Gunting atau sobek bahan bekas dengan ukuran kecil. Oleskan lem di gambar yang akan ditempeli kertas.

Kemudian, bisa anda tempelkan bahan bekas di kertas. Buatlah serapi mungkin sesuai kreativitasmu. Usahan tempelan kertas  tertata dengan rajin, supaya hasil kolase juga rajin.

Fungsi Kolase dan Mozaik

Kolase dan mozaik memang berbeda, akan tetapi memiliki fungsi yang sama, diantaranya yaitu;

  1. Fungsi praktis, yang merupakan fungsi dalam benda sehari-hari, karya tersebut biasanya dimanfaatkan untuk dijadikan bahan dekorasi.
  2. Fungsi edukatif, sebab bisa membantu mengembangkan daya pikir, daya serap, emosi, estetik, dan juga bisa mengembangkan kreativitas.
  3. Fungsi ekspresi, karena memakai berbagai bahan dan tekstur yang bisa membantu melejitkan ekspresi.
  4. Fungsi psikologis, karena menuangkan ide, emosi yang bisa menghasilkan rasa puas serta kesenangan. Dengan demikian bisa untuk mengurangi beban psikologis.
  5. Fungsi sosial, sebab bisa menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang ada dan diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan modal berupa kreativitas.

 


error: Content is protected !!