Pertanyaan Umum Seputar Kehamilan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Pertanyaan Seputar KehamilanI:  perubahan apa saja yang akan terjadi dalam hidup saya dengan hadirnya seorang bayi?

J: Hampir semua aspek kehidupan berubah ketika sudah ada anak untuk dirawat. Anda harus mempertimbangkan anak dan juga diri Anda dalam setiap keputusan yang diambil, baik jangka pendek maupun jangka paniang. Misalnya, setiap bepergian Anda harus membawa tas berisi pakaian, popok, dan perlengkapan bayi lainnya. Anda mungkin harus menunggu hingga bayi

Anda selesai makan, bangun tidur, atau diganti pakaiannya. Anda tidak mungkin lagi pergi ke beberapa tempat, seperti bioskop atau teater, bersama bayi Anda. Untuk pergi ke tempat-tempat tersebut, Anda harus menggaji baby sitter atau meminta pertolongan sanak saudara untuk menlaga bayi Anda. Secara umum, acara bepergian yang sifatnya spontan akan lebih sulit untuk dilakukan.

Setelah memiliki bayi, uang yang bisa Anda belanjakan dan waktu luang Anda mungkin menjadi lebih terbatas. Namun, Anda mungkin justru akan menikmati saat-saat membelanjakan uang untuk keperluan bayi Anda serta saat-saat bersamanya. Kehidupan sebagai orang tua sering kali membawa perubahan perilaku dan prioritas hidup yang sangat besar. Anda mungkin tidak lagi mengutamakan karir tetapi ingin menempatkan kehidupan keluarga sebagai prioritas utama. Mungkin juga Anda akan mulai merasa bahwa Anda tidak ‘cocok’ lagi dengan beberapa teman. Anda mulai berkumpul dengan orang tua-orang tua lainnya, atau mungkin menjadi lebih dekat dengan keluarga. Apa pun perubahan yang terjadi, banyak orang tua mengatakan bahwa kebahagiaan memiliki dan membesarkan anak jauh melebihi pengorbanan yang harus dilakukan.

I: Ketika sudah mempunyai bayi, apakah saya akan bisa memiliki waktu untuk diri saya sendiri?

J: Tentu saja, tapi untuk itu dibutuhkan pengaturan yang lebih baik dari sebelumnya. Anda juga membutuhkan bantuan orang lain untuk memastikan bahwa Anda bisa menikmati waktu-waktu pribadi tersebut. Anda bisa membujuk suami, anggota keluarga, atau teman dekat untuk menjaga bayi Anda selama Anda menikmati waktu-waktu pribadi yang sangat berharga tersebut.

I: Suami saya sangat menginginkan seorang anak dan percaya bahwa memiliki anak adalah salah satu bagian dari hubungan suami istri’ Tetapi saya tidak begitu yakin… dan saya tidak tahu apa yang harus dilakukan.

J: Memiliki anak adalah bagian dari sebagian besar hubungan suami istri, tetapi tidak semua. Tidak mempunyai anak dari kandungan sendiri bukanlah sesuatu yang tidak normal. Apabila Anda merasa ragu untuk mempunyai anak, luangkan lebih banyak waktu bagi Anda dan suami untuk memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Anda mungkin akan menyadari bahwa keraguan Anda sebenarnya mencerminkan kegelisahan Anda mengenai bagaimana harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru sebagai orang tua nantinya.

Anda mungkin juga akan menyadari bahwa masih ada beberapa hal yang ingin Anda lakukan dalam hidup sebelum mempunyai anak. Suatu saat, Anda mungkin akan mendapati bahwa diri Anda sudah siap untuk menyambut tantangan baru tersebut.

I : Kakak ipar saya mengatakan bahwa mempunyai anak adalah sesuatu yang sangat membosankan. Seandainya ia tahu mengenai hal itu sebelumnya, ia akan berpikir dua kali untuk mempunyai anak. Apakah itu benar?

 J : Mungkin saat itu kakak ipar Anda sedang mengalami masa-masa yang buruk. Bisa saja ketika itu ia sedang merasa lelah setelah bekerja dan masih banyak pekerjaan rumah tangga yang menunggunya. Atau, kakak ipar Anda teringat kembali akan kehidupannya dulu, ketika masih sendiri, belum ada anak-anak, dan merindukan waktu-waktu luang untuk dirinya sendiri.

Apabila Anda bertemu lagi dengan kakak ipar Anda, mungkin ia merasa bahagia dan bangga dengan anak-anaknya dan tidak ingin hidup tanpa mereka. Di pihak lain, mungkin juga kakak ipar Anda sangat merindukan kebebasan dan kemewahan kehidupannya dulu ketika belum ada anak-anak. Sangat penting untuk selalu ingat bahwa apa yang dirasakan orang lain tidak menentukan bagaimana reaksi Anda nantinya terhadap situasi yang sama.

I: Ibu dan mertua saya selalu mengatakan bahwa waktu terbaik untuk memiliki anak adalah ketika masih muda. Apakah akan ada masalah jika kami menunggu beberapa tahun lagi?

J: Waktu ideal untuk mengandung adalah usia dua puluhan. Namun, banyak wanita di awal usia tigapuluhan mengandung dan melahirkan bayinya tanpa masalah. Yang jelas, setelah melewati usia 35 tahun, kesuburan wanita akan menurun drastis. Seandainya muncul masalah, akan dibutuhkan waktu untuk menyelesaikannya, dan setelah usia 35 tahun, waktu tidak lagi memihak Anda. Walaupun begitu, banyak wanita melahirkan bayi yang sehat di awal usia tigapuluhan dan empatpuluhan.

Semua ibu dan mertua sering kali ingin segera menimang cucu. Hal ini bisa mempengaruhi penilaian mereka mengenai apa yang terbaik bagi putri atau menantu mereka. Hanya Anda yang tahu apa yang terbaik; dan ketika Anda dan suami merasa bahwa saat ini adalah saat yang terbaik, segeralah wujudkan.

Pertanyaan Umum Seputar Kehamilan

I: Saya khawatir mengenai keinginan istri saya untuk tidak lagi bekerja setelah mempunyai anak. Saya merasa keputusan tersebut tidak baik bagi dirinya atau pun bagi keuangan keluarga. Apa yang sebaiknya saya katakan kepada istri saya?

J: Kompromi adalah pilihan terbaik bagi Anda berdua, yaitu istri Anda bekerja paruh waktu. Anda berdua sebaiknya meluangkan waktu untuk berdiskusi dan menyusun tiga macam anggaran pendapatan yang berbeda, yaitu jika istri Anda kembali bekerja setelah melahirkan, jika istri Anda bekerja paruh waktu, dan jika istri Anda tidak bekerja sama sekali.

lstri Anda harus mengetahui berapa banyak uang yang akan diperlukannya dari gaji Anda apabila dia berhenti bekerja. Hal ini akan membantunya menghargai pengaruh perubahan ini terhadap kondisi keuangan keluarga. Pastikan Anda memasukkan semuanya dalam anggaran tersebut, dan tambahkan pengeluaran ekstra. Apabila Anda sudah selesai menyusun anggaran tersebut, tambahkan sedikitnya 10% sebagai dana darurat.

I : Saya baru saja menikah dengan seorang duda yang memiliki dua orang anak dari pernikahan sebelumnya. Saya tidak mempunyai anak, padahal saya sangat menginginkannya. Suami saya tidak ingin punya anak lagi, karena tidak ingin membuat kedua anaknya menjadi cemburu atau sedih. Saya merasa tidak puas dengan keadaan tersebut dan merasa diperlakukan tidak adil. Apa yang bisa saya lakukan untuk membujuk suami saya?

J : lni adalah permasalahan yang sangat rumit, dan menjadi semakin sulit karena menyangkut beberapa orang yang terikat dalam situasi yang sensitif. Apabila Anda memang sangat ingin mempunyai anak tetapi tidak melakukan apa pun untuk mewujudkannya, Anda akan menyesalinya seumur hidup. Jadi, sangat penting untuk mengungkapkan kepada suami Anda sejelas mungkin betapa pentingnya memiliki seorang anak bagi Anda.

Seorang ayah yang tidak lagi hidup bersama anak-anaknya setelah perceraian, sering kali ditekan oleh rasa bersalah. Namun, begitu sudah tenang dan mapan dengan kehidupannya yang baru setelah menikah lagi, kemungkinan besar ia akan menyambut positif ide untuk memiliki anak lagi. Akan sangat membantu apabila Anda menyatakan kepada suami bahwa Anda sepenuhnya memahami permasalahan tersebut. Anda juga tidak bermaksud menghapuskan kehidupan suami Anda sebelumnya dengan membangun keluarga baru. Tunjukkan kepada suami Anda bahwa akan selalu ada waktu dan ruang tersendiri dalam hidup Anda bagi kedua anak suami Anda tersebut. Tanyakan kepada suami apakah Anda berdua perlu membahas hal ini dengan kedua anaknya apabila mereka sudah cukup umur unluk memahami permasalahan ini. Menghadiri satu atau dua sesi konsultasi khusus bersama suami Anda untuk membahas hal ini akan sangat bermanfaat.

sumber: meningkatkan kesuburan untuk kehamilan (seri Ayahbunda)

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!