Prinsip Taawun yang Sesuai Ajaran Islam di Kehidupan Sehari-Hari

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Bersikap baik dengan melakukan tolong menolong dan saling membantu dengan sesama, adalah sikap yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Misalnya dengan bersikap ta’awun atau saling membantu atau menolong dengan sesama manusia.

Dalam menolong orang, jangan memandang siapapun. Tolonglah mereka yang memang berhak mendapatkan pertolongan. Ta’awun adalah ajaran dasar akhlak di dalam islam, yang harus diterapkan di kegiatan sehari-hari.

Prinsip Ta’awun Tolong Menolong dalam Islam

Sikap tolong menolong serta sikap saling peduli antar manusia, merupakan ciri khas di dalam budaya agama Islam itu sendiri. Allah SWT secara langsung memberi amanat kepada seluruh umat manusia di dalam Al-quran.

Seperti yang terdapat di dalam surat Al-Maidah ayat 2 yaitu, “Dan tolong menolong lah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.

Kata ta’awun artinya adalah tolong menolong dalam bahasa Arab. Pengertian ta’awun di dalam ilmu aqidah dengan akhlak adalah, sifat tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Sikap ini harus selalu diperhatikan di dalam agama Islam.

Namun sifat tolong menolong ini hanya ada dalam kebaikan saja, tak ada tolong menolong dalam dosa, pelanggaran atau sikap buruk lainnya. Maka, sikap tolong menolong menjadi akhlak yang sangat terpuji di dalam Islam.

Implementasi dari sikap tolong menolong tersebut bisa berupa apa saja, selama Anda menolong orang yang kesusahan atau yang memerlukan bantuan artinya Anda sudah bersikap ta’awun. Tolong menolong juga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Misalnya tolong menolong di sekolah, di tempat kerja, di tempat-tempat umum, dan sebagainya. Bahkan, membantu orang tua di rumah dengan meringankan pekerjaan mereka juga menjadi prinsip ta’awun yang baik di dalam Islam.

Tolong Menolong dalam Kebaikan dan Ketakwaan

Walaupun sikap saling tolong menolong itu adalah sikap yang baik, tetapi ada juga orang yang tidak mau menolong sesamanya padahal ia tahu orang tersebut sedang membutuhkan bantuan. 

Ta’awun merupakan sebuah upaya untuk saling membantu, dan juga saling bersinergi antara pihak yang satu dengan pihak yang lainnya. Ta’awun ini bisa menjadi sikap yang positif tapi juga bisa menjadi sikap yang negatif.

Tolong menolong dalam hal kebaikan tentu akan menjadi sesuatu yang sifatnya positif, tetapi jika tolong menolongnya dalam hal yang buruk maka sifatnya akan menjadi negatif. Namun di dalam ajaran Islam, ta’awun ini selalu diarahkan pada konteks yang positif yaitu di dalam kebaikan.

Misalnya dalam segala urusan kebaikan dan juga ketakwaan, di kehidupan sehari-hari. Terbukti dari sejarah Islam ketika masyarakat madani yang ada di Madinah, terbentuk karena adanya ukhuwah atau rasa persaudaraan dan sikap tolong menolong dalam kebaikan serta ketakwaan.

Kebaikan dan ketakwaan ini terjalin antara kelompok anshar dengan muhajirin. Itulah sikap tolong menolong yang sejalan dengan tujuan dan dasar di dalam Islam itu sendiri. Hal itu terjadi dalam rangka memupuk sikap dan nilai positif, serta akhlak yang terpuji di dalam diri setiap muslim.

Tolong menolong dalam hal baik dan takwa juga termasuk pada mencegah saudara muslim, untuk melakukan perbuatan dosa misalnya maksiat/zina. 

Rasulullah pernah berpesan di dalam sebuah hadist kepada para sahabatnya, untuk menolong saudara kita yang terdzalimi atau mereka yang mendzalimi orang lain. 

Para sahabat pun bertanya, bagaimana caranya menolong orang yang berbuatdzalim, maka Rasulullah SAW menjawab cara menolongnya adalah dengan mencegah mereka untuk melakukan kedzaliman tersebut.

Contoh-contoh Ta’awun dalam Kehidupan Sehari-hari

34 Kata-kata Perjuangan dan Doa, Jadi Motivasi Pantang Menyerah - Ragam  Bola.com

Kata-kata menolong sangat berkaitan dengan sikap saling membantu, serta ta’awun di dalam Islam. Keadaan manusia itu sangat terbatas, baik dalam hal penguasaan ilmunya ataupun dalam kondisi yang lainnya.

Sebagai makhluk yang lemah, manusia harus saling membantu untuk memenuhi hajat hidupnya sendiri. Contoh ta’awun juga bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya:

  • Meringankan beban orang lain.
  • Mengunjungi/menjenguk orang sakit atau orang yang sedang terkena musibah.
  • Menutupi aib-aibnya.
  • Memberi bantuan pada orang yang membutuhkan.

Dampak positif dari membiasakan diri untuk bersikap ta’awun diantaranya adalah:

  • Kebutuhan hidup berkat dari kebersamaan terpenuhi dengan baik.
  • Meringankan tugas-tugas yang berat.
  • Persatuan dan kesatuan antar sesama manusia dapat terwujud.
  • Munculnya rasa simpati pada sesama.

Upaya yang bisa dilakukan dalam melakukan sikap ta’awun adalah:

  • Sadar bahwa manusia juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
  • Sadar dengan kondisi manusia yang lemah serta tidak bisa hidup sendiri.
  • Membiasakan diri untuk mengedepankan kepentingan bersama, tetapi tidak mengorbankan kepentingan atau kebutuhan diri sendiri.
  • Membiasakan diri untuk melihat potensi yang ada di dalam diri kita, dari segi keilmuan atau dari materi yang akan menjadi bahan dalam mewujudkan kebersamaan.

Perilaku Menolong di dalam Islam

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa ta’awun adalah sikap tolong menolong yang berasal dari bahasa Arab. Tolong menolong yang ada di dalam ajaran Islam menjadi suatu kewajiban, yang harus dilakukan oleh umat Islam.

Konsep tolong menolong memang harus dikemas sesuai dengan ajaran dan syariat Islam yang ada. Tolong menolong yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya boleh dilakukan dalam kebaikan saja. Namun tidak diperbolehkan tolong menolong dalam permusuhan atau dosa.

Dalam surat Al-Maidah ayat 2 di dalam Al-quran tentang tolong menolong, terdapat kata al-birru atau at-taqwa yang dimana keduanya memiliki makna yang masih saling berkaitan. Bagian yang satu menjadi bagian dari yang lainnya.

Makna sederhana dari kata al-birru tersebut adalah kebaikan, yang merupakan kebaikan dalam arti menyeluruh serta mencakup segala macam dan ragam yang ada saat itu. Pengertian al-birru menurut Imam ibnu al-Qayyim adalah, jenis kebaikan serta kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba.

Lawan kata al-birru adalah al-istmu yaitu dosa yang memiliki makna satu ungkapan, yang meliputi segala macam aib/keburukan dan menjadi sebab dari seseorang yang dicela jika melakukan keburukan tersebut.

Kapan Dimulainya Sikap Ta’awun?

Sejak kelahiran dan perkembangan Islam dimulai, sikap ta’awun ini juga sudah dimulai. Menurut sejarah Islam, banyak perilaku nabi dan para sahabatnya, dan juga kaum muslimin yang melakukan sikap ta’awun tersebut.

Misalnya, Siti Khadijah dengan harta dan juga dorongan semangatnya sudah menolong perjuangan dari Rasulullah SAW, untuk menyiarkan agama Islam. Sama halnya dengan yang telah dilakukan oleh para sahabat nabi seperti Abu Bakar As-Shidiq, Usman bin Affan, Abd al-Rahman bin Auf.

Mereka adalah para sahabat yang terkenal dengan sikap mengorbankan seluruh hartanya, dengan cara menolong perjuangan Rasulullah dalam mengembangkan ajaran dan agama Islam. 

Contohnya Abu Bakar Ash Sidiq yang membebaskan Bilal Bin Rabah, yaitu seorang budak yang masuk Islam setelah ia memperoleh penyiksaan dari majikannya. 

Pada saat Rasulullah dikepung dan akan dibunuh oleh orang-orang kafir, Ali Bin Abi Thalib juga rela mengorbankan jiwanya untuk menolong Rasulullah SAW. 

Masih banyak lagi contoh kebaikan dalam ta’awun yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan sahabatnya di zaman dahulu, yang harus kita contoh di masa kini.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!