Surya, Pemuda Tunarungu yang Diundang Bertemu Ratu Inggris

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Surya, Pemuda TunarunguSeperti kakaknya, almarhumah Giska Putri, sosok Panji Surya Putra (21) adalah penyandang tuli atau tunarungu yang patut menjadi teladan. Putra bungsu penyanyi Dewi Yull ini berhasil mematahkan premis kaum tuli akan menjadi beban di masyarakat. Lewat ketekunannya, Surya berhasil membuktikan, kaum tuli juga bisa berprestasi.

Pertengahan tahun 2014, Surya diundang ke Inggris untuk mewakili penyandang tunarungu dari Indonesia dalam pertemuan internasional penyandang disabilitas. Di negara tersebut, ia juga mendapat kesempatan untuk makana malam bersama dengan Ratu Elizabeth II dan Prince Philip, Duke of Edinburgh.

Dipilihnya Surya dalam forum tersebut memang bukan tanpa alasan. Karena sejak tiga tahun belakangan, Surya memang sudah aktif mengadvokasi hak-hak kaum tuli di Indonesia. “Kaum tuli harus mendapatkan kesempatan yang sama seperti orang normal. Mereka juga memiliki potensi yang besar bila hak-hak dasarnya diperhatikan,” kata Surya di Jakarta, baru-baru ini.

Belum lama ini, Surya juga terpilih untuk mewakili Young Voices Indonesia dalam ajang kompetisi IT di Bangkok, Thailand. Dalam kompetisi yang diikuti 20 negara peserta tersebut, Surya berhasil meraih juara tiga kategori e-Tools/Good e-Tools.

Saat ini Surya kuliah di Universitas Siswa Bangsa Internasional (SBI) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Setiap akhir pekan, dia juga mengajar Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) di Fakultas Ilmu budaya Universitas Indonesia. Ia ingin semakin banyak masyarakat yang mempelajari Bisindo, sehingga komunikasi antara kaum tuli dan orang normal tidak lagi menjadi kendala.

Bersama Gerkatin atau Gerakan untuk Kesejahteraan tunarungu Indonesia, dia juga aktif memperjuangkan agar Bisindo diakui pemerintah sebagai bahasa resmi tunarungu Indonesia. Cita-citanya sederhana, namun diakuinya cukup berat untuk diperjuangkan. Dia ingin tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, termasuk kaum tuli.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!