Tafsir Surat Al Baqarah dan Ketahui Allah Subhanahu Wata’ala Sangat Dekat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Berdoa adalah salah satu cara kita mendekatkan diri kepada Allah. Tentu saja, doa harus dibarengi dengan berbagai ibadah wajib dan sunah agar cepat terkabul. Mengapa seseorang perlu berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala? Tentu karena kita bergantung kepada Allah dalam segala urusan, baik di dunia ataupun di akhirat.

Banyak keutamaan yang didapatkan seseorang ketika berdoa. Bahkan. Allah itu dekat sehingga setiap hamba dapat berdoa, terutama pada sepertiga malam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ 

“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku di setiap malamnya.” (HR Muslim)

Tafsir Surat Al Baqarah tentang Kedekatan Allah

Dalam surah Al Baqarah 186, Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), ‘Aku itu dekat’. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku maka hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Kedekatan yang dimaksud dalam ayat ini adalah kedekatan Allah pada orang yang berdoa (kedekatan yang sifatnya khusus).”

Dalam tafsir Sa’di halaman 7, dijelaskan bahwa terdapat dua macam kedekatan kepada Allah yang dimaksudkan pada QS Al Baqarah tersebut, yakni:

  1. Kedekatan Umum

Kedekatan umum kepada Allah ini yang dimaksudkan adalah dengan ilmu-Nya yang berlaku pada setiap makhluk. Tentu banyak ilmu mengenai syariat Allah yang diperintahkan kepada umat manusia dalam menjalankan kehidupan dunia dan urusan akhiratnya kelak.

  1. Kedekatan Khusus

Adapun kedekatan khusus adalah kedekatan Allah terhadap hamba-Nya dan seorang muslim yang berdoa kepada-Nya. Jadi, ketika seorang muslim berdoa kepada Allah, terlebih di waktu sepertiga malam, maka ia termasuk ke dalam kedekatan khusus dengan Allah.

Dalam riwayat lain juga dijelaskan tentang makna dekat dengan Allah yang berkaitan dengan surat dalam Al Qur’an, yakni Al Baqarah tadi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

وَالَّذِى تَدْعُونَهُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ عُنُقِ رَاحِلَةِ أَحَدِكُمْ 

“Yang kalian seru adalah Rabb yang lebih dekat pada salah seorang di antara kalian daripada urat leher unta tunggangan kalian.” (HR Muslim)

Penjelasan dalam hadits tersebut juga ditegaskan oleh firman Allah dalam surat Qaaf ayat 16, yang berbunyi:

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ 

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Ibnul Qayyim menjelaskan, kedekatan Allah yang berkaitan dengan tafsir hadits dan ayat Al Qur’an di atas dibedakan menjadi dua, yakni:

  1. Allah dekat dengan ilmunya yang karena itu, Allah menggandengkan ilmu (mengetahui) dengan apa yang dibisikkan hati manusia.
  2. Yang dimaksud dekat adalah malaikat Allah yang bershalawat pada hatinya sehingga lebih dekat dari urat lehernya. “Inilah pendapat yang dipilih oleh guru kami.” (Madarijus Salikin 2/290)

Tips agar Selalu Dekat dengan Allah dan Doa Dikabulkan

Dari penjelasan di atas, doa memiliki keutamaan yang banyak. 

Dalam tafsir Sa’di halaman 77 dijelaskan bahwa siapa saja yang bedoa kepada Allah dengan menghadirkan hati dengan menggunakan doa yang dituntunkan dan menjauhi hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya doa (seperti makan makanan yang haram), maka niscaya Allah akan mengijabahi doanya. 

Terkhusus jika melakukan sebab-sebab yang terkabulnya doa dengan tunduk pada perintah dan larangan Allah, baik perbuatan dan perkataan serta disertai dengan iman.

Kedekatan dengan Allah dapat kita raih pada saat bersujud. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ 

“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa.” (HR Muslim)

Hal ini juga diperjelas dengan riwayat lain dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, yaitu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

فَأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ 

“Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.” (HR Muslim).

Ada aturan doa ketika bersujud, yakni (1) doa ketika bersujud tidak dikhususkan pada sujud yang terakhir, (2) berdoa dengan bahasa Arab, (3) boleh berdoa yang berasal dari Al-Qur’an, dan (4) tidak boleh telat dari imam ketika berdoa saat sujud.

Bagi yang sudah berdoa tetapi belum kunjung dikabulkan, perhatikan penjelasan berikut.

  1. Berprasangka Baik kepada Allah

Kadang kala, seorang hamba akan berburuk sangka kepada Allah ketika doanya tidak kunjung dikabulkan. Jika demikian, seorang hamba tersebut akan mudah berputus asa dan nekat menempuh jalan yang tidak diridhai Allah.

Salah satu cara agar doa mudah terkabul adalah dengan berprasangka baik kepada Allah ketika berdoa. Disebutkan dalam hadits, dari Abu Said radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda:

ما من مسلم يدعو الله بدعوة ليس فيها مأثم و لا قطيعة رحم إلا أعطاه إحدى ثلاث : إما أن يستجيب له دعوته أو يصرف عنه من السوء مثلها أو يدخر له من الأجر مثلها 

“Tidaklah seorang muslim yang berdoa dan doanya tidak berisi perbuatan dosa atau memutus silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan, (1) Allah kabulkan doanya (2) Allah hindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan isi doanya (3) Allah simpan dalam bentuk pahala untuknya di akhirat.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Musthafa Al-Adawi)

Dalam hadits tersebut sudah dijelaskan secara gamblang bahwa doa memiliki tiga macam yakni:

  1. Doa langsung dikabulkan oleh Allah.
  2. Doa dapat menghindarkan seorang hamba dari musibah.
  3. Doa yang Allah simpan untuk seorang hamba di akhirat kelak.

Jadi, tidak perlu khawatir apabila doa belum kunjung dikabulkan karena bisa saja di poin 2 dan 3 Allah memberikannya kepada seorang hamba.

  1. Yakin dan Bersungguh-sungguh saat Berdoa

Adakalanya Allah belum juga mengabulkan doa seseorang disebabkan Allah menahannya karena itu lebih baik bagi dirinya, seperti yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sumber https://rumaysho.com/17575-renungan-25-boleh-jadi-apa-yang-engkau-benci-itu-baik-bagimu.html

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. “Bisa jadi, kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian. Terkadang pula, kalian mencintai sesuatu, padahal itu buruk bagi kalian. Allah mengetahui dan kalian tidak.” (QS Al Baqarah ayat 216)

  1. Jangan Berputus Asa dalam Berdoa

Seperti yang sudah disinggung di atas, adakalanya seseorang akan merasa jenuh dan putus asa ketika doa yang ia panjatkan belum kunjung dikabulkan. Hal ini juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam:

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى 

Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan. ‘Saya telah lama berdoa, tetapi tidak kunjung dikabulkan’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits itu disebutkan bahwa agar doa terkabul, janganlah tergesa-gesa dalam berdoa. Maksud tergesa-gesa di sini adalah berharap agar doanya segera dikabulkan. Lakukan dengan bersungguh-sungguh dan hanya karena Allah Subhanahu wata’ala.

Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa penting bagi seorang hamba untuk menyadari bahwa Allah Maha Dekat sehingga bertambahlah kecintaannya kepada Allah dan doa pun akan mudah terkabul. 

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!