Apa Saja Tanda Kasih untuk Teman-Teman Disabilitas Mental?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Disabilitas mental adalah ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) atau ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), yaitu orang yang memiliki masalah pada dirinya, entah itu fisik, sosial, mental, pertumbuhan serta perkembangan, dan/atau kualitas hidup. Orang-orang ini berisiko lebih tinggi mengalami gangguan jiwa.

Orang yang menyandang masalah kejiwaan dalam waktu yang cukup lama juga berisiko mengalami hambatan terhadap interaksi serta partisipasi di kalangan masyarakat berdasar kesetaraan lainnya.

Faktor Penyebab Disabilitas Mental

Penyebab masalah disabilitas mental atau gangguan jiwa terdiri dari berbagai macam faktor, di antaranya faktor biologis, psikologis, dan sosial spiritual.

Faktor biologis yang mempengaruhi kondisi mental seseorang adalah karena penyakit fisik kronis yang diderita. Kondisi ini pun mempengaruhi otak dan yang lebih buruk adalah bisa menyebabkan penyalahgunaan NAPZA.

Sementara itu, faktor psikologis merujuk pada pola adaptasi seseorang, yakni bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah. Ada juga pola mekanisme, yang merupakan pertahanan diri dari penyandang gangguan jiwa serta pola kepribadian.

Adapun faktor spiritual adalah seperti pola relasi, yaitu semacam dukungan atau faktor pemicu lain di saat terjadi situasi krisis.

Karakteristik Penyandang Disabilitas Mental (PDM)

Secara umum, terdapat dua karakteristik PDM, yakni gangguan skizofrenia dan gangguan jiwa lainnya. Berikut penjelasannya.

  1. Gangguan Skizofrenia

Tercatat lebih dari 90% PDM adalah penderita gangguan skizofrenia. Penderita gangguan ini paling sering mengalami pemasungan.

Ciri yang mudah dikenali dari penyandang skizofrenia adalah risiko melakukan kekerasan karena terganggunya pola pikir/kondisi mental penderita. Gangguan yang dialami meliputi gangguan perasaan, perilaku, persepsi, pikiran, dan motivasi.

Skizofrenia ini kerap mengakibatkan kondisi gaduh gelisah pada penderitanya dengan risiko melakukan kekerasan. Selain itu, penderita gangguan ini juga sulit dipahami dan dibantu.

Banyak kasus kesalahpahaman di kalangan masyarakat terhadap penyandang skizofrenia yang terlambat ditangani. 

Karena kondisi ini terkesan tiba-tiba, masyarakat menganggap penderita tengah mengalami proses dari budaya dan spiritual, seperti kerasukan roh, mengalami keberatan ilmu/nama, bahkan ada yang menganggapnya sakti.

  1. Gangguan Jiwa Lain –  Perilaku Gaduh Gelisah dan Kekerasan

Risiko yang ditimbulkan dari gangguan jiwa ini berbeda dengan skizofrenia. Gaduh gelisah yang dimaksud adalah gejala perilaku penderita terlihat tidak biasa, cenderung meningkat, serta tanpa tujuan.

Gejala gangguan jiwa ini tidak harus saling berkaitan, tetapi umumnya yang menjadi gejala awal penyandang adalah perilaku verbal yang agresif baik dari motorik maupun gerak. Perilaku tersebut tidak dimaksudkan untuk mencederai seseorang.

Contoh perilaku tersebut adalah mengumpat, melempar barang maupun merusaknya, serta tindakan dengan tujuan mencederai diri sendiri maupun orang lain, seperti melukai diri sendiri, memukul, bahkan membunuh.

Sakit gangguan jiwa lain ini meliputi gangguan demensia, penyalahgunaan NAPZA, afektif bipolar, retardasi mental, dan gangguan perilaku pada anak serta remaja.

Tanda Kasih untuk Penyandang Disabilitas MentalΒ 

Lakukan 5 Hal Ini Jika Anda Adalah Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus -  Womantalk

Gangguan jiwa dapat dikelompokkan menjadi tiga fase, yakni fase akut, fase stabilisasi, dan fase pemeliharaan. 

Para PDM membutuhkan dukungan untuk bisa menghadapi kondisinya sehingga berangsur-angsur bisa membaik. Dukungan ini terutama harus diberikan oleh pihak keluarga. Dukungan keluarga sebagai lingkungan terdekat menjadi bagian yang begitu penting. 

Selain itu, teman-teman PDM juga memerlukan dukungan sosial. Mereka akan merasakan dukungan tersebut sesuai dengan persepsi yang mereka terima. Dukungan sosial yang dapat diterima PDM memiliki efek luar biasa bagi kesehatan mentalnya.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada teman-teman PDM. 

  1. Dukungan Instrumental

Bentuk dari dukungan instrumental adalah sokongan yang mendongkrak jasmaniah PDM yang meliputi pelayanan dan bantuan baik secara finansial maupun material secara langsung.

Sebagai contoh, bantuan secara langsung adalah merawat dan menjaga mereka ketika sedang sakit, membantu memecahkan masalah ketika mereka mengalami depresi, memberi atau meminjamkan uang saat mereka diterpa masalah finansial, dan sebagainya. 

Lantas, apa yang bisa dilakukan keluarga dalam dukungan instrumental? Keluarga dapat membantu kesulitan mereka pada kegiatan keseharian, seperti menyediakan keperluannya, merawat PDM ketika sakit, atau minimal mengantarkan periksa. 

Cobalah untuk lebih memperhatikan kebutuhan penyandang akan keperluan dasar, seperti pangan dan papan, kesehatan, serta pendidikan.

Selain itu, berikan akses pelayanan mental lainnya, seperti meluangkan waktu untuk sekadar mendengar cerita, memberi akses untuk mereka menyalurkan hobi maupun berekreasi.

  1. Dukungan Informasional

Dukungan informasi adalah dukungan yang meliputi komunikasi serta tanggung jawab bersama. Contoh dari dukungan ini adalah memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi, memberi nasehat, saran, atau pengarahan, serta memberi umpan balik atas apa yang mereka lakukan.

Keluarga dapat memberi saran mengenai terapi yang baik, tentang dokter, maupun latihan keterampilan yang sekiranya perlu dilakukan guna mengurangi tingkat stres penyandang. Di sini, keluarga begitu berperan sebagai pemberi informasi.

  1. Dukungan Emosi

Dukungan emosi yang dimaksud adalah refleksi dari kasih sayang yang membuat penyandang merasa nyaman, merasa bahwa orang-orang di sekitarnya mencintainya.

Dukungan dalam bentuk emosi sangat mempengaruhi kepercayaan diri penyandang sehingga kondisi mental mereka menjadi lebih kuat. Dengan begitu, tingkat atau kesempatan untuk mereka pulih menjadi lebih tinggi karena di dalam diri telah muncul gairah dan semangat hidup.

Keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar dapat melakukan hal-hal sederhana untuk mendongkrak mental penyandang, misalnya dengan menunjukkan kasih sayang. 

Simpel saja, cukup mengajak mereka bercakap-cakap mengenai aktivitas yang mereka jalani sehari-hari. Bercerita tentang topik yang menyenangkan, lucu, dan tertawa bersama turut membantu membangun kesehatan mental mereka. 

Perhatikan juga apabila mereka mengeluhkan tentang sesuatu, entah itu kesedihan maupun masalah yang tengah mereka hadapi. Berikanlah empati atas itu dengan memberi hiburan.

  1. Dukungan pada Harga Diri

Dukungan ini ditujukan untuk menghargai teman-teman PDM dari segi martabat sebagai manusia yang berhak mendapatkan kesetaraan dalam pemenuhan haknya. 

Dukungan yang diberikan bisa berupa penghormatan yang positif, seperti melontarkan  pernyataan setuju kala mereka mengemukakan pendapat yang sekiranya memang benar.

Bisa juga dengan memberikan pujian serta apresiasi positif atas ide-ide kreatif yang mereka ajukan, juga pada perasaan serta penampilan mereka. Hal sederhana lain yang bisa dilakukan adalah memberikan semangat dengan kata-kata dan menunjukkan secara nyata bentuk dukungan tersebut.

Selalu berucap yang baik, hindari mengeluarkan kata atau kalimat buruk yang sekiranya dapat menjatuhkan harga diri penyandang agar proses pemulihan lebih optimal.

  1. Dukungan dari Kelompok Sosial

Inti dari dukungan ini adalah menjadikan PDM sebagai menjadi bagian dari lingkungan sekitar. Mereka mendapatkan posisi untuk diterima oleh lingkungan dengan menerima perhatian dan tindak balas. Teman-teman PDM akan merasa bahwa mereka diterima sebagai bagian dari sebuah komunitas.

Adapun usaha yang bisa dilakukan keluarga agar mereka mendapatkan dukungan dari kelompok sosial adalah dengan mengupayakan relasi untuk bisa berinteraksi dengan lingkungan. Cara sederhananya adalah dengan mengajak mereka keluar rumah dan berinteraksi dengan orang sekitar.

Agar PDM dapat diterima, keluarga harus memiliki dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar, khususnya tetangga. Bisa juga keluarga mendatangkan tokoh masyarakat untuk bercakap-cakap dengan mereka. Selain kepada PDM, tokoh masyarakat juga bisa memberi dukungan kepada keluarga.

Walau terlihat sederhana, dukungan-dukungan di atas dapat menjadi kekuatan bagi teman-teman PDM. Mereka akan merasa hidup lebih bermakna karena mendapat kepedulian dari orang di sekeliling.

Selain itu, dukungan sosial adalah sumber motivasi yang menjadi pendorong yang menghasilkan kekuatan untuk meraih suatu pencapaian bagi mereka, yaitu pulih seperti sedia kala.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!