Tips memilih dot dan botol susu bayi yang aman

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

tips memilih botol susu bayi yang aman – Selain mengunakan sendok untuk memberi ASI pada si kecil (setelah Anda kembali bekerja), beberapa ibu lebih suka menggunakan botol dan dot. Bila Anda memilih yang terakhir, sebelum kembali bekerja ada baiknya Anda mempersiapkannya dengan memperkenalkannya pada dot dan botol. Beikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan saat memilih dot dan botol.

Dot
Memilih dot yang cocok untuk bayi memang harus melalui proses coba-coba. Kalau cocok bisa Anda teruskan, kalau tidak cocok sebaiknya diganti dengan yang lain, sampai si kecil merasa nikmat menggunakannya. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan adalah, sebagai berikut:

Ada beberapa ukuran lubang dot. Dot yang diameter lubangnya lebih kecil untuk air, sedang yang lebih besar untuk cairan yang lebih kental, seperti sari buah. Pilihlah dot sesuai kegunaannya, karena dot yang lubangnya terlalu besar bisa membuat bayi tersedak, sdanghan yang terlalu kecil membuat bayi lelah menghisap.

Dot yang ukurannya terlalu panjang dan bentuknya terlalu lebar biasanya sulit untuh bayi. Dot yang bentuknya bulat adalah yang sering digunahan bayi sampai usia satu tahun. Sedangkan dot yang orthodhontik (sesuai dengan perhembangan gigl anak – Red.) biasanya paling disukai bayi, karena konstruksinya pas untuk langit-langit mulutnya. Karena itu, jents inilah yng paling seing dianjurkan oleh dokter Namun, dot orthodontih ini sering kali terlalu besar bagi bayi yang lahir prematur atau kecil
ukuran badannya. Adapun dot yang bibirnya lebar biasanya digunakan untuk botol yang berbibir lebar pula.

Pada umumnya dot dibuat dan dua macam bahan. Yang agah awet dibuat dai silihon, sedangkan dot yang terbuat dai bahan karet lateks biasanya lekas pudar warnanya, mengelupas dan gampang retak.

Tips memilih dot dan botol susu bayi yang aman

Botol
Botol yang standar umumnya dilengkapi dengan dot, putaran penyambung dot, dan penutup dot. Untuk bayi, botol yang baik adalah yang terbuat dari gelas bening. Karena, mesih mudah pecah, botol ini lebih
tahan goresan dan juga mudah dibersihhan. Ada juga botol yang dilenghapi dengan regulator, yang bisa
disesuaikan dengan umur bayi. Tujuannya, agar bayi tidah tersedab pada saat menyusu. Sedangkan untuk bayi yang lebih besar, bisa Anda gunakan botol yang terbuat dari fiberglass yang berwarna bening, sehingga tak mudah kotor Anda harus selalu memperhatihan kebersihan botol beserta perlengkapannya. Misalnya, dengan cara mensteilisasi botol dan dot setiap hari.
Sebaiknya hindarkanlah pengunaan botol yang tidah tembus cahaya, yang bersudut banyak, yang mengecil dibagian tengah, serta berlubang dibagian tengah. Botol-botol seperti ini susah dibersihkan, karena sudut-sudutnya sukar dicapai oleh sikat khusus pembersih botol. Akibatnya, botol tersebut bisa menjadi tempat persembunyian kuman penyakit.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!