5 Tips memilih kursus untuk anak usia balita

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

tips memilih kursus untuk anak – Kecil-kecil sudah ikut kursus! Komentar yang kerap terdengar kalau Anda mengikutsertakan anak balita Anda kursus. Padahal, bila anak mengikuti kursus yang sesuai dengan minat dan tahap perkembangannya, maka hal itu dapat membantu menggali, mengasah dan mengoptimalkan bakat serta potensi anak. Memang dibutuhkan wawasan untuk bijak memilih dan menentukan jenis kursus si buah hati.
Kursus untuk si kecil dapat dimulai di usianya menginjak 4 tahun. Pada rentang umur 4-5 tahun, anak umumnya sudah memiliki bekal kemampuan untuk dapat mengikuti berbagai jenis kursus, misalnya bermain drum, balet, atau berenang. Mereka juga sudah mulai mampu mengendalikan diri serta memiliki rentang perhatian yang cukup panjang. Bagaimana cara Anda mengetahui kesiapan anak untuk ikut kursus? Lihat dan amati saat si kecil duduk dan menyimak penjelasan dari instruktur.

tips memilih kursus untuk anak

Beberapa hal ini penting Anda perhatikan sebelum memilih jenis kursus yang sesuai untuk anak.

1.Pertimbangkan minat, bakat individaal dan karakteristik anak. Ini bukan hal mudah. Selain butuh kepekaan Anda, minat si kecil masih sering berubah.

2.Pastikan Anak menikmati kegiatan kursus yang diikutinya.

3.Tidak memaksa anak mengikuti kursus tertentu meski menurut Anda itu baik baginya

4.Siap bila si Kecil keluar-masuk kursus dari satu ke kursus yang lain. Ini wajar karena anak sedang dalam proses mengenali minat dan bakatnya sendiri. Karena itu selama masa pengenalan minat dan bakat, anak tidak perlu langsung dimasukkan ke suatu kursus yang serius dan mahal. Setelah ia betul-betul menikmati kegiatan kursusnya, barulah Anda memasukkannya ke tingkat kursus yang lebih serius.

5.Pertimbangkan waktu dan jumlah kursus dalam seminggu untuk menjaga kesehatannya. Sebab, anak masih butuh waktu untuk bebas melakukan yang ingin dia lakukan. Waktu bebas itu dapat digunakan untuk bermain bersama teman sebaya, atau bermain dengan mainan koleksinya di rumah.

Berikut ini beberapa jenis kursus untuk anak mulai usia 4 tahun sebagai pertimbangan.

KURSUS MENARI
Anak balita secara alami aktif bergerak. Energik! Bakat alami itu dapat dikembangkan dan diperhalus menjadi gerakan yang memiliki nilai estetika, seperti gerakan-gerakan dalam sebuah tarian. Dengan memasukkannya ke kursus tari, anak akan belajar mengikuti gerakan berirama yang dicontohkan pengajar. Selain itu, kreatifitas anak juga digali, antara lain dengan memintanya menciptakan gerakan-gerakan meniru gerakan binatang.

Setelah keterampilan motorik anak cukup terasah dalam melakukan gerakan-gerakan dasar menari, coba ajak anak belajar tarian yang lebih sulit, misalnya, balet, modern dance atau tari tradisional seperti tari Jawa atau tari Bali. Pilih yang sesuai dengan minat dan kemampuan buah hati Anda.
Kriteria Pengajar : Sarjana Seni Tari atau penari profesional yang memiliki pengalaman mengajar, dan menagajar anak-anak.
Lokasi : Sebaiknya diwilayah perumahan Anda, agar si kecil tidak kelelahan di jalan.
Waktu: Pilih jadwal agar si kecil tetap dapat memiliki waktu istirahat yang cukup. ldealnya sore hari. Jadwal kursus menari rata-rata diberikan selama 3o-6o menit, satu kali dalam seminggu.

Majalah Ayahbunda

 

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!