You are here:

Yuk Pelajari Cara Islam Mengatur Keuangan

Yuk Pelajari Cara Islam Mengatur Keuangan, Hukum Syariah memiliki banyak aturan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari seorang Muslim, termasuk dalam hal keuangan. Muslim yang taat tentu akan bertindak dengan cara yang halal (diizinkan) dan menjauhi segala yang haram (dilarang) dengan mengikuti aturan yang telah diatur melalui kitab Al Quran dan hadits. Ada banyak ayat yang dicantumkan dalam Al Quran yang menjelaskan tentang hal hal yang diizinkan dan tidak diizinkan salah satunya seperti surah Al-Baqarah ayat 188 yang menyatakan

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

  1. Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.

Mengatur Keuangan Menurut Islam

Dalam Islam, kita diajarkan dengan berbagai hal yang bermanfaat dan termasuk dengan cara mengatur sistem keuangan. Dilansir dari berbagai narasumber, dalam Islam memiliki beberapa strategi yang diterapkan dalam mengatur keuangan. Seperti apa cara tersebut.? simak tipsnya sebagai berikut ini

  1. Strategi 1-1-1

Formula 1-1-1 ialah rumusan mengatur keuangan dari sahabat Nabi, Salman Al Farisi. Dalam sebuah riwayat, beliau memiliki uang senilai satu dirham yang digunakan untuk menjadi modal dalam membuat anyaman. Setelah anyaman selesai dibuat, beliau menjualnya dengan harga 3 dirham. Dari hasil penjualan tersebut, beliau membaginya menjadi 3 bagian, 1 untuk keluarga, 1 untuk sedekah dan 1 lagi dijadikan modal kembali. Dalam hal tersebut, kita diajarkan untuk membagi penghasilan menjadi 3 bagian seperti yang telah dijelaskan tadi, yaitu untuk keluarga, sedekah dan untuk diolah menjadi modal atau tabungan.

  1. Selalu siapkan modal

Dalam strategi 1-1-1 sudah dijelaskan bahwa kita perlu menyisihkan pendapatan sebagai modal atau tabungan. Berbeda dengan kebutuhan keluarga yang di mana kebutuhan keluarga digunakan untuk keperluan sehari hari, misalnya untuk makan, untuk biaya transportasi kerja, dan lain sebagainya.

Jika saudara bekerja dengan sebuah perusahaan yang bermodalkan skil, maka uang yang disisihkan sebagai modal dalam strategi 1-1-1 dapat saudara manfaatkan sebagai modal pada masa mendatang, bisa digunakan untuk tabungan, investasi dan persiapan lain untuk masa depan.

  1. Jangan boros

Dalam Islam kita sudah diajarkan untuk hidup yang hemat dan tidak boros seperti yang disampaikan melalui Surah Al-Isra Ayat 26-27

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Terjemah Surah Al-Isra Ayat 26-27

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Dari penjelasan Surah Al-Isra Ayat 26-27 tersebut mengajarkan kita bahwa, jauh lebih baik jika bersedekah dibandingkan dengan hidup yang penuh dengan pemborosan. Bersedekah adalah kunci dari pintu rezeki agar tebuka lebar, maka dari itu jangan pernah takut untuk bersedekah.

  1. Buatlah skala prioritas

Belilah barang yang sesuai dengan keperluan, tidak dikurangkan dan tidak dilebihkan. Jangan saudara membeli sesuatu yang tidak diperlukan, sebagai contoh, saudara membeli smartphone dengan model terbaru agar terlihat lebih mewah dan menarik. hal tersebut merupakan suatu pemborosan, sebab teknologi makin hari makin maju dan bekembang, jika saudara terus mengikuti teknologi maka apa yang saudara miliki tidak akan pernah mampu memenuhi dan mencukupi keperluan saudara.

Demikianlah beberapa cara mengatur keuangan dalam Islam, dan semoga apa yang dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk kita semua. Agar penghasilan dan pendapatan yang saudara peroleh berkah, pastikan bahwa saudara tidak lupa untuk menyisihkan hak fakir, yatim dan orang yang membutuhkannya.