(021) 546343778

Kisah Haru Lebaran Yatim Anak Asrama Sayati

Uncategorized
fatimah azzahra

Hari Asyura yang diperingati setiap 10 Muharram, memiliki esensi dan manfaat mendalam bagi umat Islam. Salah satunya terkait perintah berbagai dengan sesama dan memberikan santunan kepada anak yatim. Perintah menyantuni anak yatim tersebut telah difirmankan Allah SWT dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 220. Dalam ayat itu, Allah memerintahkan umat Islam untuk mengurus anak yatim dengan cara yang patut, baik dunia maupun akhiratnya.

Mengurus anak yatim dalam hal duniawi bermakna memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk sandang, pangan, dan pendidikan. Namun, tak cukup hanya itu. Anak yatim juga membutuhkan perhatian demi akhiratnya kelak.

Hari Asyura merupakan momen untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya anak yatim yang membutuhkan kepedulian umat, melainkan umat juga membutuhkan anak yatim sebagai ladang amal. Apalagi, anak yatim adalah kesayangan Rasulullah SAW. “Barang siapa memenuhi kebutuhan anak yatim di dunia, kelak di akhirat akan dekat dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah,” begitu bunyi hadis Rosulullah.

Sebagai lembaga yang fokus memuliakan anak yatim, Sahabat Yatim Indonesia menggelar sejumlah kegiatan sosial saat 10 Muharram, meski juga rutin melakukannya setiap waktu. Santunan berupa uang, pakaian dan lain-lain biasanya didapatkan para anak yatim tersebut.

Sebut saja Yanti Fadillah anak yatim dari Asrama Sahabat Yatim Cikupa. Ia merasa senang dan juga sedih di saat bersamaan ketika lebaran yatim. Saat senang, suka banyak donatur yang memberinya bingkisan atau uang untuk jajan. Sementara kesedihan juga kadang meliputinya ketika 10 Muharam tiba.

“Ketika lebaran yatim, banyak donatur datang, usap kepala kami. Saya jadi teringat ayah dan ibu yang sudah meninggal,”lirih Yanti.

Tak jauh berbeda dengan Yanti, Fatimah Azzahra yang juga berasal dari Asrama Sahabat Yatim Cikupa merasa sedih jika lebaran yatim tiba, terkadang teringat kedua orang tuanya. Ia berharap, semakin banyak orang yang memberikan perhatian kepada anak yatim, tak hanya saat lebaran yatim.

“Kalau kegiatan di lebaran yatim harapannya anak-anak belanja ceria seperti di tahun 2015. Kami dapat voucher belanja di Giant dan bisa memilih apa yang kita butuhkan,”ujar Fatimah.

Sedikit berbeda dengan kegiatan lebaran yatim di Asrama Yatim Sepinggan Kalimantan Timur, diakui Umu Hasan kerap ada festival kuliner dan perlombaan. Anak-anak yatim juga mendapat banyak hadiah dan santunan.

Rijal Maulana (15 tahun) dari Asrama Sepinggan mengakui, kegiatan lebaran yatim ini bermakna saling berbagi untuk mereka yang membutuhkan. “Pada saat lebaran yatim, banyak orang yang peduli kepada kami,”kata Rijal.

Selain itu, saat lebaran yatim, ia dan teman-temannya bisa berkumpul dan bersilaturahmi. Menurutnya, dia adalah anak yatim yang beruntung bisa tinggal di asrama Sahabat Yatim Sepinggan.

“Semua kebutuhan dipenuhi, padahal mungkin di daerah lain tidak banyak anak yatim yang seberuntung kami,”kata dia.

Ince Firmansyah (15 tahun) asal Manggar Balikpapan Timur juga merasakan hal yang sama seperti Rijal. Dia sangat berterima kasih kepada Yayasan Sahabat Yatim terutama para donatur yang bisa membuatnya terus bisa bersekolah dan bisa makan layak. Ia berharap, supaya Sahabat Yatim bisa terus berbagi kepada anak-anak mukim dan non mukim.

“Semoga lebih banyak lagi anak yatim yang mendapat kasih sayang dari donatur Sahabat Yatim, “kata Ince.