(021) 5312 6107

Bagaimana sih sebetulnya hukum memakai batu akik dalam pandangan lslam?

SYIAR

Bagaimana sebetulnya hukum memakai batu akik dalam pandangan lslam?batu-akik2

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan lmam Muslim: “Dari Anas bin Malik ra., ia berkata bahwa cincin Rasulullah saw. itu terbuat dari perak dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi”. Sebagaimana dilansir laman nu.or.id, menurut lmam Nawawi para ulama menafsirkan kata “mata cincinnya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Aftinya, batu mata cincin itu dari jenis batu marjan atau akik karena dihasilkan dari perlambangan batu di Habasyi dan Yaman.

Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinnya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam. Keterangan hadis tersebut menghasilkan pendapat di kalangan ulama bahwa memakai batu akik merupakan salah satu laku yang diperbolehkan dalam islam, bahkan disunahkan . Tak aneh, bila dulu-sebelum batu akik setenar sekarang ini-banyak lelaki Muslim suka memakai batu akik.

lmam Syafi’i, yang mazhab fikihnya digunakan oleh rata-rata Muslim Asia Tenggara, mengemukakan pendapat bahwa memakai batu akik itu mubah alias diperbolehkan sepanjang tidak berlebih-lebihan dan menyombongkan diri. “Saya tidak memakruhkan laki-laki memakai mutiara, kecuali karena terkait dengan etika dan mutiara itu termasuk aksesoris perempuan, bukan karena haram.

Dan saya tidak memakruhkan memakai yaqut atau zamrud, kecuali jika berlebihan dan untuk menyombongkan (diri),” tegas lmam Syafi’i dalam Kitab al-Umm. Ya, bedebih-lebihan. Takabur

Dua poin inilah yang ditekankan lmam Syafi’i. Agaknya, kedua hal tersebut begitu tampak kita lihat akhir-akhir ini. Bukankah namanya berlebih-lebihan bila Anda membeli sebuah batu akik yang nilainya bisa mencapai jutaan hingga miliaran rupiah?

Padahal, di kanan kiri Anda, ada fakir miskin yang masih kesusahan untuk mendapatkan makan.

Bagaimana sebetulnya hukum memakai batu akik dalam pandangan lslam?

Bukankah takabur namanya bila Anda membeli sejumlah batu akik demi terlihat lebih keren dan wah ketimbang pemakai batu akik lainnya? Pada saat itulah, penyakit hati bertahta dan mengendap tanpa Anda sadari bahayanya buat diri dan agama Anda. Apalagi, bila sampai percaya ada mitos-mitos yang melingkupi batu-batu akik tersebut hingga kemudian berani membayar mahal demi sebuah batu. Apalagi, bila Anda meyakini ada makhluk gaib yang mengisi batu akik tersebut dan Anda begitu senang bersekutu dengannya.

Menurut hemat penulis, bila ketiga alasan tersebut berlebih-lebihan, takabur, dan percaya mitos serta jin-yang membuat Anda membeli dan memakai batu akik, maka gugurlah hukum mubah memakai batu akik sebagaimana diterakan lmam Syafi’i di atas. Lebih dari itu, ia bisa menjadi haram karena motif-motif atau tujuan-tujuan tersebut. Kondisi ini seperti kaidah fikih yang berbunyi “al-ashlu fi alasya’ al-ibahah hatta yadulladalilu attahrim” segala sesuatu itu boleh (mubah) hingga menunjukkan dalil adanya keharamannya.

Bahwa memakai batu akik yang tadinya mubah bisa menjadi haram dalam islam karena alasan-alasan pemakaiannya yang tidak elok. Begitulah. Semoga Anda menjadi pemakai batu akik yang bijak dan lslami.

MusMagz-Muaz