(021) 546343778

Lelaki 1.000 Janda yang Terinspirasi dari Ibunda

INSPIRASI
SERBA SERBI lelaki 1.000 Janda dok Youtube

Lelaki 39 tahun asal Depok ini tiba-tiba menjadi perbincangan luas. Nama Roel Mustafa kemudian menyebar di berbagai grup percakapan hingga beberapa media daring. Pasalnya, kebiasaan Roel lah yang akhirnya dikenal dengan julukan ‘Lelaki 1.000 Janda’.

Julukan ini bukanlah julukan negatif. Justru berbagai apresiasi diberikan atas aksi Roel yang dinilai inspiratif. Kegemaran Roel adalah mengunjungi janda tua, tidak mampu dan kadang hidup sendirian untuk dibantu hidupnya.

Roel bahkan menyediakan diri menjadi teman ngobrol para janda-janda yang sudah sepuh itu. Saking banyaknya janda yang telah Roel bantu, maka muncullah julukan ‘Lelaki 1.000 Janda’.

Janda yang dibantu Roel bukan sembarang janda, rata-rata usianya sudah di atas 65 tahun. Mereka kadang butuh teman mengobrol untuk menghilangkan suntuk dan mengusir sepi. Roel juga kerap membawakan bantuan berupa sembako untuk kebutuhan sehari-hari para janda. “Ketika kita dateng ke rumahnya, kita ajak becanda, kita ajak ngobrol, mereka bahagia, mereka senang,” ucap Roel.

Menurut Mustafa, para janda itu rindu berbincang dengan anak-anak mereka. Namun kebanyakan dari anak mereka tidak peduli dengan orang tuanya. Kedatangan Mustafa begitu dirindukan oleh para janda karena memberikan kebahagian bagi mereka.

“Mereka rindu ngobrol sama anaknya, ngobrol seperti keluarga, itu kan nggak pernah mereka lakukan lagi. Mereka kita kasih sembako saja mereka mau, bahagia, senang banget,” kata ayah satu anak ini.

Rupanya aksi Roel ini terinspirasi dari kisah ibundanya. Roel mengaku jika ibunya juga adalah seorang janda. Semasa masih hidup, almarhum ibunya memiliki banyak teman-teman pengajian yang kebanyakan juga janda. Salah satu kebiasaan hidup ibundanya adalah sering memasak berlebih untuk dibagikan kepada teman-teman pengajiannya yang sudah janda.

“Ibu kan punya teman-teman pengajian, teman-temannya juga janda. Ibu kalau masak di rumah suka dilebihkan dan dibagikan ke mereka. Dibagi ke teman-temannya. Saya bagian nganterin,” ujar Roel kepada detik.com.

“Saya bagian yang nganterin masakan ibu. Setelah ibu saya meninggal, saya berpikir kok sayang banget kalau nggak diterusin. Akhirnya saya mulai dari teman-teman ibu saya dulu disantunin,” sambungnya.

Akhirnya aksinya membantu para janda berawal di lingkungan Depok. Bersama rekan-rekannya, ia terus mengunjungi para janda yang membutuhkan dimulai dari sekitar Depok.

Aksinya terus mendapatkan apresiasi. Akhirnya program mengunjungi janda meluas hingga wilayah Jabodetabek. Hingga kini Roel mengaku bahkan ada permintaan untuk menggelar aksi serupa di Lampung, Semarang dan beberapa kota besar lainnya.

“Semula di dekat wilayah saya saja. Tapi sekarang sudah di Jabodetabek. Bahkan ada yang merekomendasikan hingga ke Lampung,” ujar Roel.

Lalu bagaimana dengan reaksi sang istri? Apakah ada rasa cemburu melihat perhatian Roel ke para janda-janda yang membutuhkan. “Istri nggak ada istilah cemburu, ya karena sudah terbiasa dan tahu bahwa tujuannya bukan macam-macam, malah membuat istri saya mendukung,” katanya.