(021) 546343778

Mencicipi Kuliner Nusantara Khas Muharam

KULINER
jenang suro sumber kompasiana

Bulan Muharam adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Penanggalan Hijriyah berganti tahun saat momentum bulan Muharam. Kegembiraan umat Islam menyambut bulan Muharam juga hasil ekspresi syukur dari berbagai keutamaan bulan Muharam ini.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang gemar mengejewantahkan sebuah peristiwa ke dalam bentuk-bentuk budaya. Salah satu budaya yang lekat sejak dulu adalah kuliner Nusantara. Ada kuliner yang khusus dibuat dalam menyambut atau memperingati peristiwa tertentu. Tak terkecuali bulan Muharam ini.

Kekayaan kuliner Nusantara juga menumbuhkan berbagai jenis panganan khas saat bulan Muharam datang. Apa saja jenis kuliner khas Nusantara yang selalu muncul di bulan Muharam? Kali ini kita akan mencicipi tiga kuliner khas yang spesial hadir saat bulan Muharam tiba.

Jenang Suro

jenang suro sumber kompasiana

Dari namanya saja kita tahu kalau panganan khas ini ada di kebudayaan Jawa. Bulan Muharam dalam penanggalan Jawa disebut dengan bulan Suro. Berbagai kegiatan dilakukan oleh masyarakat Jawa dalam memperingati tahun baru Islam ini. Termasuk mengeluarkan panganan khas berupa bubur yang dikenal dengan nama Jenang Suro.

Biasanya Jenang Suro muncul dan dihidangkan pada malam menjelang 1 Muharam. Dari jenis bahannya, Jenang Suro terbuat dari beras, santan, garam, jahe, dan sereh. Rasanya jangan ditanya, enak banget. Campuran antara gurih dengan sedikit aroma asin pedas yang sangat tipis. Sudah kebayang pasti enaknya.

Biasanya, Jenang Suro disajikan dengan aneka topping. Berbagai jenis buah ditaburkan di bubur ini seperti buah delima dan jeruk bali. Selain itu berbagai kacang juga dicampurkan untuk menambah rasanya yang sudah khas itu. Tujuh jenis kacang seperti kacang tanah, kacang mede, kacang hijau, kedelai, kacang merah, kacang tholo, kacang bogor menjadi pelengkap Jenang Suro yang makin membuat perut keroncongan. Sebagai acarnya, irisan ketimun segar dan beberapa helai daun kemangi segar makin menambah selera.

Apa cukup sampai disitu? Ternyata tidak. Jenang Suro bisa dinikmati dengan berbagai lauk yang tak kalah menggiurkan. Masyarakat Jawa biasa menyantap Jenang Suro bersama dengan opor ayam dan sambal goreng. Wah, sudah seperti lebaran Idul Fitri. Menikmati tahun baru dengan jajanan khas yang lezat dan enak.

Bubur Asyura

bubur asyura banjar sumber aktualdotcom

Lain di Jawa lain pula di Kalimantan. Masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan juga memiliki tradisi khas dalam menyambut tahun baru Muharam.

Meski sama-sama berjudul bubur, namun Bubur Asyura khas Banjar berbeda dengan Jenang Suro khas Jawa. Bubur Asyura Banjar memiliki bahan yang lumayan banyak. Tak tanggung-tanggung ada 41 bahan. Bubur Asyura ini bertekstur lembut dengan warna kuning yang khas.

Sesuai tradisinya, biasanya bahan campurannya mencapai 41 jenis. Biasanya, yang dimasukkan ke adonan bubur berupa sayuran dan kacang-kacangan. Jika kurang, maka harus ditambah lagi dengan bahan lainnya sampai berjumlah 41 jenis.

Sementara bumbu penyedapnya berupa garam dan bubuk penyedap rasa. Tak ada resep khusus untuk membuat bubur ini. Bahannya bisa apa pun dan apa yang ada saja, sesuai dengan kondisi perekonomian warga yang membuatnya.

Biasanya warga Banjar berkumpul pada pagi hari dan memasak Bubur Asyura bersama-sama. Para ibu mulai menyiapkan bahan, sementara kaum Adam menyiapkan kompor dan penggorengan yang cukup besar. Maklum, cara memasak Bubur Asyura memang diperuntukkan bagi orang sekampung sehingga menjadi satu festival tersendiri.

Bubur Asyura biasanya dimasak pada saat orang-orang berpuasa sunnah Asyura. Sehingga bubur khas ini dinikmati sebagai sajian buka puasa sunnah dan dinikmati bersama di mushala kampung. Indahnya silaturahim dan kebersamaan.

Tajin Pedis

tajin pedis sumber kektapesarimadu(dot)com

Makanan khas yang satu ini bentuknya juga sama: bubur. Tajin Pedis adalah bahasa Madura dari bubur pedas. Ya, makanan khas ini memang muncul di bulan Muharam di wilayah Madura. Panganan khas Madura ini memang hanya bisa dinikmati saat bulan Muharam datang.

Tajin pedis terbuat dari beras yang dicampur dengan parutan kelapa dan beberapa biji kacang, baik kacang tanah, kacang panjang maupun kacang hijau selain itu juga di kasih sereh dan daun pandan, sehingga rasanya gurih dan agak pedas. Untuk menambah kelezatan tajin pedis ini tidak hanya dihidangkan begitu saja, tapi di atasnya dikasih beberapa pelengkap aneka rupa.

Toppingnya pun bermacam-macam. Yang sering ditemui adalah bubur ditambah mie kuning yang sudah dimasak, kacang goreng, irisan cabe merah, potongan daging sapi, telur dadar dan acar mentimun yang berwarna kuning. Acar mentimun yang digunakan sebagai topping Tajin Pedis ini berbeda dengan acar seperti biasanya, meskipun rasanya sama namun berwarna kuning yang berasal dari pewarna alami yakni kunyit.

Banyaknya campuran dalam bubur ini membuat Tajin Pedis kadang disebut juga dengan Tajin Resem. Resem dalam bahasa Madura berarti kurang lebih campur aduk. Aneka rupa topping yang melengkapi bubur tersebut memang dicampur aduk sedemikian rupa namun tetap enak dan pastinya khas Madura.

Tags Berita: #