(021) 546343778

Ratna Dewi, Anak Mukim Berprestasi Sayati yang Ingin Jadi Ahli Biologi

Anak Mukim
YATIM INSPIRATIF RATNA DEWI

Bukan perkara mudah bagi Ratna Dewi (18 tahun) untuk meninggalkan keluarga di Penajam, Paser Utara menuju Balikpapan untuk menuntut ilmu. Ratna Dewi harus berjauhan dari orang tua demi mendapatkan pendidikan akademik, non akademik dan juga pendidikan agama yang lebih baik di Asrama Sahabat Yatim Indrakila, Balikpapan, Kalimantan. Ia harus menyebrang lautan demi bersekolah di Balikpapan.

Maklum, orang tuanya adalah dhuafa yang berprofesi sebagai buruh tani. Orang tuanya mungkin belum mampu menyekolahkan perempuan yang bercita-cita menjadi ahli hukum syariah dan ahli biologi ini. Bersyukur Ratna bertemu dengan orang-orang baik dari asrama Sayati. Ia bisa kembali bersekolah dan juga mendapat pendidikan agama yang mumpuni.

Kesempatan itu tak disia-siakan Ratna. Sejak kelas 2 SLTP hingga kelas 3 SMA sekarang, Ratna haus akan prestasi. Semua demi membanggakan orang tua tercinta. Ratna yang kelahiran Sesumpu 10 Januari 1999 ini sejak SMP sudah berprestasi baik akademik dan non akademik. Di SMP, ia mendapat 10 besar di kelasnya. Ia juga pernah mendapat juara melukis.

Sementara saat SMA, prestasinya lebih membanggakan lagi. Ratna pernah menjuarai lomba yel-yel anti narkoba, juara dua menulis cerpen, juara satu lomba bazar dan festival Ramadhan. Yang teranyar, ia mengikuti kegiatan nasional RAIMUNA NASIONAL 2017 dan juga menjadi Panitia Perkempinas 2017.

Prestasinya ini datang karena motivasinya untuk membanggakan kedua orang tua. Ia juga ingin menjadi orang yang sukses. “Sebagai cara juga untuk mendidik diri sendiri untuk lebih berani maju dan berkembang,”kata dia.

Ia berharap, teman-temannya di asrama juga memiliki motivasi yang lebih kurang sama. Menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh sehingga bisa sukses dunia dan akhirat. “Semoga kita bisa menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, juga memiliki akhlakul karimah yang baik,”ungkap Ratna.

Kepala Asrama Sayati Indrakila, Umi Titin mengungkap, keseharian Ratna Dewi tak jauh berbeda dengan anak-anak mukim Sayati yang lain. Tapi, Ratna Dewi bisa mengatur jadwal dan disiplin dengan aturan yang diterapkan di asrama. “Kalau libur pulang ke rumah orang tuanya, rumahnya di seberang di Penajam. Seperti dari Jakarta ke Pulau Seribu,”ujar Umi.

Ada beberapa cara dilakukan agar anak mukim Sayati tetap disiplin, diantaranya Umi tak segan-segan menegur jika ada peraturan yang dilanggar. “Ada 14 anak mukim, tiga diantaranya laki-laki. Kita yang penting aturan yang dibuat dijalankan, kalau melanggar ya harus ada konsekuensinya,”ungkapnya. Selain itu, Umi menuturkan, jika anak mukim sudah bosan atau jenuh, biasanya akan ada penyegaran kembali tujuan anak-anak berada di asrama.

Selain Ratna, Ada Larasati (14 tahun), yatim berprestasi di Asrama Sahabat Yatim Cipondoh. Laras, begitu ia kerap dipanggil, menjadi juara berturut-turut tahfidz Quran di Akademi Tahfidz Quran. Ia juga kerap mendapatkan juara umum tingkat provinsi.

Apa yang memotivasi Laras untuk berprestasi? Jawabannya simpel, karena dia mencintai Al Quran. Al Quran bagi Laras adalah hidupnya. Al Quran adalah pedoman hidupnya.
Semangat menghafal Al Quran Laras dirasakan oleh Umi Sofiah, penanggung jawab Asrama Sahabat Yatim di Cipondoh.

“Laras ini belajarnya semangat, menghafal Al Qurannya juga paling cepat,”kata Umi Sofiah.

Padahal, kalau ingat latar belakang Laras yang ditinggalkan ayah dan ibunya, Umi Sofiah menjadi terharu. Laras, katanya, sudah hampir tiga tahun di asrama sejak nenek Laras membawanya kemari.

Laras semakin semangat menghafal Al Quran. Ia bercita-cita melanjutkan sekolah tahfidz Quran selepas sekolah dasar. Semangatnya untuk belajar memang patut diacungi jempol.

“Setiap habis salah dhuhur, anak-anak menyetor hafalan minimal dua ayat. Dan Laras bisa melebihi anak-anak yang lain,”kata Umi Sofiah.

Laras berkata, lewat tangan orang-orang baiklah ia mampu menjadi seperti sekarang ini. Ia merasa terbantu dengan pengasuhan yang diberikan Sahabat Yatim. “Terima kasih untuk Sahabat Yatim, Laras akan terus semangat belajar,”kata dia.