(021) 546343778

Tradisi Mudik Anak-anak Asrama Sahabat Yatim

Asrama
WhatsApp Image 2017-05-11 at 21.39.36

Persis benar apa yang diibaratkan sebuah hadis, “Perumpamaan orang beriman dalam berkasih sayang laksana seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit, maka ikut sakitlah seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari Muslim).

Kekompakan dan kesatuan hati yang luar biasa itulah sebagai hasil dari silaturahim yang terus terjalin. Silaturahim yang terekat kuat menjadi pemersatu umat Islam yang menjadikan mereka satu rasa dan satu hati.

Bulan Syawal adalah momen yang sangat pas untuk merajut silaturahim. Ketika semua keluarga, karib kerabat, dan para handai taulan berkumpul bersama, saat itulah silaturahim bisa kembali bertaut.

Dalam hadis banyak diterangkan fadhilahnya. Bisa memperpanjang umur, bisa melancarkan rezeki. Demikian juga dengan melancarkan rezeki seperti termaktub dalam hadis, “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dilancarkan rezekinya, maka jalinlah silaturahim.” (HR Bukhari Muslim).

Menjaga silaturahim juga dilakukan oleh anak-anak asrama Sahabat Yatim Indonesia, yakni dengan mudik. Kepala Asrama SAYATI Sepinggan, Kalimantan Timur, Umi Nur Jannah menuturkan, anak-anak asrama berkesempatan bersilaturahim kepada orang tua yang masih hidup dan kerabat hanya saat libur semester dan libur lebaran. Untuk itu, liburan Idul Fitri menjadi momen berkesan untuk anak-anak asrama.

Dua hari sebelum hari raya, kata Umi, biasanya pihak asrama mengundang orang tua dan kerabat sahabat yatim untuk buka bersama di asrama. Sebelum pulang biasanya pihak asrama menjelaskan mengenai didikan yang diajarkan selama ini kepada anak-anak. Kemudian, orang tua dan anak mukim pulang kampung dengan angkot yang telah disewakan oleh pihak asrama.

“Pulang pakai angkot karena biasanya mereka bawa sembako, parcel, uang tabungan dan lainnya,”kata dia.

Seminggu selama mudik, banyak cerita yang disampaikan kepada umi. Menurut umi, beberapa anak mukim memang senang bersama orang tua, meski ada satu cerita yang membuatnya haru.

“Mereka malah bilang, kalau panggil mamahnya malah panggil umi karena sudah terbiasa. Katanya malah sering kangen sama umi,”kata Umi Nur Jannah.

Hal hampir sama diakui oleh Yanti Fadillah (11 tahun), anak yatim asal Karawang dari Asrama Sayati Cikupa. Yanti bilang, memang saat mudik sangat bahagia berkumpul dengan orang tua yang masih hidup, kakak, adik dan teman sekampung. Biasanya juga ada acara jalan-jalan sekeluarga besar dan juga pergi ke makam orang tua.

“Tapi suka pengen buru-buru balik ke asrama, kangen sama Abi Ndang,”kata Yanti.

Abi Ndang sebagai Kepala Asrama Sayati Cikupa mengatakan, anak-anak mukim asrama semua pulang ke kampung halamannya. Ia berharap, pulangnya anak-anak ke kampung halaman dapat menyegarkan hati mereka yang sudah lama tak bertemu keluarga dan kerabat.

“Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,”kata dia.

Nazmah Qurotul A’in, anak mukim di Asrama Sayati Samarinda menceritakan, di kampung halamannya, kegiatan biasanya berupa silaturahiim ke rumah-rumah saudara, keluarga, juga teman masa kecil. Menurutnya, terkadang karena rindu dengan kampung halaman, malam sebelum ulang tidak bisa tidur tenang.

“Tak sabar untuk pulang membuat saya tak bisa tidur hingga pagi. Walaupun di kampung tapi di sanalah tempat ketenangan serta kebahagiaan yang sempurna bagi saya,”kata dia.