Ustadz Zacky Mirza: Ustadz Juga manusia

dikabarkan-akan-nikah-lagi-ustaz-zacky--47a18a

dikabarkan-akan-nikah-lagi-ustaz-zacky--47a18a

Dakwah bagi Ustadz Zacky Mirza memang bukanlah sebuah profesi. Lebih dari itu, berdakwah menjadi sebuah pengabdian. Kalaupun ada pundi-pundi rezeki yang mengalir, itu menjadi keberkahan baginya dan orang lain. Sebuah ladang rezeki yang kemudian menjadi ladang amal bagi banyak orang.

Ranah pendakwah bukanlah tanpa risiko. Beberapa kasus yang menimpa pendakwah tak menjadi halangan baginya dalam berdakwah. Baginya, dakwah tetap harus berjalan agar’kehausan’ umat akan ilmu agama tetap terpenuhi. Kepada Musmagz yang menemuinya di bilangan Kuningan, Jakarta, Ustadz Zacky pun bercerita tentang pengalamannya sebagai pendakwah.

Label ustadz bagi seorang Zacky Mirza itu sebuah gelar yang berat disandang tidak?

Dibilang berat nggak boleh ya, karena itu kan kepercayaan dari masyarakat. Siapa pun bisa jadi ustadz, yang memberikan ilmu, pencerahan, dan penyejukan. Justru ketika label ustadz dipercayakan ke kita, ya kita wajib bersyukur. Tinggal bagaimana kita menjaga label itu supaya benar-benar sebagai ustadz apa adanya.

Sejatinya, ustadz yang harus memberikan contoh. Justru dengan adanya label ustadz dan dipercaya bergandengan dengan dunia entertainment, kita menjadi tertantang untuk memberi contoh, tidak selamanya lslam itu kaku dan lslam boleh dibicarakan di mana pun. Yang penting, si ustadz tetap meniadi suri teladan.

Sebagai panutan, tentu seorang ustadz dituntut menjadi sosok yang sempurna. Bagaimana Ustadz Zacky memandang hal tersebut?

Itu kan persepsi masyarakat. Tampil apa adanya saja, yang penting bagaimana akhlak. Jangan sampai, ustadz malah memberikan contoh akhlak yang tidak baik.

Jadi, bagaimana kita memberikan pencerahan pada mereka bahwa kesempurnaan bukan milik ustadz, tapi milik Allah. Ustadz juga manusia.

Bagi Ustadz Zacky, menjadi pendakwah ini sebuah pengabdian atau sumber penghasilan untu kehidupan?

Kalau saya prinsipnya gini, Ada orang bijak yang bilang jangan banyak-banyak cari banyak. Artinya, apa pun profesi kita, jangan kebanyakan niat cari uang. Nanti segala sesuatu diukur dengan uang, jadi takut kehilangan uang. Jadi, apa pun profesi kita, banyak-banyak cari berkah. Saya yakin kalau uang berkah itu nggak ada habisnya, ada aja rezeki yang nempel” Jadi menurut saya, profesi ustadz bukan ajang untuk jadi kaya, tapi membuat banyak orang makin senang dengan merasakan keberkahan dengan profesi kita itu.

MusMagz – Indah Cahya

 

Warehousing & Storage
Services

Careful storage of your goods

View details

Custom Transport
Solutions

Complex logistic solutions for your business

View details