You are here:

Contoh Surat Tagihan Utang

Contoh Surat Tagihan Utang
Ilustrasi contoh surat tagihan hutang
Terkadang, ketika kita akan menagih utang ke pihak lain, kita akan merasa sungkan dan mengalami berbagai kendala. Jika memang demikian, Anda bisa menagihnya dengan menggunakan surat tagihan utang. Bagaimana caranya membuat surat tersebut? Anda bisa membuatnya dengan bantuan contoh surat tagihan hutang di bawah.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan utang-piutang, pihak yang memberikan utang wajib dan berhak untuk menagihnya. Permasalahan di sini adalah jika pihak yang berutang pada kita tidak bisa mengembalikan utangnya tepat waktu. Berbagai cara menagih sudah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Kiranya, memberikan surat peringatan merupakan solusi yang tepat. Ragam Praktik Utang
Seringkali, kita mendengar perkara utang-piutang yang berakhir di pengadilan karena pihak yang berutang tidak bisa membayar utangnya tepat waktu. Apabila telah dilakukan berbagai cara untu menagih tetapi belum berhasil, satu-satunya jalan adalah melalui jalur hukum harus.
Biasanya, upaya jalur hukum ditempuh apabila kasus utang-piutang tersebut terjadi antara perseorangan dengan lembaga atau perusahaan, antara perusahaan dengan perusahaan lain, atau pun antara lembaga dengan lembaga yang lainnya. Lalu, bagaimana dengan utang-piutang antara perseorangan? Apakah juga bisa dilakukan dengan jalur hukum?
Apabila memang diperlukan, utang-piutang perorangan dapat ditempuh melalui jalur hukum. Akan tetapi, sebaiknya dicari jalan lain terlebih dahulu sebelum ke jalur hukum. Di satu sisi, pihak yang memberikan utang tidak akan mau rugi apabila pihak yang berutang belum membayar utangnya pada waktu yang telah ditentukan. Di sisi yang lain, pihak yang berutang sebenarnya tidak ingin menunggak, tetapi ternyata ada hal penting yang membuatnya terpaksa menunggak utang.
Pihak yang memberikan utang harus dapat bersikap bijaksana apabila ternyata pihak yang berutang memang belum dapat mengembalikan utangnya. Oleh sebab itu, sebaiknya, sebelum akad utang-piutang, kedua pihak membuat kesepakatan bersama.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah utang ini adalah dengan mengirimkan surat tagihan utang. Hal itu dilakukan dengan harapan pihak yang menerima utang bisa memperkirakan kapan bisa mengembalikannya. Cara ini sangat baik dilakukan mengingat setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik.
Jangan sampai terjadi penagihan utang yang dilakukan dengan cara anarkis. Fakta itu pernah terjadi pada kasus yang menimpa orang yang tersandung tunggakan tagihan kartu kredit di perbankan dan harus kehilangan nyawa. Jika masih ada cara lain, mengapa menggunakan cara yang tidak baik? Contoh Surat Tagihan Utang
Biasanya, setiap lembaga atau perusahaan sudah menyiapkan contoh surat tagihan hutang untuk siapa saja yang berutang pada mereka. Arsip surat tagihan utang tersebut ada dalam perusahaan atau lembaga mereka. Lalu, bagaimana dengan praktik utang-piutang perseorangan yang juga memerlukan surat tagihan utang? Jika Anda harus menghadapi perseorang yang membutuhkan surat tagihan utang, Anda dapat mempelajari contoh surat berikut. Meskipun ini adalah contoh surat yang dibuat lembaga atau perusahaan, Anda dapat melihat apa saja yang seharusnya ditulis dan bagaimana cara menuliskannya.
***
Kop Surat Perusahaan
——–
Bandung, 03 Maret 2013
Nomor :………
Perihal :………
Lampiran :………
Yth. Pimpinan PT. Citra Kirana
Jl. Sudirman No. 45
Bandung
Dengan hormat,
Bersamaan dengan surat ini, kami sampaikan bahwa menurut catatan keuangan kami pada 03 Oktober 2012, perusahaan Saudara masih memiliki tunggakan utang yang belum dibayar sebesar Rp85.000.000,00 (delapan puluh lima juta rupiah). Utang dengan jumlah tersebut tercantum dalam catatan faktur perusahaan kami dengan nomor 17/JMN/III/2012. Dalam surat ini, kami sertakan juga salinan faktur tersebut untuk Saudara periksa berdasarkan data keuangan Saudara.
Mengingat sampai sekarang ini kami belum menerima pembayaran utang dari Saudara, bahkan sudah terhitung lebih dari tiga bulan dari batas waktu yang sudah disepakati bersama. Dengan ini, kami berharap Saudara segera melunasinya. Namun, jika data yang kami berikan ternyata tidak sesuai dengan catatan keuangan Saudara, kami mempersilakan Saudara untuk melakukan konfirmasi kepada kami.
Demikianlah surat pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT. Intan Raya
Soni Derwanto, S.E, M.Si
Manajer Keuangan
***
Itulah salah satu contoh surat tagihan utang yang bisa Anda pelajari dan jadikan pedoman ketika akan membuat surat tagihan utang. Akan tetapi, ada beberapa komponen yang harus Anda ganti, seperti jika utang pribadi tidak perlu adanya kop surat perusahaan, nomor, perihal, serta lampiran.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan bagaimana tanggapan pihak yang berutang sejak surat tagihan utang tersebut dilayangkan. Biasanya, pihak yang berutang akan langsung menindaklanjutinya. Jika terjadi kesalahan, pihak tersebut akan melakukan konfirmasi sehingga masalah utang-piutang tersebut bisa selesai dengan baik. Namun, jika memang tidak ada konfirmasi atas kesalahan dan pihak yang berutang tidak juga mengembalikan, maka tidak ada jalan lain selain melalui jalur hukum. Komponen dalam Surat Tagihan Utang
Untuk memudahkan Anda membuat surat tagihan utang dengan baik, sebaiknya Anda pelajari komponen apa saja yang ada dalam surat tersebut berdasarkan dari contoh surat tagihan utang tersebut. Ingat juga, ketika membuat surat tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan karena utang atas nama pribadi dan perusahaan dibuat dengan format yang berbeda.
Beberapa komponen yang ada dalam sebuah surat tagihan utang adalah sebagai berikut. 1. Kepala Surat
Bagian kepala surat ini memuat beberapa bagian, yaitu kop surat (jika perlu), tanggal, waktu dan tempat surat dikeluarkan. Selain itu, perlu dicantumkan nomor surat, perihal surat, serta lampiran surat jika memang ada. Alamat surat harus ditulis lengkap kepada pihak yang dituju. 2. Pembuka Surat
Bagian pembuka surat ini pada umumnya sama saja dengan surat-surat resmi lainnya, yaitu terdiri dari salam hormat atau mengucapkan salam. Bagian pembuka ini juga mengutarakan alasan mengirimkan surat tagihan berupa pemberitahuan tagihan utang. 3. Isi Surat
Di bagian isi surat, Anda dapat mencantumkan besaran utang yang dipinjam, pemberitahuan batas tenggang waktu pengembalian utang, catatan keuangan yang menjadi syarat pinjaman utang, serta mengingatkan pihak yang berutang untuk segera mengembalikannya. 4. Penutup Surat
Penutup berisi kata-kata penutup berupa ucapan terima kasih atas perhatian orang atau perusahaan yang dituju terhadap isi surat, salam penutup berupa hormat kami, atau hormat saya, tanda tangan, dan nama jelas.
Itulah hal-hal yang penting ada dalam sebuah surat tagihan utang. Dengan adanya surat ini, diharapkan kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan utang-piutang dengan cara yang baik dan terhormat. Dengan demikian, tidak perlu adanya kekerasan sampai melayangkan nyawa.
Bijaksanalah menghadapi persoalan, termasuk utang-piutang. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda untuk membuat surat tagihan utang dan bersikap bijaksana